Demo di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 21 April sempat memanas dan menarik perhatian publik di tengah aksi penyampaian aspirasi muncul.
Situasi di lokasi berubah tegang ketika ditemukan barang mencurigakan yang diduga dibawa oleh pihak tidak dikenal. Peristiwa ini langsung memicu reaksi cepat dari peserta aksi untuk mengamankan kondisi agar tetap terkendali.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Demo Di Kaltim Memanas, Diduga Ada Penyusup
Aksi unjuk rasa yang digelar pada 21 April di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) berlangsung dengan situasi yang sempat memanas. Di tengah jalannya aksi, muncul dugaan adanya seorang pemuda yang menyusup ke dalam barisan massa dan membawa sejumlah barang mencurigakan.
Sejumlah benda seperti flare dan bom asap ditemukan berada di lokasi aksi. Temuan tersebut langsung menarik perhatian koordinator lapangan dan peserta lainnya yang berupaya menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi kericuhan. Massa aksi kemudian bergerak cepat untuk mengamankan barang-barang tersebut sebelum digunakan.
Aksi tersebut pada awalnya berjalan dengan penyampaian orasi dan tuntutan dari para peserta. Namun, situasi berubah ketika massa mulai mencurigai adanya pihak luar yang tidak dikenal di dalam barisan aksi. Dugaan adanya provokator membuat peserta semakin waspada terhadap kondisi di lapangan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Peserta Aksi Amankan Barang Mencurigakan
Salah satu peserta aksi, Roy Hendrayanto, mengungkapkan bahwa temuan barang mencurigakan tersebut berasal dari kecurigaan massa terhadap seseorang yang tidak dikenal. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan dua kotak berisi flare dan bom asap yang masih baru. Temuan ini langsung diamankan oleh peserta aksi.
Roy menjelaskan bahwa selain flare dan bom asap, juga ditemukan sejumlah perlengkapan lain seperti tali yang diduga dapat digunakan untuk memicu kericuhan. Ia menegaskan bahwa langkah pengamanan dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar aksi tetap berjalan damai dan terkendali.
Pihak peserta aksi bersama koordinator lapangan kemudian sepakat untuk segera mengamankan siapa pun yang membawa barang mencurigakan. Mereka menilai tindakan cepat ini penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung di depan kantor pemerintahan tersebut.
Baca Juga: Terungkap! Sindikat BBM Subsidi Ilegal di Malang Kota Dibongkar Polisi
Barang Bukti Diserahkan ke Aparat Keamanan
Setelah berhasil diamankan, seluruh barang mencurigakan tersebut langsung diserahkan kepada aparat keamanan yang bertugas di lokasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kerja sama antara peserta aksi dan pihak berwenang untuk menjaga ketertiban umum.
Roy menegaskan bahwa penyerahan barang bukti kepada aparat dilakukan agar situasi tetap kondusif. Ia juga menambahkan bahwa ada satu benda yang sempat dinyalakan sebelum berhasil diamankan, sehingga meningkatkan kewaspadaan peserta aksi di lapangan.
Hingga proses penanganan berlangsung, aparat keamanan terus melakukan pemantauan terhadap situasi aksi. Penyerahan barang bukti ini diharapkan dapat membantu penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan adanya pihak yang sengaja memprovokasi jalannya demonstrasi.
Aksi Tetap Berlangsung di Tengah Ketegangan
Di tengah situasi tersebut, massa aksi tetap melanjutkan penyampaian aspirasi mereka. Para peserta terlihat melakukan orasi dan menyuarakan tuntutan di depan Kantor Gubernur Kaltim dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan.
Dalam perkembangan aksi, sejumlah peserta juga terlihat mencoba merobohkan kawat duri yang dipasang di sekitar area kantor. Dengan alat seadanya, kawat duri yang sebelumnya menutupi area ATM Center di samping kantor Gubernur Kaltim akhirnya berhasil diratakan.
Meski sempat diwarnai ketegangan akibat dugaan penyusup, aksi unjuk rasa tersebut tetap berlangsung hingga selesai dengan pengawasan ketat. Situasi secara umum berhasil dikendalikan agar tidak terjadi bentrokan yang lebih besar di lokasi kejadian.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari berauterkini.co.id
- Gambar Kedua dari detik.com