Penangkapan Dewi Astutik, gembong narkoba internasional asal Ponorogo, mengungkap faktor pemicunya terjun ke dunia kriminal.

Dari TKW di Taiwan hingga pemimpin sindikat Golden Triangle, ia memanfaatkan identitas ganda dan jaringan internasional untuk menyelundupkan sabu senilai triliunan rupiah. Kolaborasi BNN, Interpol, dan KBRI berhasil membekuknya di Kamboja.
Simak ikutin teru berita terbaru dan terviral yang akan menamba wawasan anda hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Faktor Pemicu Gembong Narkoba Dewi Astutik
Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap gembong narkoba Dewi Astutik di Kamboja setelah jadi buronan internasional terkait penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun. Penangkapan ini dipicu pengungkapan kasus besar Mei 2025 di Pelabuhan Tanjung Uncang, Kepulauan Riau, yang selamatkan 8 juta jiwa dari narkotika.
Operasi dipimpin Direktur Penindakan BNN Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan pada 1 Desember 2025 di Sihanoukville, Kamboja, bekerja sama KBRI Phnom Penh dan BAIS TNI. Dewi ditangkap saat keluar hotel bersama pria lain, berdasarkan Red Notice Interpol nomor 3533-5 sejak Oktober 2024. Ia kini diekstradisi ke Indonesia untuk pengungkapan jaringan lengkap.
Kasus ini bagian Asta Cita Presiden Prabowo soal pemberantasan narkoba untuk SDM unggul. Dewi terkait Fredy Pratama, gembong lain yang masih buron di Thailand-Myanmar. Penangkapan jadi bukti sinergi global lawan sindikat terorganisir.
Dari TKW hingga Gembong Narkoba Internasional
Dewi Astutik, 43 tahun asal Ponorogo Jatim, nama asli Pariyatin yang ganti identitas pakai KTP adiknya pada 2023. Awalnya TKW di Taiwan sejak 2011, ia pulang lalu pindah ke Kamboja dengan nama palsu Kak Jinda alias Dinda. Karier kriminalnya melejit di jaringan Golden Triangle (Thailand-Myanmar-Laos) untuk distribusi sabu, kokain, dan ketamin.
Pengungkapan bermula penangkapan 6 awak kapal di Riau: 4 WNI dan 2 WNA bawa 2.115 kg sabu dari 67 kardus. Interogasi ungkap Dewi sebagai dalang utama, rekruter sindikat Afrika ke Asia Tenggara. Ia sering pindah negara, sulit dilacak hingga koordinasi BNN-Interpol.
Identitas ganda bikin operasi rumit, tapi analisis intelijen BNN tembus jejaknya. Dari buruh migran jadi pemimpin sindikat finansial kuat, kisahnya peringatkan radikalisasi cepat di kalangan WNI luar negeri. BNN janji bongkar seluruh struktur.
Baca Juga: Bea Cukai Berjanji Berbenah Usai Ultimatum Dari Menkeu Purbaya
Alasan Korsel Buru Dewi Astutik Sebagai DPO

Korea Selatan masukkan Dewi ke DPO karena keterlibatannya distribusi narkotika ke Asia Timur, selain peran utama di Indonesia. Sebagai rekruter Asia-Afrika, ia fasilitasi alur sabu dari Golden Crescent (Afghanistan-Pakistan-Iran) ke Korsel via jalur laut. Modusnya pakai kapal kargo samaran yang lolos bea cukai.
Pemicu utama: penyelundupan 2 ton sabu ke RI terhubung jaringan Korsel, terdeteksi via Notice Inter BNN Oktober 2024. Dewi koordinasi logistik Asia Tenggara, termasuk transit Kamboja-Thailand. Korsel klaim ia rekrut kurir lokal untuk pasar premium mereka.
Kolaborasi bilateral RI-Korsel perkuat buruan bersama Interpol, hasilkan ekstradisi cepat. Kasus ini ekspos kerentanan Asia Timur pada sindikat WNI. BNN koordinasi lanjutan dengan Korsel ungkap aset Dewi di sana.
Konsekuensi Penangkapan dan Buronan Fredy Pratama
Penangkapan Dewi potong suplai narkoba masif, selamatkan 8 juta jiwa dari kecanduan. BNN target bongkar finansial sindikat senilai triliunan, termasuk aset tersembunyi di luar negeri. Operasi presisi tanpa gangguan publik jadi model kolaborasi BNN-KBRI-BAIS.
Fredy Pratama tetap prioritas, diduga pindah Myanmar di bawah faksi bersenjata. Kedua WNI dominasi Golden Triangle, tantang koordinasi internasional sulit. BNN prediksi sindikat Afrika ambil alih sementara.
Presiden Prabowo puji sinergi ini sebagai langkah konkret Asta Cita. Publik harap ekstradisi Dewi percepat vonis berat, cegah rekrutmen baru. Perang narkoba RI masuk fase puncak lawan gembong global.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari kaltimpost.jawapos.com