Harapan warga Mesuji untuk mendapatkan hadiah Rp50 juta dari sayembara menangkap seekor tapir akhirnya harus berakhir.
Pemerintah Kabupaten Mesuji bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bengkulu-Lampung secara resmi mencabut program tersebut setelah menimbulkan perhatian luas di masyarakat.
Sayembara yang sebelumnya ramai dibicarakan itu bertujuan membantu pemerintah menangani keberadaan tapir yang masuk ke area pemukiman warga. Namun, rencana pemberian hadiah uang justru menimbulkan kekhawatiran baru karena bisa mendorong masyarakat melakukan tindakan berbahaya tanpa memahami cara menangani satwa liar. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Sayembara Tapir Rp50 Juta Mendadak Dibatalkan Pemerintah
Informasi pencabutan sayembara muncul melalui sebuah selebaran digital yang beredar pada Senin (6/7/2026). Dalam pamflet tersebut, pemerintah memberikan tanda silang merah besar dengan tulisan “Mohon Maaf, Dicabut.”
Keputusan itu langsung menarik perhatian karena sebelumnya banyak warga yang tertarik dengan hadiah fantastis tersebut. Sebagian masyarakat melihat sayembara itu sebagai kesempatan mendapatkan tambahan penghasilan sekaligus membantu mengamankan tapir yang masuk ke wilayah penduduk.
Namun, pemerintah akhirnya memilih menghentikan program tersebut karena mempertimbangkan risiko yang bisa muncul jika warga mencoba menangkap tapir secara mandiri.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Bukan Soal Hadiah, Pemerintah Khawatirkan Keselamatan Warga
Pemerintah mencabut sayembara bukan karena mengabaikan keberadaan tapir. Justru, langkah tersebut bertujuan melindungi warga sekaligus menjaga keselamatan satwa dilindungi itu.
Tapir merupakan hewan liar yang membutuhkan penanganan khusus. Masyarakat yang tidak memiliki pengalaman dapat menghadapi risiko ketika mencoba mendekati atau menangkap hewan tersebut.
Pemerintah khawatir hadiah uang tunai dapat memicu banyak orang mengejar tapir tanpa memperhitungkan bahaya. Aksi pengepungan atau penggunaan alat tangkap secara sembarangan dapat membuat satwa stres dan meningkatkan kemungkinan terjadinya konflik antara manusia dengan hewan liar.
Dalam imbauan resminya, pemerintah meminta warga tidak mencoba menangkap, memelihara, maupun memindahkan tapir secara sendiri karena tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Kasus Makin Panas! KPK Dalami Aliran Uang Gubernur Riau, Ajudan Pangdam XIX Disorot
Warga Diminta Tidak Memburu Tapir yang Masuk Permukiman
Setelah pencabutan sayembara, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak lagi mengejar hadiah Rp50 juta. Warga diminta mengutamakan keselamatan dan membantu menjaga keberadaan satwa langka tersebut.
BBKSDA Bengkulu-Lampung menjelaskan bahwa tapir termasuk satwa yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Perlakuan yang salah dapat membuat hewan tersebut mengalami tekanan atau menunjukkan perilaku agresif sebagai bentuk pertahanan diri.
Karena itu, warga tidak perlu mengambil tindakan sendiri ketika menemukan tapir di sekitar rumah, kebun, atau area pemukiman. Masyarakat cukup menjaga jarak dan memberikan ruang agar petugas dapat melakukan penanganan dengan aman.
Petugas Siap Tangani Tapir Sesuai Prosedur Konservasi
Pemerintah meminta warga segera melapor apabila kembali menemukan tapir yang masuk ke wilayah pemukiman, mengalami luka, atau terjebak dalam perangkap. Petugas konservasi akan melakukan pemeriksaan dan evakuasi sesuai prosedur yang berlaku.
Masyarakat dapat menghubungi Seksi KSDA Wilayah III BKSDA Bengkulu-Lampung melalui call center 0811-7997-070. Laporan tersebut akan membantu petugas bergerak lebih cepat untuk menangani kondisi di lapangan.
Langkah ini menjadi pilihan terbaik karena petugas memiliki perlengkapan dan pengetahuan khusus untuk menghadapi satwa liar. Mereka juga memahami cara memindahkan tapir tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap kondisi hewan.
Tapir Mesuji Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Satwa Dilindungi
Kasus tapir di Mesuji menjadi contoh bahwa keberadaan satwa liar di sekitar manusia membutuhkan pendekatan yang tepat. Niat membantu memang penting, tetapi cara penanganan harus mengikuti aturan konservasi agar tidak menimbulkan masalah baru.
Hadiah Rp50 juta mungkin terlihat menggiurkan bagi sebagian warga. Namun, keselamatan manusia dan kelestarian tapir jauh lebih penting dibandingkan keuntungan sesaat.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memahami bahwa satwa liar bukan ancaman yang harus diburu. Dengan melapor kepada pihak berwenang, warga ikut menjaga keseimbangan alam sekaligus membantu melindungi hewan langka seperti tapir agar tetap bertahan di habitatnya.