Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menhut Raja Juli Antoni tak hadir saat Prabowo memimpin rapat dan meninjau penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
Prabowo sebelumnya memimpin rapat penanganan karhutla sekaligus meninjau sejumlah titik terdampak di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Dua hari kemudian, agenda serupa berlanjut ke Riau dan Sumatera Selatan. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Menhut Tak Terlihat Saat Prabowo Turun ke Lapangan
Raja Juli Antoni tidak tampak mendampingi Prabowo dalam sejumlah agenda tersebut. Kondisi ini kembali terlihat ketika Presiden melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah Sumatera pada Senin, 24 Agustus.
Situasi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai alasan Menhut tidak ikut dalam rangkaian kegiatan Presiden. Apalagi, penanganan karhutla berkaitan erat dengan tugas kementerian yang dipimpin Raja Juli.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Mensesneg Sebut Ketidakhadiran Raja Juli Hanya Kebetulan
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa tidak ada alasan khusus di balik ketidakhadiran Raja Juli. Menurutnya, Menhut sebelumnya sudah beberapa kali turun langsung ke lokasi karhutla, termasuk wilayah Sumatera Selatan.
Prasetyo menyebut Menteri Lingkungan Hidup juga telah melakukan kunjungan ke Sumatera Selatan. Karena itu, absennya Raja Juli dalam agenda bersama Prabowo lebih berkaitan dengan pembagian kunjungan dan kebetulan waktu.
Penjelasan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa terdapat persoalan tertentu antara Menhut dan Presiden. Prasetyo kembali menekankan bahwa tidak ada masalah khusus yang berkaitan dengan ketidakhadiran Raja Juli.
Baca Juga:Â Di Tengah Asap Karhutla, Prabowo Datang ke Sungai Raya Tanpa Pakai Masker
Prabowo Fokus Perkuat TNI dan Polri
Kunjungan Prabowo ke Kalimantan dan Sumatera memiliki fokus lain. Presiden ingin memastikan kesiapan unsur TNI dan Polri dalam membantu penanganan karhutla yang masih membutuhkan dukungan tambahan di lapangan.
Menurut Prasetyo, pemerintah ingin menambah kekuatan apabila kondisi di wilayah terdampak membutuhkan personel atau peralatan tambahan. Langkah tersebut menjadi penting karena kebakaran dapat meluas dan menimbulkan dampak lintas wilayah.
Helikopter hingga Motor Trail Jadi Perhatian
Dalam pembahasan bersama jajaran terkait, kebutuhan peralatan juga menjadi salah satu perhatian Presiden. Pemerintah mempertimbangkan tambahan helikopter untuk water bombing apabila kondisi di lapangan memerlukan dukungan udara.
Selain itu, muncul permintaan kendaraan motor trail yang telah dimodifikasi untuk mendukung mobilitas petugas. Kendaraan semacam itu dapat membantu tim bergerak menuju area yang sulit dijangkau kendaraan biasa.
Penguatan personel dan peralatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan pemadaman dari satu sisi. Koordinasi antara aparat dan berbagai unsur terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi karhutla.
Mensesneg Tegaskan Tak Ada Masalah Khusus
Prasetyo kembali menegaskan bahwa ketidakhadiran Raja Juli dalam agenda Prabowo bukan tanda adanya persoalan di internal pemerintah. Ia menyebut Menhut sudah menjalankan kunjungan ke sejumlah lokasi karhutla sebelumnya.
Sementara itu, agenda Prabowo kali ini lebih menitikberatkan pada penguatan dukungan TNI dan Polri, termasuk personel serta peralatan yang diperlukan untuk penanganan di lapangan.
Dengan penjelasan tersebut, pemerintah memastikan absennya Raja Juli bukan karena konflik atau masalah tertentu. Penanganan karhutla tetap berjalan melalui koordinasi lintas lembaga, sementara kebutuhan tambahan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.