Kasus dugaan penyalahgunaan teknologi deepfake yang melibatkan mahasiswi di Kalimantan Barat viral dan memicu keresahan publik luas.
Kasus dugaan deepfake vulgar yang menyeret seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura di Pontianak, Kalimantan Barat, menyedot perhatian publik pada pertengahan Mei 2026. Pihak kampus akhirnya turun tangan dan memproses terlapor setelah kasus ini viral di media sosial serta memunculkan keresahan di kalangan korban.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kasus Terbongkar
Dugaan kasus ini mencuat setelah sejumlah perempuan mengaku foto mereka diedit menjadi konten vulgar menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Peristiwa tersebut pertama kali terungkap dari lingkungan kampus, ketika teman sekelas terlapor meminjam ponselnya untuk keperluan dokumentasi praktikum.
Saat galeri ponsel dibuka, mereka menemukan banyak foto perempuan yang telah dimanipulasi menjadi gambar tidak senonoh. Temuan itu memicu reaksi keras karena korban tidak hanya berasal dari kampus yang sama, tetapi juga teman semasa SMA hingga mahasiswa dari luar Kalbar.
Kasus ini lalu menyebar luas di media sosial dan memancing perhatian publik. Banyak warganet mengecam penyalahgunaan teknologi AI yang digunakan untuk merendahkan martabat perempuan dan merusak rasa aman di lingkungan pendidikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Suara Korban
Salah satu korban berinisial S mengaku kecewa karena belum ada kejelasan tegas terkait langkah terhadap terlapor. Ia menilai lambatnya respons kampus membuat korban merasa belum mendapatkan perlindungan yang semestinya.
Korban lain juga menuntut agar kasus ini tidak berhenti pada klarifikasi internal. Bagi mereka, tindakan manipulasi digital yang bersifat vulgar tidak bisa dianggap ringan karena berdampak langsung pada kehormatan dan kondisi psikologis korban.
Sorotan publik pun semakin besar karena para korban disebut datang dari berbagai lingkar pergaulan pelaku. Fakta itu memperkuat dugaan bahwa penyalahgunaan gambar dilakukan secara berulang dan menyasar banyak perempuan tanpa izin.
Baca Juga: Geger Dunia! Ini Isi Kesepakatan Mengejutkan Trump Dan Xi Jinping
Langkah Kampus
Universitas Tanjungpura kemudian mengambil langkah dengan menghentikan sementara aktivitas perkuliahan terlapor. Keputusan itu diambil oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi sebagai bagian dari proses investigasi.
Ketua Satgas PPKPT Untan, Emilya Kalsum, menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang aman bagi korban dan terlapor selama pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, penanganan kasus masih berjalan dan belum bisa diumumkan seluruh hasil pendataannya.
Kampus juga menghentikan sementara perkuliahan satu angkatan yang terkait dengan kasus itu. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pihak universitas memilih menenangkan situasi sambil mendalami fakta, sekaligus mencegah munculnya tekanan baru terhadap para korban.
Dampak dan Proses Lanjut
Kasus deepfake ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi bisa berubah menjadi ancaman bila disalahgunakan. AI yang seharusnya mempermudah pembelajaran dan kreativitas justru dipakai untuk melecehkan orang lain secara digital.
Penanganan oleh kampus dinilai menjadi langkah awal, tetapi publik masih menunggu proses yang lebih transparan. Banyak pihak menilai kasus seperti ini harus ditangani serius agar tidak menjadi preseden buruk di lingkungan perguruan tinggi.
Ke depan, kasus ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan korban, etika digital, dan tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari dunia akademik. Di Kalbar, viralnya perkara ini sudah cukup untuk membuka mata bahwa kekerasan berbasis teknologi bisa terjadi di mana saja.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari kalderanews.com
Gambar Kedua dari malanghits.pikiran-rakyat.com