Banjir berlumpur kembali menerjang Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, memicu kepanikan warga yang belum pulih dari bencana sebelumnya.
Air deras membawa lumpur masuk ke rumah-rumah, memaksa penduduk segera menyelamatkan diri. Warga kini berjibaku membersihkan sisa lumpur sekaligus berharap adanya perbaikan saluran air dan tanggul yang lebih efektif.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Kampung Mendale Kembali Diterjang Lumpur
Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, kembali diterjang banjir berlumpur pada Kamis sore (26/2/2026). Peristiwa ini datang saat warga setempat belum sepenuhnya pulih dari banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Dampak bencana sebelumnya masih meninggalkan trauma dan kerugian yang belum terselesaikan.
Sekitar 37 rumah dilaporkan rusak berat akibat bencana akhir tahun lalu. Warga yang baru berusaha membersihkan sisa lumpur harus menghadapi kenyataan pahit: air berlumpur kembali memasuki permukiman mereka. Situasi ini menambah beban fisik dan psikologis masyarakat, yang kini harus berjibaku menghadapi bencana secara berulang.
Kedatangan banjir baru ini membuat warga panik dan segera mengevakuasi diri ke tempat lebih aman. Air mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 16.00 WIB dan semakin deras dalam satu jam berikutnya. Kejadian ini menjadi peringatan nyata tentang kerentanan kampung di area rawan banjir dan longsor.
Lumpur Gunung Serbu Permukiman
Syaifullah, Reje Kampung Mendale, menyampaikan bahwa air datang cukup besar dari arah gunung. Material lumpur terbawa hujan deras dan masuk ke rumah-rumah warga, terutama di bagian bawah permukiman dekat jalan raya. Beberapa parit tersumbat tumpukan kayu sehingga aliran air tidak berjalan sesuai jalurnya, memicu banjir lebih parah.
Warga setempat terpaksa berjibaku menyelamatkan harta benda dan hewan ternak mereka. Aktivitas rutin seperti membersihkan sisa lumpur dari bencana sebelumnya harus dilakukan kembali. Meski banjir telah surut, dampaknya masih terlihat jelas di setiap sudut pemukiman: rumah-rumah kotor, jalan licin, dan akses yang terhambat.
Fenomena ini sebenarnya kerap terjadi setiap hujan deras melanda wilayah Kampung Mendale. Warga sudah terbiasa menghadapi aliran air yang deras, namun mereka berharap pemerintah atau pihak terkait bisa segera menanggulangi penyebab utama banjir, agar kerugian berulang dapat diminimalisir.
Baca Juga: Tragis! Hanya Karena Tak Menghadap, Nyawa Polisi Muda Ini Melayang di Tangan Senior!
Warga Sibuk Bersihkan Lumpur dan Rumah Rusak
Seusai banjir surut, warga kembali sibuk membersihkan lumpur yang menggenangi rumah mereka. Aktivitas ini meliputi menyapu lumpur, mengevakuasi barang berharga, hingga memperbaiki bagian rumah yang rusak. Proses pemulihan ini memakan waktu dan tenaga besar, apalagi bagi keluarga.
Kondisi ini membuat warga merasa kewalahan. Banjir bukan hanya merusak fisik rumah, tapi juga mempengaruhi psikologis masyarakat. Trauma akibat bencana sebelumnya masih membekas, dan kedatangan banjir baru kembali menghadirkan rasa takut dan ketidakpastian akan keselamatan keluarga.
Syaifullah menegaskan, upaya warga sebaiknya didukung dengan intervensi yang lebih sistematis. Membersihkan lumpur saja tidak cukup, sebab setiap hujan deras selalu berpotensi menimbulkan kerusakan yang sama. Warga membutuhkan solusi jangka panjang untuk menghindari kerugian yang berulang.
Harapan Solusi dan Perbaikan Infrastruktur
Warga Kampung Mendale berharap adanya perbaikan sistem saluran air yang lebih efektif. Saat ini, aliran air tidak terfokus ke tempat yang aman, sehingga lumpur selalu kembali masuk ke rumah-rumah setiap hujan deras. Syaifullah mengungkapkan, solusi ideal adalah mengarahkan air langsung ke danau atau saluran besar.
Selain itu, pembangunan parit dan tanggul yang memadai menjadi tuntutan warga agar banjir tidak lagi merusak pemukiman. Mereka juga berharap adanya pemeliharaan rutin agar sumbatan material seperti kayu dan sampah bisa diantisipasi sebelum hujan datang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari theacehpost.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com