Dedi Mulyadi menyalurkan dana besar senilai Rp218 miliar untuk beasiswa siswa SMA dan SMK kurang mampu Jawa Barat.
Pendidikan adalah investasi masa depan, namun aksesnya tidak selalu merata, terutama di sekolah swasta bagi yang kurang mampu. Kabar baik datang dari Jawa Barat, komitmen untuk pemerataan pendidikan diwujudkan melalui alokasi dana beasiswa signifikan. Inisiatif ini membuka peluang bagi ribuan siswa kurang mampu menempuh pendidikan layak.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
Anggaran Besar Untuk Beasiswa Pendidikan
Pada Kamis, 5 Februari 2026, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat saat itu, mengumumkan rencana besar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengalokasikan Rp 218 miliar untuk beasiswa siswa SMA dan SMK swasta kurang mampu. Beasiswa ini akan diberikan pada tahun ajaran 2026/2027.
Dana tersebut terbagi menjadi dua: Rp 150 miliar untuk beasiswa operasional sekolah swasta dan Rp 68 miliar sebagai beasiswa personal langsung kepada siswa. Dedi menjelaskan bahwa pendataan siswa penerima baru akan dilakukan mendekati tahun ajaran baru 2026/2027, karena data siswa kelas 1 belum tersedia.
“Mulai belajarnya itu kan nanti bulan Juni-Juli. Jadi hari ini belum bisa mendapat update data jumlah siswa kelas 1 tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027,” kata Dedi di Bandung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Mekanisme Dana Dan Klarifikasi APBD
Politikus Gerindra tersebut menyatakan anggaran beasiswa akan masuk dalam pergeseran APBD 2026. Penundaan diperlukan karena pemerintah menunggu data pasti penerima bantuan. Data akurat akan terlihat setelah pendaftaran tahun ajaran baru 2026/2027 selesai.
Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Jawa Barat, mengkonfirmasi anggaran bantuan pendidikan menengah bagi sekolah swasta telah tercantum di APBD 2026. “Sudah kami check and recheck. Alokasi untuk bantuan pendidikan menengah ke sekolah swasta, anggarannya tersedia pada APBD 2026 sebesar Rp 218 miliar. Fix di APBD Murni bukan perubahan,” jelas Herman.
Klarifikasi ini menanggapi kekhawatiran Komisi V DPRD Jawa Barat yang sebelumnya menyebut alokasi beasiswa siswa miskin belum ada di APBD 2026. Komisi V pun meminta Pemda Jawa Barat melakukan pergeseran APBD 2026 agar beasiswa ini dialokasikan.
Baca Juga: KPK OTT Kepala KPP Banjarmasin, Diduga Terseret Korupsi Restitusi Pajak
Perubahan Penyaluran Dan Bantuan Pendukung
Dedi Mulyadi sebelumnya menerangkan bahwa kebijakan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) tidak dihapus, melainkan diubah mekanisme penyalurannya. Awalnya dana disalurkan melalui rekening sekolah, kini diubah menjadi beasiswa langsung kepada siswa tidak mampu.
Perubahan ini bertujuan agar bantuan lebih tepat sasaran. “Hari ini dibuat dalam bentuk bantuan program beasiswa untuk masyarakat yang tidak mampu di sekolah swasta digratiskan atau bayarannya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” kata Dedi.
Selain biaya pendidikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menanggung kebutuhan pendukung siswa, seperti seragam dan sepatu. Dedi menyebut ini komitmen pemerintahannya untuk membangun rasa adil dalam pendidikan, agar masyarakat miskin bisa bersekolah di swasta dengan biaya ditanggung pemerintah.
Komitmen Pendidikan Yang Adil
Dedi Mulyadi menegaskan program ini wujud nyata komitmen pemerintahannya dalam membangun rasa adil di pendidikan. Dengan menanggung biaya sekolah dan kebutuhan pendukung, pemerintah berharap siswa kurang mampu tidak lagi terhalang untuk melanjutkan pendidikan.
Inisiatif ini diharapkan meningkatkan partisipasi sekolah dan mengurangi angka putus sekolah. Dengan akses pendidikan yang lebih mudah, generasi muda Jawa Barat diharapkan lebih berkualitas.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya mencari solusi inovatif. Program beasiswa ini menjadi pilar utama dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat, khususnya di sekolah swasta.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari pojoksatu.id