Operasi besar Bareskrim Polri menggegerkan Jakarta Barat dengan penggerebekan markas judi online di Hayam Wuruk Plaza Tower pada 7 Mei 2026.
Sebanyak 321 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara Asia diamankan saat beroperasi. Dari jumlah itu, 275 orang ditetapkan tersangka dengan barang bukti melimpah. Aksi ini jadi pukulan telak bagi sindikat judi internasional yang selama ini sulit dibongkar.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Latar Belakang Operasi
Penggerebekan dipicu informasi masyarakat yang ditindaklanjuti Dittipidum Bareskrim Polri. Operasi melibatkan tim gabungan termasuk Divhubinter dan Brimob Polda Metro Jaya. Lokasi di lantai 20-21 gedung perkantoran Hayam Wuruk jadi pusat judi internasional. Tim khusus pantau lokasi berminggu-minggu sebelum eksekusi mendadak.
Para pelaku ternyata menyewa ruang itu untuk operasional murni, bukan tempat tinggal. Mereka tinggal di hunian sekitar tower. Aktivitas berlangsung dua bulan meski kontrak sewa satu tahun, tunjukkan jaringan terorganisir. Penyewaan dilakukan pakai nama samaran untuk hindari jejak.
Dirtipidum Brigjen Wira Satya Triputra konfirmasi pengungkapan ini wujud Asta Cita Presiden Prabowo. Polisi komit beri transparansi penuh kasus ini. Penyelidikan panjang akhirnya berbuah hasil besar. Masyarakat Jakarta Barat kaget gedung mewah jadi sarang kejahatan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Rincian Penangkapan
Total 321 WNA ditangkap tangan saat jalankan judi online. Rincian, 228 Vietnam, 57 China/Taiwan, 13 Myanmar, 11 Laos, 5 Thailand, 3 Kamboja, 3 Malaysia. Mereka operator aktif di lokasi. Sebagian besar berusia 20-30 tahun dan fasih bahasa Inggris.
Dari jumlah itu, 275 langsung jadi tersangka setelah pemeriksaan awal. Sisanya masih didalami perannya. Penangkapan tepat saat pelaku sibuk operasi situs judi. Razia pagi buta pastikan minim perlawanan.
Brigjen Wira sebut jaringan ini lintas negara dengan struktur rapi. Polisi kejut ratusan orang terlibat di satu lokasi pusat. Operasi sukses hentikan aktivitas ilegal besar-besaran. Koordinasi antar satuan polisi jadi kunci keberhasilan.
Baca Juga: Geger! Sempat Berduel Gagalkan Curanmor, Polisi di Bandar Lampung Tewas Ditembak Begal
Barang Bukti Disita
Polisi sita brankas, paspor, handphone, laptop, komputer, dan uang tunai Rp1,9 miliar berbagai mata uang asing. Temuan utama 75 domain situs judi yang ganti-ganti hindari blokir. Server utama ternyata di luar negeri, alat lokal beli di Indonesia. Semua peralatan disita utuh tanpa kerusakan.
Data sponsor jaringan sudah dikantongi polisi untuk pengembangan. Barang bukti tunjukkan skala operasi masif dengan domain unik kombinasi karakter. Polisi pastikan semua disita lengkap. Nilai aset digital judi capai miliaran rupiah.
Modus hindari deteksi aparat lewat server luar negeri terbongkar. Ini bukti kuat dakwaan pelaku. Analisis forensik digital langsung dilakukan tim cyber polisi. Temuan ini bantu lacak aliran dana ilegal.
Proses Hukum dan Tindak Lanjut
Pelaku dijerat Pasal 426 atau 607 jo Pasal 20/21 UU No.1/2023 KUHP dan UU Pidana Penyesuaian 2026. Ancaman hukuman berat menanti tersangka. Proses persidangan digeber cepat tanpa penundaan. Deportasi WNA tersangka jadi opsi setelah hukuman.
Polisi periksa pemilik gedung Hayam Wuruk Plaza Tower dan penyewa. “Kami cek pemilik gedung, penyewa, sampai penyedia alat,” kata Brigjen Wira, Sabtu (9/5/2026). Identitas penyewa manajemen bakal dalami. Pemilik gedung kaget bangunan disalahgunakan.
Pengembangan buru bos besar dan jaringan lain. Polisi komit ungkap seluruh rantai ilegal ini. Masyarakat diminta info serupa untuk cegah judi online. Kampanye anti judi bakal digencarkan pemerintah.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari news.detik.com
Gambar Kedua dari triggernetmedia.com