HP korban dipakai untuk video call dengan keluarga usai penembakan tiga ASN Jayawijaya. Polisi kini mengidentifikasi 2 terduga KKB.
Kasus penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memasuki perkembangan baru setelah aparat mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Identifikasi itu dilakukan setelah muncul rekaman video call dengan keluarga salah satu korban yang diduga menggunakan ponsel milik korban.
Untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, kamu dapat melanjutkan penelusuran mengenai video call menggunakan HP korban, penembakan tiga ASN Jayawijaya, serta identifikasi dua terduga KKB, hanya di KEPPO INDONESIA.
Penembakan Tiga ASN Jayawijaya
Peristiwa penembakan terjadi pada Rabu, 9 September 2026, di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas ketika menjalankan perjalanan dinas untuk meninjau kegiatan cetak sawah.
Sebanyak Tiga Pegawai Gugur Saat Bertugas
Tiga korban dalam kejadian tersebut yakni Wili Mbuik, Aprida Rapi, dan Alfonsius Albinus Meha. Mereka menjadi korban serangan ketika sedang menjalankan tugas pemerintahan di wilayah tersebut.
Kejadian itu kemudian membuat aparat gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengejar kelompok yang diduga berada di balik penembakan.
Aparat Temukan Barang Bukti
Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa selongsong peluru. Polisi juga memperoleh informasi bahwa kelompok penyerang diduga berjumlah sekitar delapan orang dan membawa senjata api laras panjang.
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya kemudian memperkuat pengejaran untuk mengungkap identitas seluruh anggota kelompok yang diduga terlibat.
HP Wili Dipakai untuk Video Call
Perkembangan kasus menjadi sorotan setelah keluarga Wili Mbuik menerima panggilan video dari pihak yang diduga berada di balik penembakan. Panggilan tersebut diduga menggunakan ponsel milik Wili setelah korban tewas.
Keluarga Menerima Panggilan
Dalam rekaman yang beredar, keluarga korban terlihat berkomunikasi dengan pria yang diduga sebagai anggota kelompok bersenjata. Keluarga sempat mempertanyakan alasan Wili ditembak dan meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut.
Penggunaan ponsel korban dalam komunikasi itu membuat keluarga semakin terpukul. Aparat kemudian mendalami rekaman tersebut sebagai bagian dari penyelidikan kasus penembakan.
Rekaman Jadi Petunjuk Polisi
Satgas Operasi Damai Cartenz menelusuri rekaman video call yang beredar. Aparat kemudian mencocokkan ciri-ciri orang yang terlihat dalam video dengan data yang telah dimiliki kepolisian.
Dari proses tersebut, dua orang berinisial PN dan KT berhasil diidentifikasi. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok bersenjata Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
PN dan KT Masuk Daftar Pencarian Orang
Aparat menyebut PN dan KT bukan nama baru dalam penyelidikan kasus kekerasan di Papua. Keduanya telah masuk daftar pencarian orang atau DPO kepolisian terkait sejumlah perkara.
Diduga Terlibat Kasus Kekerasan
Menurut keterangan Satgas, PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan penembakan dua warga sipil saat Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya pada Agustus 2026.
Keduanya juga disebut memiliki keterkaitan dengan perkara penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, yang terjadi di Kabupaten Nduga pada 2023.
Aparat Masih Melakukan Pengejaran
Meski dua orang telah teridentifikasi, aparat masih harus memastikan peran masing-masing dalam penembakan tiga ASN tersebut. Polisi juga terus memburu anggota kelompok lain yang diduga terlibat dalam serangan.
Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif penembakan dan keberadaan para terduga pelaku lainnya.
Baca Juga:Â Persija vs Persib di SUGBK, El Clasico Indonesia Kembali Setelah 7 Tahun
Kasus Masih Didalami Aparat
Rekaman video call menjadi salah satu perkembangan penting dalam pengungkapan kasus ini. Namun, isi rekaman dan dugaan keterlibatan setiap orang tetap harus diproses melalui penyelidikan aparat.
Identitas Dua Orang Telah Dikantongi
Aparat kini telah mengantongi identitas PN dan KT berdasarkan pencocokan rekaman dengan data yang dimiliki. Keduanya masih dalam pengejaran dan belum ditangkap dalam perkembangan terakhir yang diberitakan.
Keluarga Korban Menunggu Kepastian
Keluarga korban masih menghadapi duka setelah kehilangan tiga pegawai yang meninggal ketika menjalankan tugas. Pengungkapan kasus diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.
Aparat terus melakukan pengejaran sekaligus mengumpulkan bukti untuk memperkuat proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tiga ASN Jayawijaya tersebut.
Kesimpulan
Kasus penembakan tiga ASN Jayawijaya mendapat perkembangan baru setelah rekaman video call dari ponsel korban membantu aparat mengidentifikasi dua orang berinisial PN dan KT. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok bersenjata yang masuk DPO dan kini masih diburu aparat. Polisi juga masih mendalami keterlibatan anggota kelompok lainnya serta motif di balik penembakan tersebut.
Yuk, lihat lebih jauh informasi terbaru seputar penembakan ASN Jayawijaya, perkembangan pengejaran terduga KKB, dan berbagai peristiwa kriminal yang menjadi perhatian publik, hanya di KEPPO INDONESIA.