Trump memperingatkan Rusia dan China agar tidak ikut campur dalam konflik Iran setelah ketegangan Timur Tengah meningkat akibat serangan terbaru AS.
Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terbaru terhadap Iran. Bahkan, Trump menyebut pemerintah AS sedang mempertimbangkan operasi militer lanjutan dengan skala yang lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.
Trump Beri Peringatan Keras untuk Rusia dan China
Donald Trump menyampaikan sikapnya dalam wawancara dengan media Amerika Serikat Axios pada Kamis (23/7/2026). Ia mengatakan dirinya hampir menentukan langkah berikutnya terkait kemungkinan serangan besar terhadap Iran, meski belum mengambil keputusan akhir.
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyinggung kemungkinan keterlibatan Rusia dan China dalam konflik Iran. Ia meminta kedua negara itu tidak memberikan dukungan militer kepada Teheran.
Trump meyakini Rusia dan China saat ini tidak ikut membantu Iran dalam perang tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa situasi bisa berubah jika kedua negara memilih turun tangan.
“Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka. Tentu saja itu bukan untuk kepentingan terbaik mereka,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
>>
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Trump Sebut Xi Jinping dan Putin Tak Beri Dukungan Senjata ke Iran
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengaku sudah berkomunikasi dengan Presiden China Xi Jinping mengenai situasi konflik Iran. Ia menyebut Xi berjanji tidak akan memberikan atau menjual senjata kepada Teheran.
Menurutnya, Xi berjanji tidak akan memberikan atau menjual senjata kepada Republik Islam Iran.
Trump juga menyebut pernyataan tersebut mencakup perusahaan-perusahaan China yang memiliki hubungan dengan industri pertahanan.
Selain China, Trump mengaku mendapat pesan serupa dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengatakan Putin menyampaikan bahwa Rusia tidak akan memasok senjata kepada Iran selama konflik berlangsung.
Meski begitu, pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap kemungkinan dukungan rahasia dari sejumlah negara terhadap Iran.
Baca Juga: Resmi Masuk Tahanan! Kejagung Jebloskan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Amerika Serikat Siapkan Kemungkinan Serangan Lebih Besar
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas sejak AS bersama Israel melancarkan serangan pada Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan sejumlah pejabat penting Iran dan membuat hubungan kedua negara semakin tegang.
Trump menyebut operasi militer berikutnya bisa memiliki skala lebih besar dibandingkan Operation Epic Fury yang berlangsung sebelumnya. Rencana tersebut membuat banyak pihak khawatir karena dapat memicu konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah AS masih melakukan kajian sebelum mengambil keputusan. Trump menegaskan bahwa dirinya belum memberikan perintah final untuk menjalankan operasi baru tersebut.
Namun, ancaman dan pernyataan keras dari Washington menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara belum menunjukkan tanda mereda.
Kecurigaan Bantuan Rusia dan China Jadi Sorotan
Di tengah konflik yang berlangsung, intelijen Amerika Serikat juga menyelidiki kemungkinan adanya bantuan dari pihak luar kepada Iran. Beberapa sumber menyebut AS memeriksa dugaan dukungan Rusia terhadap Iran dalam bentuk informasi penargetan atau teknologi drone.
Penyelidikan tersebut muncul setelah Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah target milik Amerika Serikat di kawasan Teluk pada awal konflik.
Sebelumnya, Washington juga telah memberikan sanksi kepada beberapa individu dan perusahaan dari Rusia serta China yang diduga membantu Iran memperoleh peralatan militer.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa AS tidak hanya fokus menghadapi Iran, tetapi juga memperhatikan kemungkinan keterlibatan negara lain dalam konflik tersebut.
Dunia Khawatir Konflik Iran Meluas ke Negara Lain
Situasi di Timur Tengah kini menjadi perhatian internasional karena konflik Iran dan Amerika Serikat berpotensi menarik banyak negara masuk ke dalam pusaran perang.
Rusia dan China memiliki hubungan strategis dengan Iran, sehingga sikap kedua negara tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan konflik.
Jika Rusia atau China memberikan dukungan langsung kepada Iran, ketegangan antara kekuatan besar dunia bisa semakin meningkat. Kondisi tersebut berisiko menciptakan konflik yang lebih luas dan mengganggu stabilitas global.
Sementara itu, Amerika Serikat terus memantau perkembangan di lapangan sambil mempertimbangkan langkah berikutnya. Pesan Trump kepada Rusia dan China menjadi sinyal bahwa Washington ingin membatasi keterlibatan negara lain dalam perang Iran.
Perkembangan konflik ini masih menjadi sorotan dunia karena setiap keputusan dari negara-negara besar dapat menentukan arah hubungan internasional dalam beberapa waktu ke depan.