Penyelundupan emas ke Dubai terbongkar, pelaku diduga mengubah emas batangan menjadi gel dengan bahan kimia dan pewarna agar lolos pemeriksaan bandara.
Pengungkapan ini muncul setelah polisi mengembangkan kasus penangkapan dua warga negara India yang sebelumnya tertangkap karena dugaan penyelundupan emas ke Dubai. Dari pengembangan tersebut, penyidik bergerak ke sebuah lokasi di Sunter pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Emas Batangan Tak Lagi Berbentuk Logam
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengungkap temuan mengejutkan dalam penggeledahan tersebut. Pelaku diduga tidak membawa emas dalam bentuk batangan seperti biasanya. Mereka lebih dulu menghancurkan emas hingga menjadi serbuk.
Serbuk emas itu kemudian mendapat perlakuan khusus menggunakan zat kimia dan pewarna. Proses tersebut membuat material emas berubah menjadi tekstur menyerupai gel. Cara ini membuat emas tidak lagi memiliki bentuk yang mudah dikenali sebagai logam.
Menurut Irhamni, pelaku bahkan menyesuaikan pewarna dengan jenis kain yang mereka gunakan. Strategi itu menunjukkan bahwa sindikat tersebut menyiapkan metode secara khusus untuk menyamarkan emas sebelum membawanya melewati pemeriksaan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Serbuk Emas Diubah Menyerupai Gel
Modus tersebut menjadi bagian penting dalam penyidikan karena pelaku berusaha menghilangkan ciri fisik emas. Mereka menghancurkan batangan terlebih dahulu, lalu mencampurkannya dengan bahan kimia dan pewarna tertentu.
Hasil akhirnya memiliki tekstur yang lebih kenyal dan menyerupai gel. Polisi menduga pelaku memilih metode tersebut agar petugas kesulitan mengenali material yang mereka bawa ketika menjalani pemeriksaan di bandara.
Penggunaan bahan tambahan juga membuat bentuk emas berubah jauh dari wujud aslinya. Polisi kini masih mendalami proses pembuatan material tersebut, termasuk pihak yang menyediakan bahan kimia dan perlengkapan yang digunakan sindikat.
Baca Juga:Â BEM UI Minta NTT Jadi Bencana Nasional, Pimpinan DPR Akhirnya Buka Suara
Disembunyikan dalam Pakaian Dalam Modifikasi
Setelah berubah menjadi gel, material tersebut kemudian disimpan dalam pakaian dalam yang sudah dimodifikasi. Polisi menemukan dugaan penggunaan celana dalam dan bra sebagai tempat menyembunyikan material tersebut sebelum pelaku melakukan perjalanan.
Modus ini membuat emas tidak hanya kehilangan bentuk batangan, tetapi juga tersamarkan di balik pakaian. Pelaku diduga memanfaatkan tekstur material yang menyerupai benda lunak untuk mengurangi kemungkinan petugas menemukan keberadaan emas saat pemeriksaan fisik.
Polisi menduga metode tersebut berkaitan dengan upaya melewati pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta. Penyidik masih mengumpulkan bukti untuk mengetahui sejauh mana jaringan tersebut menjalankan metode ini.
Sindikat Diduga Kumpulkan 30 Kilogram Emas Per Hari
Kasus ini menjadi semakin besar karena polisi menemukan indikasi kemampuan sindikat mengumpulkan emas dalam jumlah sangat besar. Jaringan tersebut diduga mampu menghimpun hingga 30 kilogram emas setiap hari dari berbagai wilayah di Indonesia.
Jika angka tersebut konsisten, jumlahnya dapat mencapai sekitar 900 kilogram dalam satu bulan. Dengan perhitungan tertentu, polisi memperkirakan volume penyelundupan jaringan ini bahkan bisa mendekati satu ton per bulan.
Besarnya jumlah emas yang terkumpul membuat penyidik menduga jaringan tersebut memiliki rantai pasokan yang cukup luas. Polisi kini berupaya menelusuri asal emas, pihak yang menampungnya, hingga jalur pengiriman menuju luar negeri.
Bareskrim Kejar Pelaku yang Kabur ke Luar Negeri
Bareskrim Polri belum berhenti pada pengungkapan modus. Penyidik masih memburu anggota jaringan lain yang diduga terlibat dalam proses pengumpulan, pengolahan, hingga pengiriman emas.
Irhamni menyebut sejumlah terduga pelaku masih berada di Indonesia, sementara sebagian lainnya diduga sudah melarikan diri ke luar negeri. Malaysia dan Filipina menjadi beberapa negara yang disebut dalam pengembangan kasus tersebut.
Polisi kini mendalami hubungan antara para pelaku yang sudah tertangkap dengan jaringan di luar negeri. Pengembangan perkara diharapkan dapat mengungkap siapa pengendali utama sindikat sekaligus membongkar jalur penyelundupan emas menuju Dubai.