Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi internal menyusul ultimatum Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Purbaya, DJBC memiliki waktu satu tahun untuk memperbaiki citra dan kinerja institusi, jika tidak, ancaman pembekuan dapat dilakukan. Berikut ini KEPPO INDONESIA akan membahas upaya Bea Cukai memperbaiki kinerja dan citra institusi usai ultimatum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Transformasi Kultur Kerja
Langkah pertama dalam pembenahan DJBC adalah perubahan kultur kerja di internal organisasi. Djaka menekankan bahwa perubahan bukan sekadar formalitas, melainkan pergeseran mindset pegawai.
Fokusnya adalah pada profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas. Pegawai diharapkan lebih responsif terhadap keluhan masyarakat dan siap menerima penilaian terbuka dari publik maupun pihak eksternal.
Djaka menambahkan, “Ketika ada ketidakpuasan masyarakat, sedikit demi sedikit kita perbaiki. Transformasi ini tidak bisa instan, tapi harus konsisten agar kepercayaan publik dapat pulih.
” Kultur kerja yang baik akan menjadi fondasi kuat bagi upaya penguatan pengawasan, terutama di pelabuhan dan bandara, yang menjadi pintu masuk barang impor dan ekspor di Indonesia.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Penguatan Pengawasan dan Teknologi
Selain perubahan budaya kerja, DJBC juga memperkuat pengawasan di titik-titik kritis, seperti pelabuhan dan bandara. Tujuannya adalah mencegah praktik-praktik ilegal, termasuk under invoicing dan penyelundupan barang.
Pengawasan yang lebih ketat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan para pelaku usaha sekaligus menurunkan risiko kerugian negara.
Penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu strategi utama. Teknologi ini membantu memantau alur barang dan mendeteksi potensi pelanggaran dengan lebih cepat dan akurat.
“Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa kita serius mengurangi celah praktik pungli dan meningkatkan efisiensi proses kepabeanan,” jelas Djaka.
Baca Juga: Data Terbaru BNPB, Korban Meninggal Bencana Sumatera Capai 753 Orang
Respons Terhadap Keluhan Publik

Djaka mengakui bahwa keluhan masyarakat soal pelayanan Bea Cukai masih sering muncul. Hal ini menjadi salah satu alasan utama pembenahan mendesak.
Dengan sistem yang lebih transparan, proses administrasi yang cepat, dan pegawai yang profesional, DJBC berharap dapat menghilangkan stigma negatif yang melekat selama ini.
“Harus optimis. Kalau kita nggak optimis, tahun depan selesai semua. Masa kita mau dirumahkan dan makan gaji buta? Tentu tidak,” tegas Djaka. Pernyataan ini mencerminkan tekad DJBC untuk tidak hanya memenuhi tenggat waktu, tetapi juga membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.
Dukungan Publik dan Penilaian Terbuka
Djaka menekankan bahwa perubahan internal tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan masyarakat menjadi kunci untuk mengawasi dan menilai kinerja DJBC secara objektif. Dengan keterlibatan publik, stigma pungli dapat dikurangi lebih cepat dan transparansi institusi meningkat.
Selain itu, kesiapan pegawai untuk menerima penilaian terbuka juga menjadi faktor penting. DJBC mendorong pegawai untuk berani menghadapi kritik, belajar dari kesalahan, dan terus meningkatkan kompetensi.
Kombinasi antara pengawasan publik dan reformasi internal diharapkan menciptakan DJBC yang lebih profesional, efisien, dan terpercaya.
Menuju DJBC yang Lebih Baik
Dengan ultimatum satu tahun dari Menkeu Purbaya, DJBC dihadapkan pada tantangan besar sekaligus peluang untuk membuktikan kemampuan institusi dalam melakukan reformasi nyata.
Transformasi kultur kerja, penguatan pengawasan, pemanfaatan teknologi, dan keterlibatan publik merupakan langkah strategis yang sudah dijalankan.
Djaka menutup pernyataannya dengan optimisme: “Kita harus berubah, karena masa depan Bea Cukai sangat tergantung pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Dengan kerja keras, dukungan publik, dan teknologi, kita yakin dapat menciptakan institusi yang bersih, transparan, dan efektif.”
Transformasi DJBC menjadi bukti bahwa tekanan dari pimpinan bukan hanya ancaman, tetapi juga dorongan konstruktif untuk perbaikan.
Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah yang akan ditempuh dalam satu tahun ke depan, menanti perubahan nyata dalam institusi yang menjadi pintu gerbang ekonomi Indonesia.
Simak dan ikuti terus berita-berita terupdate yang kami berikan tentunya terpercaya hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari cnnindonesia.com