Dosen berinisial IY dari Universitas Padjadjaran menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat kasus pelecehan terhadap mahasiswi.
Seorang guru besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) berinisial IY diduga melakukan pelecehan seksual verbal terhadap mahasiswi pertukaran pelajar. Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan mesumnya viral di media sosial. Unpad langsung menonaktifkan IY sementara dari kegiatan akademik untuk menjaga proses yang adil.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Kejadian
Tangkapan layar percakapan IY dengan mahasiswi pertukaran menyebar luas di media sosial sejak awal April 2026. Isi chat itu berisi kalimat-kalimat bernuansa seksual yang tidak pantas dari dosen kepada mahasiswinya. Korban, seorang mahasiswi asing di Fakultas Keperawatan Unpad, akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak kampus untuk mencari keadilan.
Kejadian ini bermula dari interaksi akademik antara dosen pembimbing dan mahasiswi. Percakapan verbal tersebut dianggap sebagai kekerasan seksual non-fisik yang meresahkan. Viralnya tangkapan layar segera memicu kemarahan netizen dan mahasiswa Unpad yang menuntut penanganan cepat.
BEM Kemahasiswaan Unpad dan BEM FKep Unpad langsung merespons dengan pernyataan sikap di Instagram. Mereka menyatakan keprihatinan mendalam serta solidaritas penuh kepada korban. Koordinasi dengan Satgas PPKS Unpad pun dilakukan agar kasus ini ditangani secara serius dan transparan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Profil Dosen IY
IY adalah profesor di Fakultas Keperawatan Unpad dengan jabatan guru besar yang prestisius. Ia dikenal sebagai dosen senior yang sering terlibat dalam kegiatan akademik. Latar belakang pendidikannya mencakup gelar S3 dari universitas ternama di luar negeri, yang membuatnya dihormati sebelum kasus ini.
Sebagai guru besar, IY memiliki pengalaman panjang di bidang keperawatan sejak lama. Ia kerap membimbing mahasiswa, termasuk dalam program pertukaran pelajar internasional. Reputasinya sebelumnya cukup baik di kalangan sivitas akademika Unpad dan luar kampus.
Namun, kasus ini mengguncang citra profesionalnya secara total. Identitas lengkap IY kini menjadi sorotan nasional di berbagai media. Banyak yang terkejut karena dosen berprestasi ternyata diduga melakukan perilaku menyimpang seperti ini.
Baca Juga: GEGER! Kekerasan Seksual Seret Guru Besar Unpad, Ini Kronologi Lengkapnya
Dampak Kasus
Kasus ini menyebabkan trauma berat bagi korban, mahasiswi pertukaran yang kini butuh pendampingan psikologis intensif. Lingkungan kampus Unpad menjadi tegang karena isu kekerasan seksual ini. Mahasiswa menuntut ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
Opini publik membanjiri media sosial dengan kecaman keras terhadap IY. BEM Unpad menegaskan bahwa kekerasan seksual tidak boleh dibenarkan dalam situasi apa pun. Kasus ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Dampak lebih luas terlihat pada program exchange student di Unpad. Calon mahasiswa asing mungkin jadi ragu untuk bergabung ke depannya. Isu ini juga memicu diskusi nasional tentang pentingnya perlindungan mahasiswa dari pelecehan oleh dosen.
Penanganan dan Respons
Unpad dengan tegas menonaktifkan IY sementara dari seluruh kegiatan akademik, kata Rektor Arief Sjamsulaksan Kartasasmita. Langkah ini diambil agar proses penanganan internal berjalan adil dan obyektif. Dekanat FKep juga diminta membatasi segala interaksi terkait kasus.
Polisi lewat Direktorat PPA Polda Jabar berencana menyelidiki dugaan pelecehan ini secara mendalam. AKBP Rumi Utari sudah mengonfirmasi rencana penyelidikan tersebut. Satgas PPKS Unpad berkoordinasi erat dengan BEM untuk mendampingi korban sepenuhnya.
BEM Kema Unpad berkomitmen mengawal kasus dengan sudut pandang korban dan prinsip keadilan. Mereka mendesak langkah preventif agar kasus serupa tidak terulang di masa depan. Proses hukum dan internal diharapkan berjalan transparan demi kebaikan semua pihak.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari keppoid.com
Gambar Kedua dari halodoc.com