Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mencatat rekor baru, lebih dari 10 juta orang menggunakan angkutan umum di seluruh Indonesia.
Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencatat rekor mobilitas luar biasa. Kemenhub merilis data: lebih dari 10 juta orang memilih angkutan umum. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya dan menggambarkan dinamika pergerakan masyarakat Indonesia.
Berikut ini KEPPO INDONESIA akan bedah lebih dalam fenomena mobilitas Nataru, dari jumlah penumpang hingga imbauan keselamatan yang tak pernah lekang.
Lonjakan Penumpang Angkutan Umum Yang Signifikan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan bahwa sebanyak 10.117.847 orang telah melakukan perjalanan menggunakan angkutan umum selama periode H-7 hingga H+1 Natal 2025. Angka ini mencerminkan aktivitas perjalanan yang sangat tinggi di seluruh penjuru negeri. Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum.
Jumlah tersebut naik sekitar 4,85% dibandingkan dengan periode Nataru 2024/2025, yang mencatat 9.649.440 orang. Peningkatan ini menandakan adanya preferensi masyarakat yang semakin besar terhadap penggunaan transportasi publik. Ini juga mengindikasikan pemulihan dan peningkatan aktivitas ekonomi pasca-pandemi.
Ernita Titis Dewi, Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, menekankan bahwa di balik angka fantastis ini, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kemenhub terus menghimbau operator untuk meningkatkan pengawasan operasional demi kenyamanan penumpang. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Rincian Moda Transportasi Pilihan Masyarakat
Data akumulatif dari 18 Desember hingga 26 Desember 2025 (H-7 hingga H+1 Natal) menunjukkan distribusi penumpang yang beragam. Kereta api menjadi pilihan favorit dengan 3.526.380 orang. Angka ini menegaskan dominasi kereta api dalam mobilitas jarak menengah hingga jauh.
Angkutan udara menyusul dengan 2.460.518 penumpang, menunjukkan minat tinggi pada perjalanan lintas pulau atau antarprovinsi. Penyeberangan juga ramai dengan 1.731.248 orang, membuktikan peran vital konektivitas antar-pulau. Laut dan darat juga turut berkontribusi dalam pergerakan ini.
Angkutan darat, khususnya bus di terminal tipe A dan B, mengangkut 1.519.397 orang, sementara angkutan laut mencatat 880.304 penumpang. Rincian ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana masyarakat Indonesia memilih moda transportasi mereka selama liburan. Setiap moda memiliki perannya masing-masing.
Baca Juga: Truk Boks Muatan LPG Terguling di Tol Priok, Diduga Pecah Ban
Mobilitas Kendaraan Pribadi Dan Antisipasi Kepadatan
Selain angkutan umum, Posko Pusat Kemenhub juga memantau mobilitas kendaraan pribadi. Gerbang Tol Jakarta mencatat 1.582.977 unit kendaraan keluar dan 1.488.424 unit masuk dari H-7 hingga H+1 Natal. Ini menunjukkan arus mudik dan balik yang padat.
Gerbang Tol Jabodetabek dilintasi oleh 4.053.761 kendaraan, sementara gerbang Tol non-Jabodetabek mencapai 3.370.029 kendaraan. Angka-angka ini menggambarkan volume lalu lintas yang masif di jalan tol. Antisipasi kemacetan menjadi krusial.
Untuk mengantisipasi antrean, Surat Keputusan Bersama tentang manajemen lalu lintas telah diterbitkan. Pengaturan ini disesuaikan dengan kondisi jalan dan diskresi Korlantas Polri, bertujuan untuk mengurai kepadatan. Koordinasi yang baik sangat diperlukan.
Imbauan Keselamatan Dan Perhatian Cuaca Ekstrem
Kemenhub terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan dan arahan petugas di lapangan demi kelancaran perjalanan. Kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu sangat penting dalam menciptakan perjalanan yang aman. Kedisiplinan adalah kunci.
Dengan potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem, Kemenhub juga mengajak masyarakat untuk aktif memantau perkembangan cuaca. Penyesuaian rencana perjalanan menjadi krusial untuk menghindari potensi gangguan transportasi akibat faktor alam. Informasi cuaca harus selalu diperbarui.
Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan guna mengantisipasi segala kemungkinan. Bagi para pelancong, Kemenhub mengimbau untuk selalu berhati-hati, memperbarui informasi melalui nomor darurat atau media sosial, dan tidak ragu meminta bantuan petugas.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com