Data terbaru dari BNPB akan betapa besar dampak bencana apabila hujan ekstrem dan longsor terjadi secara sekaligus di banyak wilayah.

Berdasarkan rilis terbaru BNPB per Selasa (2/12/2025) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah Sumatera mencapai 753 orang.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Korban Meninggal Capai 753 Orang
BNPB mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai 753 jiwa per Rabu pagi, 3 Desember 2025. Data ini diperoleh dari dashboard resmi Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) yang terakhir diakses pukul 07.15 WIB pada hari tersebut.
Pengumuman ini menandai lonjakan baru dalam angka korban tewas, setelah beberapa kali update sebelumnya menunjukkan angka lebih rendah. Lonjakan ini menunjukkan betapa cepat dan luas dampak bencana yang terjadi dalam beberapa hari belakangan.
Korban Hilang dan Luka‑Luka
Selain korban meninggal, BNPB mencatat bahwa sekitar 650 orang masih dinyatakan hilang dan 2.600 orang mengalami luka‑luka akibat peristiwa banjir dan longsor ini. Dampak dari bencana ini memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Rekap terbaru menunjukkan bahwa sekitar 576.300 orang mengungsi, tersebar di ketiga provinsi terdampak.
Kondisi pengungsi beragam banyak yang kehilangan rumah, fasilitas dasar, serta menunggu bantuan dari pemerintah dan organisasi kemanusiaan untuk kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara.
Baca Juga:
Banjir Surut, PSI Binjai Langsung Bergerak Pulihkan Rumah Warga
Distribusi Terganggu Banjir Dan Longsor Pertamina Pastikan BBM Aman di Aceh
Upaya Evakuasi Penanganan Darurat

Pihak berwenang terutama BNPB bersama tim SAR gabungan terus memprioritaskan evakuasi korban, pencarian orang hilang. Serta pendistribusian bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak.
Namun proses ini menghadapi sejumlah kendala akses ke wilayah tertentu masih terputus akibat kerusakan jalan dan jembatan. Serta kondisi cuaca ekstrem yang mempersulit pencarian.
Selain itu, pemulihan jangka panjang akan memerlukan rekonstruksi besar-besaran terhadap permukiman, infrastruktur publik, dan layanan dasar termasuk perumahan, fasilitas kesehatan, jalan, sekolah, dan sarana transportasi.
Butuh koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak masyarakat agar rehabilitasi bisa berjalan cepat dan tepat sasaran.
Skala Kerusakan Perumahan yang Parah
Dampak bencana ini tidak hanya menghantam manusia, tetapi juga merusak infrastruktur dan permukiman secara masif. Berdasarkan data BNPB, sekitar 3.600 rumah rusak berat, 2.100 rumah rusak sedang, dan 3.700 rumah mengalami kerusakan ringan.
Tak hanya rumah warga fasilitas umum pun ikut terdampak dalam skala besar. Beberapa laporan menyebut bahwa jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, fasilitas ibadah, hingga fasilitas kesehatan mengalami kerusakan signifikan.
Kerusakan fisik ini memperumit proses pemulihan akses ke wilayah terdampak ramai yang terputus, dan dibutuhkan waktu serta sumber daya untuk memperbaiki kerusakan.
Jutaan Jiwa Terdampak Bencana
Menurut BNPB, total populasi yang terdampak oleh bencana ini mencapai sekitar 3,3 juta jiwa. Rentang terdampak meliputi berbagai provinsi dan kabupaten/kota, dengan total 50 kabupaten dan kota terdampak di ketiga provinsi tersebut.
Dampaknya luas tidak hanya bagi para korban langsung (tewas, hilang, luka, pengungsi). Tetapi juga bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, akses layanan dasar (air bersih, listrik, pendidikan), dan mata pencaharian. Kerentanan terhadap bencana ini semakin terasa dalam skala komunitas luas.
Simak berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari sumut.suara.com