Puluhan anak di Purworejo mengalami diare dan sakit perut usai menyantap makanan MBG di Desa Guntur dan Nglaris, Kecamatan Bener, Jawa Tengah. Kasus diselidiki.
Warga mulai merasakan gangguan kesehatan setelah makanan MBG dikonsumsi pada Kamis (17/9/2026). Kondisi itu kemudian dilaporkan kepada pihak dapur penyedia makanan untuk mendapat penanganan.
Sejumlah anak sudah menerima obat oralit. Namun, beberapa warga masih mengeluhkan diare dan pusing hingga Jumat. Kondisi tersebut membuat dugaan masalah pada makanan MBG ikut mendapat perhatian warga setempat. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Keluhan Muncul Setelah Anak Menyantap Makanan MBG
Ketua RW 5 Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Tri Indrayatno, mengatakan makanan MBG pada Kamis lalu dibagikan kepada sejumlah penerima. Di antaranya siswa MI Guntur, peserta posyandu, ibu hamil, serta anak balita.
Menurut Tri, keluhan kesehatan mulai muncul setelah warga mengonsumsi makanan tersebut. Petugas posyandu kemudian menghubungi dapur penyedia untuk menyampaikan laporan mengenai kondisi warga.
Lebih dari 20 anak dari tingkat MI dan TK di Desa Guntur disebut mengalami diare. Keluhan yang muncul tidak hanya berupa mencret, tetapi juga disertai sakit perut dan pusing.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Oralit Diberikan untuk Membantu Kondisi Anak
Pihak dapur MBG memberikan oralit kepada warga yang mengalami diare. Sebagian anak menunjukkan kondisi yang membaik setelah mengonsumsi oralit, tetapi beberapa lainnya masih merasakan keluhan.
Tri menyebut sebagian warga memilih membeli obat sendiri di warung karena gejala belum sepenuhnya hilang. Hingga saat ini, belum ada laporan warga dari wilayah tersebut yang harus menjalani rawat inap akibat keluhan tersebut.
Penanganan awal menjadi penting karena diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Anak-anak juga lebih membutuhkan perhatian ketika frekuensi buang air meningkat dan muncul keluhan lain seperti pusing atau lemas.
Baca Juga:Â Viral di Pesawat Denpasar-Jakarta, Aksi Dugaan WNA Ambil Barang Penumpang Terekam Kamera
Desa Nglaris Juga Melaporkan Keluhan Serupa
Keluhan kesehatan ternyata tidak hanya terjadi di Desa Guntur. Warga Desa Nglaris juga melaporkan kondisi serupa setelah menerima makanan MBG.
Salah satu anak bahkan mengalami diare berulang kali sejak Jumat tengah malam hingga Sabtu pagi. Kondisi tersebut membuat petugas dari pihak MBG datang untuk melihat keadaan anak tersebut.
Tri juga mendapat laporan bahwa tiga orang dalam satu rumah di wilayahnya mengalami diare. Situasi itu menambah perhatian warga terhadap kemungkinan adanya kaitan antara makanan yang dikonsumsi dan keluhan kesehatan yang muncul.
Jumlah Warga yang Mengalami Keluhan Masih Didata
Jumlah pasti penerima MBG yang mengalami gangguan kesehatan masih belum diketahui. Data yang tersedia baru mencatat lebih dari 20 anak dari MI dan TK di Desa Guntur mengalami diare.
Sementara itu, jumlah lansia dan ibu hamil yang menerima makanan tersebut sekaligus mengalami keluhan belum diketahui secara pasti. Warga berharap pendataan dapat dilakukan secara menyeluruh agar kondisi setiap penerima bisa dipantau.
Informasi mengenai warga Desa Nglaris yang mengalami diare juga masih berkembang. Petugas perlu mengumpulkan data dari masing-masing keluarga untuk mengetahui jumlah kasus secara lebih jelas.
Dugaan Keracunan MBG Masih Perlu Pemeriksaan
Munculnya diare setelah konsumsi makanan MBG membuat dugaan keracunan menjadi perhatian. Namun, penyebab pasti keluhan tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut dan tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya gejala.
Pemeriksaan terhadap makanan, kondisi kesehatan penerima, serta faktor lain yang mungkin memicu diare dapat membantu mencari penyebabnya. Warga juga perlu segera mencari pertolongan medis jika diare terus berlangsung, tubuh terasa sangat lemas, sulit minum, atau muncul tanda kekurangan cairan.
Kasus di Desa Guntur dan Desa Nglaris kini menjadi perhatian karena menyangkut anak-anak serta kelompok penerima MBG lainnya. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab keluhan dan memastikan langkah penanganan yang tepat bagi warga terdampak.