Meteor hijau yang melintas di langit Yogyakarta viral dan bikin penasaran, pakar menjelaskan penyebab cahaya hijau itu serta fakta sebenarnya.
Fenomena yang disebut terjadi pada Sabtu (11/7/2026) malam itu memang terlihat mencolok. Warna hijaunya membuat banyak orang bertanya-tanya apakah benar itu meteor, mengapa warnanya berbeda dari biasanya, dan apakah peristiwa tersebut berbahaya.
Sejumlah pakar astronomi pun memberikan penjelasan ilmiah agar masyarakat tidak salah memahami fenomena langit tersebut. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Video Meteor Hijau Langsung Viral dan Bikin Heboh Warganet
Video yang beredar memperlihatkan cahaya hijau terang melintas sangat cepat di langit malam. Dalam hitungan jam, unggahan tersebut menyebar ke berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam spekulasi.
Ada yang menganggap cahaya itu sebagai meteor, sementara sebagian lainnya menduga benda langit tersebut merupakan satelit atau fenomena alam lain. Warna hijau yang sangat mencolok menjadi alasan utama mengapa video tersebut menarik perhatian banyak orang.
Fenomena langit seperti ini memang sering memicu rasa penasaran karena tidak terjadi setiap hari dan hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
BRIN Ungkap Penyebab Meteor Bisa Berwarna Hijau
Pakar Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa dirinya belum dapat memastikan secara pasti lokasi maupun waktu kemunculan objek yang terekam dalam video tersebut. Meski begitu, ia menilai meteor memang dapat memancarkan cahaya hijau ketika memasuki atmosfer Bumi.
Menurut Thomas, warna hijau muncul karena batuan antariksa tersebut mengandung unsur magnesium. Saat benda langit melaju dengan kecepatan sangat tinggi dan bergesekan dengan atmosfer, suhu yang sangat panas membuat unsur magnesium terbakar.
Pembakaran magnesium menghasilkan cahaya hijau kebiruan yang kemudian terlihat jelas dari permukaan Bumi. Warna tersebut bukan sesuatu yang aneh dalam dunia astronomi, melainkan salah satu karakteristik meteor dengan kandungan unsur tertentu.
Baca Juga:Â Dunia Gempar! Selat Hormuz Ditutup, AS-Iran Kembali Bentrok dan Krisis Besar Mulai Mengintai
Meteor Superterang Diduga Hancur Sebelum Menyentuh Bumi
Astronom amatir Marufin Sudibyo menilai cahaya yang terlihat pada video memiliki ciri khas meteor superterang atau bolide. Jenis meteor ini biasanya menghasilkan cahaya yang jauh lebih terang dibanding meteor biasa dan kerap disertai pecahan saat melintas di atmosfer.
Ia menjelaskan bahwa meteor tersebut kemungkinan mengandung besi dan nikel dalam jumlah besar. Kandungan logam itu membuat cahaya yang dipancarkan tampak kehijauan ketika proses pembakaran berlangsung di atmosfer.
Selain cahaya terang, beberapa laporan juga menyebut terdengar suara dentuman. Marufin menjelaskan suara tersebut berasal dari sonic boom, yaitu gelombang kejut yang muncul ketika meteoroid melaju dengan kecepatan supersonik sebelum akhirnya melambat.
Lintasan Meteor Diperkirakan Capai 400 Kilometer
Berdasarkan analisis awal terhadap data yang tersedia, Marufin memperkirakan meteoroid tersebut memiliki diameter sekitar satu meter. Benda langit itu diduga melintas dari arah timur laut menuju barat daya sekitar pukul 21.40 WIB.
Lintasan meteor diperkirakan membentang sekitar 400 kilometer dan dapat diamati dari wilayah utara Yogyakarta hingga Cirebon. Meski terlihat sangat terang, meteoroid tersebut tidak pernah mencapai permukaan Bumi.
Menurutnya, benda langit itu hancur sepenuhnya pada ketinggian sekitar 46 hingga 48 kilometer akibat panas ekstrem yang muncul saat memasuki atmosfer. Marufin juga menduga meteoroid tersebut berasal dari pecahan asteroid dekat-Bumi kelas Apollo yang mengelilingi Matahari dengan periode sekitar 0,94 tahun.
Fenomena Menarik, Tetapi Ternyata Bukan Peristiwa Langka
Banyak orang mengira kemunculan meteor hijau merupakan fenomena yang sangat langka. Namun, penjelasan para astronom menunjukkan kenyataan yang berbeda.
Marufin mengatakan bahwa peristiwa meteor superterang seperti ini secara statistik terjadi rata-rata setiap 26 hari sekali di Bumi. Hanya saja, sebagian besar tidak terlihat karena melintas di wilayah lautan, terjadi pada siang hari, atau tidak terekam kamera.
Karena itu, kemunculan cahaya hijau di langit Yogyakarta lebih tepat disebut sebagai fenomena alam yang menarik daripada kejadian luar biasa. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa langit Bumi terus dilintasi berbagai benda antariksa setiap saat.
Berkat rekaman video yang viral dan penjelasan para pakar, masyarakat kini dapat memahami bahwa warna hijau pada meteor berasal dari proses ilmiah, bukan pertanda atau fenomena mistis seperti yang sempat beredar di media sosial.