Antrean panjang SPBU Medan memicu isu mogok dan PHK sopir tangki BBM, Pertamina membantah kabar tersebut dan menjelaskan penyebab gangguan distribusi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar tersebut. Perusahaan memastikan tidak ada aksi mogok sopir maupun PHK massal yang menyebabkan gangguan distribusi bahan bakar. KEPPO INDONESIA akan mengulas fakta di balik antrean panjang SPBU Medan serta klarifikasi Pertamina terkait isu mogok dan PHK massal sopir tangki BBM.
Pertamina Pastikan Sopir Tangki Tidak Melakukan Aksi Mogok
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, membantah informasi yang beredar mengenai adanya mogok kerja para sopir mobil tangki BBM.
Menurutnya, operasional distribusi BBM tetap berjalan seperti biasa. Ia meminta masyarakat tidak langsung percaya terhadap informasi yang tersebar di media sosial tanpa mengetahui kondisi sebenarnya.
Sunardi menjelaskan, Pertamina memang melakukan pembenahan dalam manajemen transportasi. Namun, langkah tersebut tidak berkaitan dengan aksi mogok maupun penghentian kerja secara massal.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Ada Penyesuaian Kinerja Sopir, Bukan PHK Massal
Pertamina mengakui terdapat evaluasi terhadap sejumlah sopir mobil tangki. Namun, evaluasi tersebut bertujuan meningkatkan kualitas layanan distribusi BBM.
Sunardi menyebut beberapa sopir mendapatkan pembinaan karena kinerja mereka belum memenuhi standar operasional yang ditetapkan perusahaan. Penyesuaian itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem transportasi.
Ia menegaskan kondisi tersebut berbeda dengan isu PHK massal yang ramai dibicarakan. Pertamina tetap menjaga agar pelayanan distribusi BBM berjalan dengan baik.
Baca Juga:Â Trump Kembali Panaskan Konflik Iran, Surat ke Kongres AS Jadi Sinyal Perang Baru
Antrean SPBU Terjadi karena Penurunan Ritase Pengiriman
Sunardi menjelaskan antrean di sejumlah SPBU terjadi karena adanya penurunan ritase pengiriman mobil tangki. Artinya, jumlah perjalanan kendaraan pengangkut BBM sempat berkurang dibandingkan kondisi normal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina melakukan berbagai langkah tambahan. Perusahaan mendatangkan mobil tangki tambahan melalui sistem spot carter agar distribusi BBM kembali stabil.
Pertamina juga mendatangkan bantuan awak mobil tangki dari wilayah lain. Hingga saat ini, sebanyak 41 personel tambahan telah diperbantukan untuk mempercepat proses distribusi di wilayah Sumbagut.
Pertamina Gandeng TNI Percepat Distribusi BBM
Selain menambah armada dan tenaga pengemudi, Pertamina juga mendapatkan dukungan dari TNI. Bantuan tersebut berasal dari jajaran Bekang yang memiliki kemampuan mengoperasikan kendaraan.
Kehadiran personel tambahan membantu mempercepat perputaran mobil tangki dari depo menuju SPBU. Dengan begitu, proses pengiriman BBM dapat berjalan lebih cepat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Sunardi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan suplai BBM di sejumlah titik yang mengalami antrean.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying Saat Antrean Terjadi
Pertamina berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurut perusahaan, stok dan distribusi terus mendapatkan perhatian agar kondisi segera kembali normal.
Sunardi meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Ia juga mengajak warga mendapatkan informasi dari sumber resmi agar tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terbukti kebenarannya.
Dengan berbagai langkah tambahan yang dilakukan, Pertamina optimistis distribusi BBM di Medan dan wilayah Sumbagut dapat kembali berjalan lebih lancar. Pemerintah dan perusahaan terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.