Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026, yakni sebesar 6%.

Angka ini lebih tinggi dibanding target APBN 5,4% dan dalam Ecoverse 2025 Purbaya menegaskan siap hadapi risiko gagal target ekonomi. Berikut ini KEPPO INDONESIA akan memberikan informasi terbaru tentang target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan tekad Menteri Keuangan menghadapi risiko jika tidak tercapai.
Ambisi dan Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
Meskipun risiko kehilangan jabatan nyata, Purbaya menilai tantangan adalah bagian dari pekerjaan dan motivasi bagi dirinya. Ia tidak ingin pertumbuhan ekonomi berjalan stagnan tanpa adanya target ambisius. Menurutnya, menargetkan pertumbuhan 6% adalah langkah awal untuk mencapai target jangka panjang sebesar 8% dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau nggak ada challenge, nggak menarik untuk saya. Lebih baik saya duduk di rumah aja. 6% tahun depannya kita coba dorong lebih cepat lagi, lebih cepat lagi, lebih cepat lagi. Mungkin tahun ketiga atau keempat udah keliatan tuh 8% udah deket,” tuturnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa Purbaya ingin menyiapkan strategi jangka panjang yang progresif, bukan sekadar mengejar target tahunan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Fokus Pada Domestic Demand
Selain pertumbuhan, Purbaya juga menekankan pentingnya melindungi pasar domestik dari serbuan barang impor ilegal. Hal ini bertujuan untuk menjaga permintaan domestik, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Sekitar 90% perekonomian nasional bergantung pada domestic demand, sementara 10% lainnya terkait pasar ekspor.
“Kalau yang 90% tadi dikuasai asing, nanti yang untung sebagian besar luar negeri, saya rugi. Jadi saya mau jaga betul market yang dalam negeri ini sebisa mungkin dikuasai oleh produsen-produsen dalam negeri sehingga yang untung kita semua,” ujar Purbaya.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi yang berfokus pada penguatan industri dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja lokal. Dengan menjaga pasar domestik, pemerintah berharap konsumsi masyarakat tetap tinggi sehingga pertumbuhan ekonomi lebih stabil.
Baca Juga: Wabah Flu Burung Langka Tewaskan Pria di AS, Ahli Virus Beri Peringatan
Dukungan Untuk Industri dan Tenaga Kerja Lokal

Purbaya menekankan filosofi “ayo kita kaya bersama” untuk masyarakat Indonesia, dengan memberikan dukungan kepada produsen lokal dan pekerja dalam negeri. Ia percaya bahwa kesejahteraan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan angka makro, tetapi juga oleh keberhasilan industri dalam negeri dan peningkatan daya beli masyarakat.
Dalam konteks ini, pemerintah melalui kementerian terkait terus mendorong kebijakan yang memprioritaskan produsen lokal. Ini termasuk pengawasan impor ilegal, insentif bagi industri dalam negeri, serta program pelatihan dan pemberdayaan tenaga kerja. Dengan begitu, keuntungan ekonomi akan lebih banyak mengalir ke masyarakat Indonesia, bukan pihak asing.
Strategi Jangka Panjang Menuju Pertumbuhan 8%
Target jangka panjang Purbaya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam beberapa tahun mendatang. Menurutnya, pencapaian ini memerlukan kombinasi kebijakan fiskal yang tepat, perlindungan pasar domestik, dan peningkatan produktivitas industri.
“Target awal 6% bukan akhir, tapi langkah awal. Kita dorong lebih cepat lagi hingga tahun ketiga atau keempat bisa mendekati 8%. Dengan strategi yang tepat, target ambisius ini bisa diwujudkan,” jelas Purbaya.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya fokus pada target tahunan, tetapi membangun fondasi ekonomi yang kuat untuk jangka panjang. Pertumbuhan yang berkelanjutan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan pekerjaan, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global.
Simak dan ikuti terus berita-berita terupdate yang kami berikan tentunya terpercaya hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pikiran-rakyat.com