Permintaan maaf Rismon Sianipar kepada Presiden ke-7 Joko Widodo menjadi sorotan publik pertemuan di kediaman Jokowi di Solo.
Mengungkap sejumlah fakta baru terkait polemik tudingan ijazah palsu yang sempat viral. Dari temuan penelitian terbaru hingga langkah restorative justice, ada berbagai hal menarik yang terungkap. Apa saja fakta mengejutkan di balik permintaan maaf tersebut.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Rismon Akhirnya Minta Maaf Langsung ke Jokowi
Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo, Rismon Hasiholan Sianipar, mendatangi kediaman pribadi Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo. Kedatangannya bertujuan untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung terkait polemik yang sempat mencuat ke publik.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup dan hanya berlangsung sekitar 30 menit. Rismon tidak datang sendiri, ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, yang turut mengikuti pertemuan tersebut.
Setelah pertemuan selesai, Rismon menyampaikan bahwa langkah mendatangi Jokowi merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai peneliti. Ia ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung sekaligus menjelaskan posisi penelitiannya kepada pihak yang terkait.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Rismon Akui Kesalahan, Minta Maaf ke Jokowi dan Publik
Usai bertemu Jokowi, Rismon mengakui bahwa kedatangannya memang untuk meminta maaf. Ia tidak hanya menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi, tetapi juga kepada masyarakat yang sempat mengikuti polemik terkait penelitian ijazah tersebut.
Menurut Rismon, sebagai peneliti independen ia harus siap menghadapi berbagai kritik maupun serangan opini. Namun ia menegaskan bahwa seorang peneliti tetap harus bertanggung jawab terhadap hasil kajian yang disampaikan ke publik.
“Ya tentu, saya pun minta maaf kepada publik. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo. Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen, yang siap dicerca dan dihina dengan berbagai narasi meskipun narasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ujar Rismon, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Motif Tragedi Brutal! Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, 2 Pelaku Kabur
Rismon Klaim Riset Ijazah Jokowi Independen
Rismon menjelaskan bahwa dalam kajian terbarunya ia menemukan beberapa elemen penting pada ijazah Jokowi, seperti emboss dan watermark. Menurutnya, dua elemen tersebut memang menjadi bagian dari sistem pengamanan ijazah pada masa tersebut.
Ia juga menyebut bahwa pada tahun penerbitan ijazah tersebut, hologram memang belum digunakan sebagai sistem keamanan dokumen akademik. Karena itu, keberadaan watermark dan emboss menjadi hal yang wajar pada ijazah yang diterbitkan pada masa itu.
Rismon menegaskan bahwa penelitian yang ia lakukan sepenuhnya independen. Buku yang ia tulis berjudul Jokowi White’s Paper memiliki lebih dari 700 halaman, dengan sekitar 480 halaman menjelaskan metodologi penelitian secara rinci dan tidak memiliki keterkaitan dengan tokoh lain seperti Roy Suryo maupun dokter Tifa.
Pertemuan Hangat Penuh Simbol Perdamaian
Kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, mengungkapkan bahwa pertemuan antara kliennya dengan Jokowi berlangsung dalam suasana yang hangat dan bersahabat. Bahkan menurutnya, pertemuan tersebut diwarnai canda dan tawa, terutama karena berlangsung menjelang momen Lebaran.
Pertemuan tersebut juga berkaitan dengan upaya penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice (RJ) yang telah diajukan sebelumnya. Dalam mekanisme tersebut, salah satu syarat penting adalah adanya saling memaafkan antara pihak yang bersangkutan.
Sebagai bentuk penghormatan, Rismon juga membawa oleh-oleh khas Batak berupa makanan Naniarsik dan kain Ulos. Menurut Jahmada, Naniarsik melambangkan penghormatan kepada sosok yang dihormati, sementara kain Ulos diberikan sebagai simbol ucapan terima kasih dan perdamaian secara adat Batak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jambi.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari delik.tv