Program MBG di Berastagi, Karo, menjadi sorotan setelah 279 pelajar mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan, hingga Kepala SPPG dicopot dan dapur disegel.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah tegas. BGN mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dan menyegel dapur MBG di lokasi.
Data Dinas Kesehatan Sumatra Utara mencatat 279 pelajar dari tiga sekolah mengalami gangguan kesehatan. Mereka mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah kejadian tersebut.
279 Pelajar Berastagi Mengalami Gangguan Kesehatan
Kasus ini melibatkan pelajar dari tiga sekolah di Berastagi. Mereka berasal dari SMP Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama, dan SMAN 1 Berastagi.
Para siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah pelajar kemudian membutuhkan perawatan medis.
Petugas membawa sebagian siswa ke RSU Kabanjahe, RS Efarina, dan RS Amanda. Pemerintah terus memantau kondisi para pelajar yang terdampak.
Jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan membuat kasus ini mendapat perhatian serius. BGN pun meminta seluruh pihak memperketat pengawasan dalam penyediaan makanan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan administratif. BGN mencopot Kepala SPPG yang bertanggung jawab atas layanan di lokasi tersebut.
Selain pencopotan, BGN juga menyegel dapur operasional MBG di Berastagi. Langkah itu menjadi bagian dari respons awal terhadap dugaan keracunan.
Sudaryono menilai insiden tersebut menjadi peringatan bagi seluruh pengelola program MBG. Setiap tahapan penyediaan makanan membutuhkan pengawasan yang ketat.
“Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius,” ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Bukan Konten Biasa? Usus Buntu Dikaitkan Black Campaign, Kemenkes RI Ditantang Usut Tuntas
BGN Cari Tahu Penyebab Gangguan Kesehatan
BGN tidak langsung menyimpulkan penyebab gangguan kesehatan para siswa. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.
BGN bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo dalam penanganan kasus tersebut. Tim juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Petugas memeriksa sisa lauk pauk yang masih tersedia. Pemeriksaan itu bertujuan mencari tahu apakah makanan tersebut berkaitan dengan gangguan kesehatan para pelajar.
Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk mengetahui sumber masalah. Karena itu, BGN meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan.
Dapur MBG Ternyata Sudah Punya Sertifikat Higiene
Dapur MBG di Berastagi sebelumnya sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Namun, sertifikat tersebut tidak membuat pemerintah mengabaikan dugaan masalah yang muncul.
BGN tetap melakukan evaluasi setelah ratusan siswa mengalami gangguan kesehatan. Pemerintah perlu memastikan seluruh proses pengolahan makanan memenuhi standar keamanan.
Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, penyimpanan, hingga distribusi makanan perlu mendapat perhatian. Kesalahan pada satu tahapan saja dapat menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.
Karena itu, penyegelan dapur memberi ruang bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Operasional dapat kembali berjalan setelah pihak terkait memastikan seluruh aspek keamanan makanan.
Sudaryono Minta Siswa Segera Pulih
Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada para siswa dan keluarga yang terdampak. Ia berharap seluruh pelajar segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Jangan menunggu masalah membesar untuk memperketat pengawasan. Kami minta maaf. Lekas sembuh,” kata Sudaryono.
Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting. Pemerintah daerah ikut membantu proses penanganan dan pemeriksaan di lapangan.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut program makanan bagi pelajar. Pemerintah perlu memastikan makanan yang sampai ke sekolah benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Sampai saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. BGN bersama Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Karo terus menelusuri sampel sisa makanan untuk menemukan sumber masalah.