Bencana banjir dan longsor di Aceh terus menelan korban, jumlah tewas kini 345 orang, dengan 174 masih hilang.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh terus menyisakan duka mendalam. Hingga Jumat, 5 Desember 2025, angka korban meninggal dunia terus bertambah, sementara ratusan jiwa masih dalam pencarian. Kondisi ini mencerminkan betapa parahnya dampak bencana alam yang melanda Serambi Mekkah, membutuhkan respons cepat dan berkelanjutan dari berbagai pihak.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
Angka Korban Terus Bertambah, Pencarian Belum Usai
Tim SAR gabungan kembali menemukan 20 jenazah korban banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh. Penemuan ini menambah daftar panjang korban meninggal dunia, yang kini mencapai 345 orang. Setiap penemuan baru membawa kesedihan mendalam bagi keluarga yang berharap adanya mukjizat.
Sementara itu, 174 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang, memicu kekhawatiran dan ketidakpastian. Proses pencarian terus diintensifkan di area-area terdampak, meskipun tantangan di lapangan sangat berat. Tim SAR bekerja tanpa henti, menghadapi medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak menentu, demi menemukan mereka yang masih terperangkap.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Kebencanaan BNPB, dalam konferensi pers, merinci sebaran penemuan jenazah. Sebanyak 20 jasad berasal dari Aceh Tamiang, enam dari Aceh Utara, sembilan dari Aceh Timur, dan empat dari Pidie Jaya. Angka pengungsi juga masih tinggi, mencapai 775.346 jiwa yang tersebar di berbagai titik evakuasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Akses Darat Terbuka Bertahap, Logistik Mulai Mengalir
Setelah sempat lumpuh total, sebagian besar jalur darat di Aceh kini mulai bisa dilalui secara perlahan. Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama keras untuk membersihkan material longsor dan lumpur yang menutupi jalan. Upaya ini sangat krusial untuk mempercepat distribusi bantuan dan logistik ke daerah-daerah terisolir.
Jalur Pidie Jaya–Bireuen, misalnya, meski masih terkendala di Jembatan Meureudu, sudah memiliki jalur alternatif. Pengguna jalan diimbau berhati-hati saat melintasi Jembatan Batee Iliek karena masih banyak genangan dan lumpur sisa banjir. Pemulihan infrastruktur jalan menjadi kunci utama pemulihan wilayah terdampak.
Beberapa ruas jalan lain juga menunjukkan progres positif, seperti akses Aceh Utara–Aceh Timur yang sudah bisa dilalui, meskipun ada beberapa titik masih terhambat material banjir. Jalur Aceh Utara–Bener Meriah via KKA sudah tembus hingga KM 60, menyisakan 22 km lagi menuju pusat Bener Meriah.
Baca Juga: Ancaman Longsor dan Banjir di Sumater, Hutan Alam Harus Dikembalikan
Operasi Modifikasi Cuaca Dan Distribusi Energi

BNPB terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Aceh sejak 28 November. Tujuan utama operasi ini adalah untuk menjaga kondisi cuaca tetap kondusif, mengurangi intensitas hujan agar upaya penanganan bencana di lapangan bisa berjalan optimal. OMC melibatkan BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara.
Keberhasilan OMC sangat penting agar tim di lapangan dapat lebih leluasa melakukan pembukaan akses darat, pembangunan jembatan darurat, operasi pencarian, dan pembersihan material bencana. Langkah ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memitigasi dampak cuaca buruk.
Selain itu, Pertamina juga telah memulai penyaluran BBM menggunakan pesawat perintis ke Bener Meriah dan Aceh Tengah. Pengiriman awal sebanyak 1.000 liter biosolar dan 1.000 liter pertalite ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas tim gabungan dan membantu masyarakat di dua wilayah yang masih terisolir.
Dukungan Alutsista Dan Harapan Pemulihan
Dalam upaya distribusi logistik, BNPB mengerahkan 18 unit alutsista dan tiga kapal. Armada ini tidak hanya menyasar pusat kota dan kabupaten, tetapi juga langsung menjangkau kantong-kantong warga terdampak. Pendekatan ini memastikan bantuan tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Progres signifikan pembukaan akses jalan dan jalur transportasi dalam dua hari terakhir memberikan harapan baru. Meskipun hujan intensitas sedang sempat turun, diharapkan tidak mengganggu arus distribusi logistik yang telah direncanakan dengan matang. Pemulihan aksesibilitas menjadi prioritas utama untuk mempercepat rekonstruksi.
Seluruh upaya ini menunjukkan sinergi kuat antara berbagai lembaga dan elemen masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan terus berjalannya operasi pencarian, pemulihan infrastruktur, dan dukungan logistik, diharapkan Aceh dapat segera bangkit dari keterpurukan dan memulai fase pemulihan yang lebih baik.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari harianrakyataceh.com
- Gambar Kedua dari penanews.co.id