Massa AMPB datang ke DPR untuk menyampaikan aspirasi, namun kecewa karena tak bertemu Puan Maharani secara langsung dan akhirnya diterima pimpinan DPR lainnya.
Massa akhirnya diterima sejumlah pimpinan DPR, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa di ruang Abdul Muis. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi perwakilan massa untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta DPR mendengar suara mereka. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Botok dkk Datang dari Jauh, Minta DPR Dengarkan Aspirasi
Perwakilan AMPB Teguh Istiyanto menekankan bahwa massa yang berkumpul di depan gedung parlemen bukan sekadar kelompok aktivis. Menurutnya, mereka datang membawa aspirasi masyarakat dan menempuh perjalanan jauh untuk bisa menyampaikan suara secara langsung.
Teguh bahkan meminta pimpinan DPR tidak mengabaikan massa yang sudah hadir. Ia berharap perwakilan masyarakat tersebut tetap mendapat kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan tuntutan kepada pimpinan DPR.
Selain berasal dari Pati, massa juga datang dari sejumlah daerah lain seperti Surabaya dan Bali. Jarak yang mereka tempuh menjadi alasan Teguh meminta pimpinan DPR memberikan perhatian lebih terhadap kedatangan mereka.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Puan Dipertanyakan karena Tak Terlihat di Awal Paripurna
Kekecewaan semakin terasa ketika massa mengetahui Puan Maharani tidak terlihat dalam agenda awal rapat paripurna. Saat itu, DPR tengah menyampaikan perkembangan pembahasan RUU Perampasan Aset yang disampaikan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman.
Teguh mempertanyakan alasan ketidakhadiran Puan dalam momen tersebut. Ia menilai pembahasan agenda penting di DPR semestinya mendapat perhatian penuh dari seluruh pimpinan, terutama ketika masyarakat datang membawa aspirasi.
Menurut Teguh, kehadiran pimpinan DPR menjadi simbol bahwa suara masyarakat mendapat tempat dalam proses kerja parlemen. Karena itu, ia meminta agar para anggota Dewan lebih aktif mengikuti agenda penting yang berkaitan dengan kepentingan negara.
Baca Juga:Â 27 Agustus, Mahasiswa Turun ke DPR Bawa 5 Tuntutan: MBG, Pajak hingga Korupsi
Puan Ternyata Hadir Saat Agenda Berikutnya
Puan sebenarnya hadir dalam rangkaian rapat paripurna pada agenda berikutnya. Sekitar pukul 11.15 WIB, Puan ikut memimpin pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan terkait RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.
Pada momen tersebut, Puan memimpin rapat bersama Wakil Ketua DPR Sari Yuliati. Sementara itu, Dasco, Saan, dan Cucun menjalankan tugas lain, termasuk menerima massa AMPB di ruang Abdul Muis.
Situasi itu menunjukkan bahwa pimpinan DPR membagi tugas dalam menjalankan agenda pada hari tersebut. Namun, pembagian tugas tersebut tetap menjadi sorotan massa karena mereka berharap bisa bertemu langsung dengan Ketua DPR.
Puan Ungkap Alasan Tak Hadir di Awal Rapat
Usai rapat paripurna, Puan memberikan penjelasan kepada wartawan parlemen. Ia mengatakan pimpinan DPR memang memiliki pembagian tugas sehingga tidak semua pimpinan berada dalam agenda yang sama pada waktu bersamaan.
Puan menjelaskan bahwa sebelum memimpin rapat bersama Sari, dirinya mengikuti pertemuan lain. Pada saat yang sama, Dasco, Saan, dan Cucun menjalankan tugas menerima masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.
Menurut Puan, DPR memiliki satu ketua dan empat wakil ketua dengan tugas yang terbagi. Karena itu, masing-masing pimpinan dapat menjalankan agenda berbeda sesuai tanggung jawab yang mereka pegang.
Anggota DPR Turun Temui Massa di Depan Gedung
Selain pertemuan di ruang Abdul Muis, sejumlah anggota DPR juga menemui massa AMPB di depan kompleks parlemen. Beberapa anggota Dewan bahkan naik ke mobil komando untuk berbicara langsung dengan massa.
Langkah tersebut membuat komunikasi antara massa dan anggota DPR tetap berjalan meski Botok dkk tidak bertemu langsung dengan Puan Maharani. Peristiwa ini pun menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi masyarakat di kompleks parlemen.
Bagi massa AMPB, persoalan utama bukan hanya soal siapa yang menerima mereka, tetapi juga bagaimana aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius. Sementara dari sisi DPR, pembagian tugas pimpinan menjadi alasan mengapa tidak semua pimpinan dapat berada di satu agenda pada waktu yang sama.