Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah Iran membatasi hanya 12 kapal per hari dengan biaya transit mencapai 2 juta dolar AS per kapal.
Iran memberlakukan pembatasan ketat lalu lintas kapal di Selat Hormuz pasca-gencatan senjata dua pekan dengan AS. Selain itu, hanya 12 kapal per hari diizinkan lewat dengan biaya mencapai 2 juta dolar AS per kapal tanker raksasa. Kebijakan ini picu kekhawatiran global karena selat vital ini arus 20% minyak dunia.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Latar Belakang Krisis Selat Hormuz
Konflik Iran-AS memuncak sejak Februari 2026 tutup total Selat Hormuz 40 hari. Selain itu, lalu lintas kapal tanker anjlok 70% akibat ancaman IRGC serang kapal tanker. Pasokan minyak global terganggu parah picu lonjakan harga BBM dunia.
Presiden Trump umumkan gencatan senjata 8 April 2026 via X. Selain itu, Menlu Iran Abbas Araghchi buka kembali selat tapi dengan syarat ketat. Pengawasan IRGC wajibkan izin tiap kapal masuk wilayah perairan strategis.
Kebijakan baru Teheran respons eskalasi militer sebelumnya. Selain itu, 150 kapal tanker berlabuh luar selat hindari risiko tinggi. Krisis ini dampakkan 20% pasokan minyak dan LNG dunia secara signifikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Detail Pembatasan dan Biaya
Iran batasi maksimal 12 kapal per hari lewat Selat Hormuz ketat. Selain itu, kapal tanker raksasa bayar hingga 2 juta USD atau Rp34,2 miliar per lintasan. Biaya tol ini bayar kripto atau yuan China bukan dolar AS.
Setiap kapal wajib izin IRGC dan pengawasan konvoi 24 jam. Selain itu, pelanggaran langsung sanksi berat tanpa ampun. Kebijakan ini bagian kesepakatan sementara gencatan senjata dua minggu.
Wall Street Journal konfirmasi rencana Iran ke mediator internasional. Selain itu, tarif tol jadi pendapatan baru Teheran pasca-sanksi ekonomi. Kapal kecil dibebaskan tapi tanker besar target utama pungutan.
Baca Juga: Aksi Kompak TNI dan Warga, Pembangunan Jembatan Aramco Jadi Sorotan
Dampak Ekonomi Global Parah
Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 15 persen sejak pengumuman pembatasan di kawasan Selat Hormuz. Selain itu, sejumlah perusahaan pelayaran besar mulai menangguhkan operasi dan mencari rute alternatif untuk menghindari wilayah tersebut. Biaya tambahan sekitar 2 juta dolar AS per kapal turut meningkatkan harga bahan bakar bagi konsumen global.
Pemerintah Indonesia memantau ketat dampak kenaikan harga minyak terhadap BBM dan industri dalam negeri. Selain itu, impor LPG dan minyak mentah juga terdampak akibat terganggunya pasokan dari Timur Tengah. Pemerintah telah menyiapkan cadangan strategis selama 30 hari untuk mencegah potensi krisis energi nasional.
Perusahaan tanker kini banyak mengalihkan rute melalui jalur sekitar Afrika untuk menghindari Selat Hormuz. Selain itu, premi asuransi kapal dilaporkan naik hingga 300 persen akibat meningkatnya risiko keamanan di kawasan tersebut. Gangguan rantai pasok global ini dinilai berpotensi memicu ancaman resesi energi pada tahun 2026.
Respons Internasional dan AS
Amerika Serikat menolak keras kebijakan tarif “tol” yang diberlakukan di wilayah selat internasional oleh Iran. Selain itu, Presiden Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi tambahan apabila pembatasan tersebut tidak dicabut secara permanen. Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain juga disiagakan untuk melindungi kapal-kapal komersial sekutu di kawasan.
China memilih bersikap diam meski opsi pembayaran dalam bentuk yuan disebut mulai dipertimbangkan dalam skema “tol” tersebut. Sementara itu, Rusia menyatakan dukungan terhadap klaim kedaulatan Iran atas wilayah strategis Selat Hormuz. Di sisi lain, Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat untuk membahas kemungkinan resolusi gencatan permanen.
Iran menuntut agar setiap kesepakatan damai diformalkan melalui resolusi PBB yang mengikat. Selain itu, Teheran mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika gencatan tidak diperpanjang. Proses negosiasi yang dimediasi oleh Qatar dan Oman kini menjadi harapan terakhir untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari jurnalaceh.pikiran-rakyat.com
Gambar Kedua dari tvonenews.com