Gempa M7,7 mengguncang Flores, NTT, menewaskan 47 orang dan merusak sejumlah wilayah hingga Sabtu malam, sementara tim gabungan terus melakukan evakuasi.
Jumlah korban masih mungkin bertambah karena tim gabungan terus melakukan pencarian, evakuasi, dan pendataan. Di tengah proses tersebut, BMKG juga mencatat ratusan gempa susulan yang membuat warga harus tetap waspada. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Gempa M7,7 Mengguncang Flores Sejak Sabtu Pagi
Gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. BMKG memutakhirkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter berada di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.
BMKG menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. Guncangan kuat kemudian terasa di sejumlah daerah dan sempat membuat masyarakat pesisir menghadapi ancaman tsunami.
Intensitas guncangan mencapai VII MMI di Aesesa, Riung, dan Kota Mbay. Pada tingkat tersebut, hampir semua orang dapat merasakan guncangan dan bangunan tertentu berpotensi mengalami kerusakan.
Sementara itu, Wolowae dan Bajawa mengalami guncangan VI MMI. Ende, Borong, dan Ruteng mencatat intensitas V MMI.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Korban Meninggal Capai 47 Orang, Manggarai Terparah
BNPB mencatat 47 korban meninggal dunia hingga Sabtu malam. Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak dengan 24 orang meninggal.
Selain Manggarai, BNPB mencatat 17 korban meninggal di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.
Petugas masih memperbarui data karena proses pencarian dan evakuasi terus berlangsung. Kondisi di lapangan juga membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan seluruh laporan masuk ke dalam pendataan resmi.
Gempa turut merusak ratusan bangunan. Data sementara mencatat 157 rumah mengalami kerusakan berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan juga menyentuh fasilitas publik. Sebanyak 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya ikut terdampak.
Baca Juga:Â Longsor Maut Tewaskan 5 Penambang, Polisi Langsung Tutup Tambang Emas Ilegal Pohuwato
235 Gempa Susulan Tercatat, Warga Diminta Waspada
Gempa utama belum menjadi akhir dari rangkaian guncangan di Flores. BMKG mencatat sedikitnya 235 gempa susulan hingga pukul 14.00 WIB.
Kekuatan gempa susulan berkisar antara magnitudo 2,5 hingga 6,2. Sebaran gempa tersebut berada di sebelah utara Pulau Flores.
BMKG menyebut aktivitas gempa susulan hingga Sabtu siang belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Karena itu, masyarakat perlu tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan.
Warga juga perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Masyarakat sebaiknya tidak langsung mempercayai kabar yang beredar melalui media sosial tanpa memastikan sumbernya.
Gempa Sempat Picu Tsunami di Sejumlah Wilayah
Guncangan M7,7 sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir NTT. BMKG kemudian memantau perubahan muka air laut di beberapa titik.
Pengamatan menunjukkan kenaikan muka air laut tertinggi di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian sekitar 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB. Kewapante, Sikka, mencatat kenaikan sekitar 0,38 meter, sedangkan Labuan Bajo mengalami kenaikan sekitar 0,36 meter.
Setelah melakukan pemantauan, BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB. Meski demikian, masyarakat tetap perlu menjauhi kawasan atau bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Gempa susulan yang masih berlangsung membuat warga harus memperhatikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah atau fasilitas yang mengalami kerusakan.
Pemerintah Kerahkan Bantuan dan Tim Gabungan
Pemerintah pusat mulai mengirim bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Presiden Prabowo Subianto memberangkatkan 50.000 paket sembako menggunakan pesawat agar bantuan dapat bergerak lebih cepat menuju Flores.
BNPB juga mengerahkan personel dan bantuan darurat untuk mendukung pemerintah daerah. Basarnas, TNI, Polri, tenaga kesehatan, PMI, serta relawan ikut membantu proses pencarian dan evakuasi.
Petugas tidak hanya mencari korban. Mereka juga memastikan warga mendapatkan tempat pengungsian, makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan akses komunikasi.
Gangguan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Longsoran mengganggu sejumlah ruas jalan, sementara gangguan jaringan telekomunikasi ikut memperlambat komunikasi di beberapa wilayah.
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sekitar 16,35 persen BTS di wilayah terdampak mengalami gangguan. Pemerintah bersama operator telekomunikasi terus memulihkan jaringan agar koordinasi penanganan berjalan lebih lancar.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan masih bekerja di sejumlah wilayah Flores. Jumlah korban dan kerusakan dapat berubah seiring proses verifikasi. Pemerintah meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.