Sebuah pondok pesantren di Mesuji, Lampung, hangus dibakar massa yang diduga dipicu oleh isu pencabulan yang beredar luas.
Tragedi pembakaran Pondok Pesantren Nurul Jadid di Desa Tanjung Mas Jaya, Mesuji Timur, Lampung, menggeger publik nasional. Massa marah membakar ludes bangunan ponpes pada Jumat malam (8/5/2026) akibat isu pencabulan oleh pimpinannya. Polisi amankan satu provokator sementara kiyai kabur diungsikan.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Aksi Massa
Konflik bermula usai Sholat Jumat (8/5) saat warga bahas pengembangan masjid desa. Isu pencabulan oleh pimpinan ponpes Kiyai M Fajar Sodiq menyebar cepat via WA grup RT. Massa kumpul 200 orang tuntut kiyai keluar sebelum batas waktu.
Pukul 23.00 WIB, emosi memuncak saat kiyai diduga masih di lokasi. Massa bobol pagar, hancurkan jendela, lalu siram bensin bakar asrama dan masjid ponpes. Kobaran api terlihat kilometer jauhnya. Video viral terekam warga dapat 3 juta views.
Polsek Mesuji Timur tiba 15 menit kemudian padamkan api pakai 3 mobil pemadam. Kerusakan 80 persen bangunan, nilai Rp5 miliar. 25 santri evakuasi aman meski trauma berat. Kiyai sukses disembunyikan polisi di rumah warga.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Isu Pencabulan Yang Memicu
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari konfirmasi massa tuding kiyai lakukan pencabulan santri. Warga beri ultimatum pergi tapi kiyai bertahan. “Massa pantau terus dan marah saat lihat pimpinan masih ada,” jelasnya Minggu (10/5).
Kasatreskrim Polres Mesuji AKP M Prenata Al Ghazali: video pembakaran asli terjadi Sabtu (9/5) jam 23.00. Satu pelaku AN (30) diamankan sebagai provokator utama. Polda bentuk tim khusus selidiki kebenaran tuduhan pencabulan dalam 72 jam.
Warga klaim ada 3 santri korban sejak 2025 tapi tak berani lapor. Bukti chat WA dan rekaman suara kabarnya beredar. Polisi periksa 15 saksi desa dan 8 santri. Status kiyai sementara DPO untuk keamanan penyelidikan.
Baca Juga: Tak Ada Ampun! 320 WNA Admin Judol Diusut Pidana Dan Imigrasi Sekaligus
Respons Aparat dan Keamanan
Polres Mesuji tingkatkan patroli 50 personel 24 jam di 5 titik rawan. Posko pengamanan di depan ponpes jaga 3 hari ke depan. Kapolres Mesuji imbau warga serahkan bukti ke polisi, jangan main hakim sendiri.
Dandim 0430/Mesuji Letkol CZI Yuda Setiawan kirim 30 prajurit bantu polisi. Koramil Tanjung Mas Jaya fasilitasi musyawarah desa Minggu sore. Gubernur Lampung Raffudin tekankan supremasi hukum tanpa anarkisme.
Massa bubar damai setelah polisi janji proses hukum transparan. Satu truk TNI angkut puing panas. Listrik desa sempat padam 2 jam akibat korsleting. Trauma kolektif warga butuh konseling psikologis.
Dampak dan Penyelidikan Lanjut
Ponpes Nurul Jadid tutup sementara, 120 santri pindah ke ponpes tetangga. Kerugian bangunan Rp5,2 miliar plus Al-Qur’an rusak 200 eksemplar. Yayasan minta bantuan zakat netizen untuk bangun ulang.
Polda Lampung bentuk tim gabungan polisi, TNI, dan Kanwil Kemenag selidiki 7 hari. Fokus verifikasi 3 dugaan korban, rekam medis, dan saksi mata. Hasil autopsi psikologis santri prioritas utama.
MUI Lampung mediasi tokoh agama dan adat cegah konflik horizontal. Gubernur lotak 3 miliar bantuan rehabilitasi ponpes. Publik tunggu keadilan hukum tanpa kekerasan. Kasus jadi pelajaran penanganan isu sensitif ke depan.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari web.lintaslampung.com