Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi, seiring penguatan dolar AS akibat sentimen global dan tekanan pasar keuangan.
Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi dan menembus level psikologis Rp17.600 per dolar AS. Pelemahan ini memicu perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah meningkatnya tekanan eksternal, terutama dari penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak dunia.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Tekanan Pasar Global
Pada Jumat pagi, rupiah terpantau melemah ke kisaran Rp17.603 per dolar AS berdasarkan pantauan platform Google Finance sekitar pukul 09.03 WIB. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan terakhir, sehingga pergerakan pagi itu menunjukkan tekanan yang cukup cepat.
Pelemahan rupiah tidak terjadi dalam ruang hampa. Pasar keuangan global sedang dipengaruhi sentimen risk off, yakni kondisi ketika investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan mata uang regional, termasuk rupiah. Ketika indeks dolar naik, mata uang negara berkembang biasanya ikut tertekan karena investor lebih memilih menahan dana dalam aset dolar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Geopolitik Timur Tengah
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga ikut menambah tekanan pada pasar. Konflik yang memanas di kawasan itu memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dan jalur logistik internasional, terutama yang berkaitan dengan Selat Hormuz.
Gangguan pada jalur distribusi energi membuat pasar merespons dengan hati-hati. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap mata uang negara pengimpor energi, termasuk rupiah.
Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar cenderung memasang posisi aman sambil menunggu kejelasan arah perkembangan konflik. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat dan rupiah kehilangan momentum untuk bertahan di level yang lebih kuat.
Baca Juga: Mencekam! Penumpang Wanita Tergelincir ke Rel di Manggarai, Suasana Stasiun Mendadak Panik
Harga Minyak Naik
Harga minyak dunia yang kembali naik menjadi perhatian penting karena Indonesia masih bergantung pada impor energi. Saat harga minyak meningkat, kebutuhan devisa untuk membayar impor ikut bertambah dan ini memperbesar tekanan pada rupiah.
Sejumlah analis menilai bahwa kenaikan minyak berkelindan dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Arus perdagangan dan logistik yang terganggu membuat pelaku pasar khawatir pasokan energi akan semakin ketat, sehingga harga bergerak naik.
Dalam jangka pendek, kondisi tersebut dapat memperlemah sentimen terhadap mata uang negara berkembang. Rupiah pun ikut bergerak turun karena investor melihat risiko eksternal masih dominan dibandingkan potensi penopang dari dalam negeri.
Prospek Rupiah
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah merupakan gabungan faktor eksternal dan internal. Dari luar negeri, penguatan dolar AS dan naiknya harga minyak memberi tekanan besar. Sedangkan dari dalam negeri, arus modal asing yang belum pulih juga menjadi penahan laju penguatan rupiah.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat yang masih solid ikut memperkecil peluang penurunan suku bunga The Federal Reserve dalam waktu dekat. Ekspektasi itu membuat dolar AS tetap kuat, karena pasar melihat imbal hasil aset dolar masih menarik.
Ke depan, pergerakan rupiah akan sangat bergantung pada arah sentimen global dan stabilitas geopolitik. Jika ketegangan Timur Tengah mereda dan dolar AS kembali terkoreksi, rupiah berpeluang memperoleh ruang pemulihan, meski pasar masih akan bergerak hati-hati.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari keppoid.com
Gambar Kedua dari liputan6.com