Kasus penemuan ratusan senjata di sekolah swasta Jaksel mulai terungkap setelah polisi menemukan identitas pemilik senjata api yang disimpan di lokasi tersebut.
Pria berinisial DS disebut sebagai pemilik senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge. Polisi menemukan fakta bahwa DS pernah menjabat sebagai direktur PT Lokta Karya Perbakin, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang impor senjata angin dan airsoft gun.
Polisi Ungkap Identitas Pemilik Senjata Api di Sekolah Jaksel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan hasil penelusuran terhadap identitas pemilik senjata tersebut. Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan hubungan DS dengan perusahaan yang memiliki aktivitas impor senjata.
“Kalau dilihat dari penelusuran identitas, yang bersangkutan merupakan direktur terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” ujar Budi.
Namun, polisi juga menemukan fakta bahwa DS sudah meninggal dunia sejak 2020. Kondisi tersebut membuat penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui asal-usul dan kepemilikan senjata yang ditemukan.
Selain menelusuri DS, polisi juga berencana meminta keterangan dari pria berinisial IWD yang sebelumnya menjabat sebagai ketua yayasan sekolah dan namanya ikut terseret dalam kasus tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ratusan Airsoft Gun Disebut Milik Perusahaan dan Berizin
Kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, memberikan penjelasan mengenai temuan 995 pucuk senjata airsoft gun di ruang sekolah.
Menurut Alhadid, seluruh senjata tersebut merupakan aset perusahaan dan memiliki dokumen perizinan. Ia menyebut penyimpanan senjata di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak pada 2020.
“Mereka juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di polres izin-izin tersebut,” kata Alhadid.
Alhadid menegaskan pihaknya sudah menunjukkan dokumen izin kepada kepolisian. Ia juga mempertanyakan pihak yayasan yang mengaku baru mengetahui keberadaan senjata tersebut.
Menurutnya, pihak yayasan sebelumnya mengetahui keberadaan senjata karena penyimpanan tersebut berkaitan dengan rencana kegiatan bersama.
Baca Juga:Â Buntut Pelanggaran Berat, BGN Pecat 66 Kepala Dapur MBG dan Ungkap Alasannya
Temuan Senjata Berawal dari Sengketa Kepengurusan Yayasan
Kasus ratusan senjata di sekolah tersebut bermula ketika terjadi konflik internal terkait kepengurusan yayasan. Pihak sekolah menyebut sengketa tersebut menjadi awal terbukanya akses menuju ruangan yang selama ini digunakan oleh IWD.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menjelaskan setelah IWD diberhentikan dari posisi ketua yayasan, pihak sekolah mendapatkan kesempatan untuk membuka ruangan yang sebelumnya sulit diakses.
“Karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua,” ujar Hermawanto.
Saat membuka ruangan tersebut, pihak sekolah menemukan berbagai barang yang dianggap mencurigakan, termasuk ratusan senjata, narkotika, serta puluhan CD yang disebut berisi konten pornografi.
Pihak Sekolah Bantah Ada Ekstrakurikuler Menembak
Pihak sekolah juga memberikan tanggapan mengenai klaim bahwa senjata tersebut berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler menembak. Hermawanto menyebut sekolah tidak pernah memiliki program tersebut.
Menurutnya, tidak ada kegiatan resmi yang menggunakan senjata di lingkungan sekolah. Temuan ratusan airsoft gun tersebut justru muncul setelah pihak sekolah membuka ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan pengurus yayasan.
Pernyataan tersebut membuat polisi masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tujuan penyimpanan senjata serta pihak yang bertanggung jawab.
Polisi Dalami Asal Usul Senjata dan Perizinannya
Hingga kini, Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait temuan senjata tersebut. Polisi akan memeriksa berbagai dokumen, termasuk izin kepemilikan dan hubungan antara pihak perusahaan dengan yayasan sekolah.
Penyidik juga akan mendalami bagaimana ratusan senjata bisa berada di lingkungan sekolah serta memastikan apakah seluruh prosedur penyimpanan sudah sesuai aturan.
Kasus ini masih menjadi perhatian karena jumlah senjata yang ditemukan mencapai ratusan unit. Polisi memastikan proses penyelidikan akan berjalan untuk mengungkap fakta lengkap di balik keberadaan senjata tersebut.