Megawati Soekarnoputri berdialog dengan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta dan ilmuwan dunia, menyoroti bencana di Indonesia serta dampak perubahan iklim.
Pertemuan berlangsung di gedung Megawati Institute, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026). Megawati mengawali pembicaraan dengan menggambarkan perubahan besar yang terjadi di dunia akibat pemanasan global. Menurutnya, perubahan iklim kini semakin terasa dan membutuhkan perhatian serius. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Megawati Sebut Indonesia Sedang Berduka
Dalam kesempatan tersebut, Megawati mengatakan Indonesia tengah menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan. Ia menyinggung sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk gempa dan banjir.
Megawati menyampaikan hal tersebut di hadapan José Ramos-Horta serta para ilmuwan yang hadir. Menurutnya, berbagai kejadian alam tersebut menjadi bagian dari persoalan lingkungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim membawa dampak luas terhadap kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan, ancaman terhadap keanekaragaman hayati, hingga perubahan kondisi alam menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perubahan Iklim Makin Terasa di Indonesia
Megawati menilai dunia saat ini bergerak dalam kondisi yang berubah sangat cepat. Karena itu, perhatian terhadap global warming menurutnya tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang akademis saja.
Ia mengatakan perubahan iklim sudah memberikan dampak nyata terhadap lingkungan. Kondisi tersebut juga dapat mengancam kehidupan manusia dan berbagai jenis makhluk hidup yang bergantung pada keseimbangan alam.
Bagi Megawati, Indonesia memiliki sejumlah wilayah yang dapat menjadi contoh perubahan kondisi lingkungan. Fenomena alam yang terjadi di Papua menjadi salah satu hal yang ia soroti dalam pertemuan tersebut.
Baca Juga: Rasa Kepo Berujung Maut, Ini Kronologi Pelajar Tewas Dibacok di Kotabaru Jogja
Salju di Papua Ikut Jadi Sorotan
Megawati turut membahas fenomena salju di Papua yang menurutnya menjadi anomali dan perlu mendapat perhatian. Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan perubahan lingkungan yang berlangsung di kawasan pegunungan.
Ia kemudian menyinggung Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya yang selama ini dikenal memiliki lapisan es. Menurut Megawati, es di kawasan tersebut terus mengalami pencairan.
Megawati mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengirim tim untuk meneliti kondisi tersebut. Ia menyebut hasil pengamatan terhadap pencairan es di kawasan Puncak Jaya menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Dalam pernyataannya, Megawati juga memperkirakan pencairan dapat berlangsung semakin cepat. Ia bahkan menyebut kemungkinan es di gunung tersebut akan hilang dalam beberapa tahun ke depan.
Puncak Jaya dan Aktivitas Pertambangan
Dalam pembahasan itu, Megawati turut mengaitkan kondisi Puncak Jaya dengan aktivitas pertambangan di wilayah Papua. Ia menyebut keberadaan PT Freeport Indonesia yang melakukan kegiatan pertambangan tembaga di kawasan tersebut.
Pembahasan mengenai Puncak Jaya menjadi bagian dari perhatian Megawati terhadap hubungan antara lingkungan, sumber daya alam, dan aktivitas manusia. Menurutnya, perubahan yang terjadi di alam membutuhkan penelitian yang lebih serius agar pemerintah dan masyarakat dapat memahami dampaknya.
Ia juga menilai ilmuwan memiliki peran penting dalam memberikan penjelasan berdasarkan penelitian dan ilmu pengetahuan. Dengan begitu, kebijakan terkait lingkungan tidak hanya mengandalkan perkiraan, tetapi juga data yang kuat.
Megawati Dorong Ilmuwan Ikut Cari Solusi
Selain membahas iklim, Megawati menyinggung persoalan pangan yang menurutnya memiliki hubungan erat dengan geopolitik. Ia menilai persoalan pangan tidak berdiri sendiri karena dapat memengaruhi stabilitas dan hubungan antarnegara.
Karena itu, Megawati mendorong para ilmuwan dan penerima penghargaan bergengsi seperti Nobel serta Turing Award untuk ikut memberikan kontribusi terhadap persoalan dunia. Menurutnya, ilmu pengetahuan dan teknologi perlu mengambil peran dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Ia berharap para ilmuwan dapat berkontribusi dalam mencari solusi untuk perubahan iklim, pangan, lingkungan, hingga persoalan kemanusiaan. Bagi Megawati, kerja sama lintas negara dan bidang ilmu menjadi penting karena masalah tersebut tidak mengenal batas wilayah.
Pertemuan dengan José Ramos-Horta dan para ilmuwan tersebut pun menjadi ruang bagi Megawati untuk menyampaikan pandangannya mengenai kondisi Indonesia. Ia menekankan bahwa perubahan lingkungan yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian bersama sebelum dampaknya menjadi semakin sulit dikendalikan.