Jepang mengirim unit bantuan bencana JSDF ke Indonesia untuk membantu menangani karhutla di Kalimantan, setelah pemerintah Jepang memutuskan pengerahan pada 28 Agustus 2026.
Jepang Kirim Kapal JS Kunisaki ke Indonesia
Bantuan Jepang mencakup kapal angkut amfibi JS Kunisaki. Kapal tersebut membawa tiga unit helikopter angkut berat CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force.
Sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang juga ikut dalam pengerahan tersebut. Mereka akan bertolak menuju Indonesia setelah seluruh persiapan teknis selesai.
Helikopter CH-47 memiliki kemampuan mengangkut personel dan berbagai perlengkapan dalam jumlah besar. Kehadiran tiga unit helikopter itu diharapkan dapat membantu memperkuat operasi udara selama penanganan kebakaran berlangsung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Karhutla Kalimantan Jadi Perhatian Serius
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan membutuhkan penanganan cepat karena kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Pola El Nino yang menguat turut memperpanjang kondisi kering di sejumlah wilayah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat luas lahan terbakar di Kalimantan Barat mencapai 38.310,89 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan yang harus pemerintah hadapi selama musim kemarau.
Selain Kalimantan Barat, sejumlah daerah lain juga menghadapi peningkatan titik panas. Kondisi ini membuat pemerintah perlu memperkuat pemantauan serta mempercepat respons ketika muncul titik api baru.
Baca Juga:Â Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp401 Miliar dari Kasus Korupsi Nikel PT CNI
Kabut Asap Meluas hingga Negara Tetangga
Dampak karhutla tidak hanya terasa di wilayah yang mengalami kebakaran. Kabut asap juga sempat menyebar hingga Malaysia dan Brunei sehingga menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Di Palangka Raya, kualitas udara sempat mencapai tingkat yang mengkhawatirkan pada Kamis (27/8/2026). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebakaran lahan dapat memberikan dampak langsung terhadap kesehatan dan kegiatan sehari-hari warga.
Di Sarawak, Malaysia, kabut asap bahkan mendorong penutupan sementara hampir 600 sekolah. Kondisi itu mengganggu kegiatan belajar sekitar 200.000 murid.
Indonesia Perkuat Operasi Pemadaman
Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengerahkan ribuan personel untuk menangani karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Tim darat bekerja bersama unsur lain untuk mencari titik api dan mencegah kebakaran meluas.
Presiden Prabowo Subianto juga meninjau sejumlah wilayah terdampak di Kalimantan Tengah dan Sumatra. Ia meminta penambahan helikopter water bombing agar petugas dapat mempercepat pemadaman dari udara.
Kementerian Perhubungan turut membuka ruang bagi bantuan internasional. Sebanyak 35 pesawat terdaftar asing mendapat izin untuk beroperasi dalam upaya membantu pemadaman karhutla di Indonesia.
Kerja Sama Jepang dan Indonesia Makin Dekat
Pengerahan JS Kunisaki dan helikopter CH-47 juga berkaitan dengan kerja sama pertahanan Indonesia dan Jepang. Kedua negara menandatangani kesepakatan pada Mei 2026 untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Indonesia dan Jepang sama-sama memiliki pengalaman menghadapi berbagai bencana alam. Karena itu, kerja sama dalam bidang kemanusiaan menjadi salah satu ruang yang terus kedua negara kembangkan.
Dalam misi kali ini, armada Jepang akan membantu operasi penanganan karhutla dengan tetap mengikuti koordinasi dan kendali otoritas Indonesia. Kehadiran personel, kapal, dan helikopter Jepang diharapkan dapat menambah kekuatan operasi ketika Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang cukup luas.