Video keluhan keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Emas, Kabupaten Buleleng, Bali, ramai diperbincangkan di media sosial.
Rekaman tersebut memperlihatkan seorang pria yang mengaku sebagai keluarga pasien menyampaikan kekhawatiran karena pasokan oksigen ibunya sempat mengalami gangguan saat menjalani perawatan.
Dalam video yang diunggah akun Facebook Yan Jerkey, pria tersebut mengatakan ibunya sudah menjalani rawat inap selama lima hari. Ia menyebut aliran oksigen pasien tiba-tiba berhenti karena ada masalah pada pasokan dari sentral oksigen rumah sakit.
Keluhan tersebut kemudian menarik perhatian publik dan membuat pihak rumah sakit memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Keluarga Pasien Ungkap Kekhawatiran Saat Oksigen Terganggu
Pria dalam video tersebut mengungkapkan bahwa ibunya membutuhkan bantuan oksigen selama menjalani perawatan. Ia merasa panik ketika aliran oksigen tiba-tiba berhenti pada dini hari.
Menurut keterangannya, petugas menyampaikan bahwa gangguan terjadi karena pasokan dari sentral oksigen mengalami masalah. Kondisi itu membuat keluarga pasien khawatir terhadap keselamatan anggota keluarganya yang sedang menjalani perawatan.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat yang meminta rumah sakit memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
RSUD Giri Emas Jelaskan Penyebab Gangguan Oksigen
Kasubag Tata Usaha RSUD Giri Emas, I Made Karmawan Putra, memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa masalah tidak terjadi pada sentral oksigen utama rumah sakit.
Menurut Karmawan, gangguan terjadi sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 dini hari karena penurunan atau kekosongan oksigen pada bagian outlet oksigen di ruang pelayanan.
Setelah menerima laporan dari keluarga pasien, petugas langsung mengambil tindakan dengan mengalihkan aliran oksigen menggunakan stok cadangan. Langkah tersebut membuat suplai oksigen kembali berjalan normal.
Baca Juga:Â Heboh! Istri dan Anak Menteri PU Disebut Ikut Dinas ke AS Pakai Dana APBN, Ini Faktanya
Manajemen Pastikan Stok Oksigen Rumah Sakit Tetap Aman
Karmawan memastikan persediaan oksigen RSUD Giri Emas masih dalam kondisi aman. Rumah sakit rutin melakukan pemesanan ketika jumlah stok mulai berkurang agar kebutuhan pasien tetap terpenuhi.
Ia menjelaskan rumah sakit biasanya melakukan pengadaan ketika persediaan mencapai sekitar 20 tabung. Karena itu, pihaknya memastikan kejadian tersebut bukan akibat habisnya stok oksigen rumah sakit.
Manajemen menduga gangguan terjadi akibat kesalahan teknis saat proses pergantian suplai oksigen. Pihak rumah sakit langsung melakukan evaluasi dan memperbaiki prosedur operasional agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
DPRD Buleleng Turun Tangan Cek Pelayanan Rumah Sakit
Setelah video keluhan tersebut viral, Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya, melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Giri Emas. Langkah tersebut bertujuan memastikan pelayanan rumah sakit tetap memenuhi standar yang berlaku.
Nyoman mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan rumah sakit tidak mengalami kekurangan stok oksigen. Ia menemukan masalah terjadi pada outlet oksigen di ruang pelayanan, bukan pada persediaan utama rumah sakit.
Menurutnya, RSUD Giri Emas tetap membutuhkan peningkatan fasilitas agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal kepada masyarakat Buleleng.
RSUD Giri Emas Didorong Naik Status Menjadi Tipe C
Selain mengevaluasi layanan, DPRD Buleleng juga mendorong RSUD Giri Emas meningkatkan status dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C. Peningkatan tersebut membutuhkan tambahan fasilitas, kapasitas tempat tidur, serta tenaga dokter spesialis.
Nyoman menjelaskan rumah sakit perlu menambah jumlah tempat tidur dari 50 menjadi 100 unit. Selain itu, rumah sakit juga harus melengkapi fasilitas pendukung seperti laboratorium dan layanan USG.
RSUD Giri Emas juga masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis. Salah satunya dokter spesialis jantung yang sudah tidak bertugas sejak awal 2026 karena menjalani penugasan pendidikan.
Pihak rumah sakit bersama pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat di wilayah timur Buleleng mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik. Kasus gangguan oksigen ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pelayanan dan mencegah kejadian serupa kembali muncul.