KPK mendalami dugaan korupsi di Bank BJB, meminta keterangan Ridwan Kamil terkait pengelolaan dana non-budgeter dan asetnya.

KPK terus menyelidiki dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dimintai keterangan terkait pengelolaan dana non-budgeter dan kepemilikan aset. Pemeriksaan ini mengungkap kompleksitas kasus yang diperkirakan merugikan negara ratusan miliar rupiah sekaligus menyoroti transparansi keuangan pejabat publik.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
Pendalaman Dana Non-Budgeter Dan Aset Ridwan Kamil
KPK mencecar Ridwan Kamil terkait penggunaan dana non-budgeter yang dikelola oleh Divisi Corporate Secretary Bank BJB. Pemeriksaan ini berfokus pada sejauh mana pengetahuan RK terhadap anggaran-anggaran tersebut, serta potensi keterkaitannya dengan aset-aset yang dimilikinya.
Penyidik juga mendalami aset-aset Ridwan Kamil yang mungkin belum tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Meskipun detail aset yang ditelusuri tidak diungkapkan, langkah ini menunjukkan upaya KPK untuk mencocokkan setiap informasi dengan bukti yang ada.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa pendalaman aset ini adalah bagian dari upaya konfirmasi. Keterangan RK akan dicocokkan dengan kesaksian sebelumnya, dokumen, dan barang bukti elektronik yang telah disita oleh penyidik dalam kasus ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Bantahan Ridwan Kamil Dan Alasan Ketidaktahuan
Setelah pemeriksaan marathon selama enam jam, Ridwan Kamil menyatakan ketidaktahuannya mengenai kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Ia menegaskan bahwa dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) gubernur, aksi korporasi BUMD adalah wewenang teknis internal mereka sendiri.
Menurut RK, informasi mengenai kegiatan korporasi di BUMD hanya akan sampai kepadanya jika direksi, komisaris, atau kepala biro melaporkan. Namun, ia mengaku tidak menerima laporan apa pun terkait dana iklan BJB dari ketiga pejabat tersebut selama menjabat.
Oleh karena itu, Ridwan Kamil bersikukuh bahwa ia tidak mengetahui, apalagi terlibat, atau bahkan menikmati hasil dari perkara dana iklan ini. Pengakuannya ini menjadi poin penting yang akan diuji oleh penyidik KPK melalui bukti-bukti yang telah dikumpulkan.
Baca Juga: Rumah Riza Chalid, Jadi Jaminan Kredit Perusahaan Anak Terungkap
Penggeledahan Dan Barang Bukti Yang Disita

Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di rumah Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, pada 10 Maret 2025. Penggeledahan ini berkaitan erat dengan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB yang sedang diselidiki.
Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik KPK menyita sejumlah barang bukti krusial. Barang-barang yang disita meliputi barang bukti elektronik, sebuah mobil Mercedes Benz, dan motor Royal Enfield hitam tipe Classic 500 Limited Edition.
Penyitaan aset-aset ini menjadi indikasi kuat bahwa KPK tengah mencari keterkaitan antara kepemilikan harta Ridwan Kamil dengan aliran dana dalam kasus korupsi Bank BJB. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian di persidangan.
Lima Tersangka Dan Kerugian Negara Rp222 Miliar
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka termasuk Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto, yang diduga menjadi aktor utama dalam skandal tersebut.
Selain itu, tiga pengendali agensi juga telah ditetapkan sebagai tersangka: Ikin Asikin Dulmanan (Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri), Suhendrik (BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress), serta Sophan Jaya Kusuma (Cipta Karya Sukses Bersama).
KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB ini mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 222 miliar. Angka ini menunjukkan skala besar dari kejahatan korupsi yang merugikan keuangan publik dan menjadi fokus utama penyelidikan KPK.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari nasional.kompas.com
- Gambar Kedua dari radarbandung.id