Longsor maut menerjang tambang emas ilegal di Pohuwato, Gorontalo dan menewaskan lima penambang di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia hingga polisi menutup lokasi.
Peristiwa tersebut membuat aparat bergerak cepat. Polda Gorontalo menutup lokasi tambang dan memasang garis polisi untuk mencegah warga maupun aktivitas pertambangan kembali masuk ke area yang masih menyimpan ancaman longsor susulan. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Longsor Terjadi Saat Aktivitas Tambang Berlangsung
Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 17.30 Wita. Saat kejadian, para penambang berada di kawasan perbukitan yang memiliki kondisi tanah cukup labil.
Material tanah kemudian bergerak dan menimbun area pertambangan. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan pencarian terhadap para korban. Hingga proses penanganan berlangsung, lima orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit. Polisi masih mengumpulkan informasi untuk memastikan rangkaian kejadian serta aktivitas yang berlangsung sebelum longsor.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Polisi Temukan Ancaman Longsor Susulan
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Kondisi medan yang berada di wilayah perbukitan membuat petugas harus ekstra hati-hati ketika melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Marupa Sagala mengatakan lokasi tersebut sudah beberapa kali mengalami longsor. Bahkan, ketika tim menjalankan olah TKP, longsor susulan terjadi hingga enam kali.
Kondisi itu membuat polisi memilih menghentikan sementara aktivitas di sekitar lokasi. Langkah tersebut bertujuan melindungi petugas sekaligus mencegah munculnya korban baru akibat pergerakan tanah.
Baca Juga:Â Buron 4 Bulan! Kades Tersangka Korupsi Pati Tertangkap Saat Kerja Rental Mobil di Sleman
Tambang Langsung Dipasangi Garis Polisi
Polda Gorontalo kemudian memasang police line di sejumlah bagian lokasi tambang. Aparat juga memasang plang larangan beraktivitas agar warga tidak mendekati area yang masih berbahaya.
Polisi menilai keputusan tersebut penting karena kondisi tanah belum stabil. Warga yang masuk tanpa memperhatikan situasi dapat menghadapi risiko tertimbun material longsor.
Penutupan lokasi juga menghentikan sementara kegiatan pertambangan di kawasan tersebut. Aparat akan melihat perkembangan kondisi medan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Lokasi Berada di Kawasan Hutan Produksi Terbatas
Tambang yang mengalami bencana berada di kawasan Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Area tersebut masuk dalam wilayah Hutan Produksi Terbatas atau HPT yang berdekatan dengan Cagar Alam Panua.
Letak geografis menjadi salah satu perhatian polisi dalam menangani insiden tersebut. Karakter tanah di kawasan perbukitan dinilai mudah bergerak ketika terjadi gangguan atau perubahan kondisi di sekitar lereng.
Karena itu, aparat tidak hanya berfokus pada pencarian korban. Keselamatan personel dan masyarakat sekitar juga menjadi pertimbangan utama selama proses penanganan berlangsung.
Polisi Periksa Saksi untuk Ungkap Kejadian
Setelah proses di lokasi dihentikan sementara, tim kembali ke Polres Pohuwato. Polisi selanjutnya berencana memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas di kawasan tambang sebelum longsor terjadi.
Pemeriksaan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai aktivitas pertambangan serta kondisi lokasi sebelum bencana. Polisi juga akan mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Untuk sementara, lokasi tetap berada dalam pengawasan aparat. Warga diminta tidak memasuki area tambang sampai polisi memastikan kawasan tersebut benar-benar aman dari ancaman longsor berikutnya.