Bahlil Lahadalia resmi mendapat tugas baru setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Selain memegang jabatan Menko, Bahlil tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM. Pengangkatan tersebut masuk dalam reshuffle Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
Bahlil Resmi Emban Dua Tugas Sekaligus
Presiden Prabowo menetapkan Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026. Keppres tersebut menjadi dasar pengangkatan sejumlah menteri dan wakil menteri baru.
Dengan jabatan tersebut, Bahlil kini punya tanggung jawab yang berkaitan erat dengan agenda hilirisasi dan energi. Ia juga tetap memimpin Kementerian ESDM sehingga koordinasi kedua sektor itu berada dalam satu kendali.
Sebelum pelantikan, Bahlil mengatakan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sudah menghubunginya terkait penugasan baru tersebut. Bahlil menyatakan akan menjalankan arahan Presiden sesuai kewenangan yang diberikan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Hilirisasi Jadi Salah Satu Fokus Utama
Setelah resmi menjabat, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah perlu mempercepat pelaksanaan program hilirisasi. Agenda ini menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo yang ingin pemerintah konsolidasikan melalui kementerian koordinator.
Hilirisasi sendiri berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Pemerintah tidak hanya ingin menjual bahan mentah, tetapi mendorong pengolahan lebih lanjut agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Sekretariat Negara mencatat Bahlil melihat sektor ESDM memiliki hubungan yang kuat dengan agenda tersebut. Ia menyebut sekitar 90 persen investasi hilirisasi berada di sektor ESDM.
Baca Juga:Â Awal Mula PKPU 19 Terungkap, Eks Ketua KPU Bicara di Sidang Gugatan Ijazah Gibran
Transisi Energi Masuk dalam Mandat Baru
Selain hilirisasi, Bahlil juga mendapat tugas mengoordinasikan agenda transisi energi. Fokus ini mencakup upaya pemerintah mengembangkan sistem energi yang mendukung kebutuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Peran tersebut menjadi semakin terkait dengan tugas Bahlil di Kementerian ESDM. Sebelumnya, pemerintah juga menjalankan berbagai program energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik dan penguatan pasokan energi.
Dengan posisi barunya, koordinasi antara kebijakan hilirisasi dan sektor energi menjadi salah satu bagian penting dari pekerjaan Bahlil ke depan.
Kantor Menko Akan Tetap Dekat dengan ESDM
Bahlil mengatakan kantor kerjanya akan tetap berada di lingkungan Kementerian ESDM untuk sementara waktu. Ia menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan kuatnya hubungan antara agenda hilirisasi dan sektor energi.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi tetap menjalankan fungsi teknisnya. Kementerian tersebut nantinya berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Artinya, posisi Bahlil sebagai Menko lebih berperan dalam koordinasi antarkementerian. Sementara itu, kementerian teknis tetap menjalankan program sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.
Sejumlah Pejabat Baru Ikut Dilantik
Pelantikan Bahlil berlangsung bersamaan dengan pengangkatan sejumlah pejabat lain dalam Kabinet Merah Putih. Pemerintah juga mengisi beberapa posisi menteri, wakil menteri, serta pejabat lembaga lainnya.
Sugiono mendapat posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dudung Abdurachman menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, sedangkan Arrmanatha Christiawan Nasir menjabat Menteri Luar Negeri.
Pemerintah juga mengangkat sejumlah wakil menteri dan pejabat lainnya. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan pemerintahan untuk melanjutkan masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Dengan mandat baru tersebut, Bahlil kini harus menjalankan dua tanggung jawab yang saling berkaitan. Percepatan hilirisasi dan transisi energi menjadi agenda utama yang akan ia koordinasikan, sementara tugasnya sebagai Menteri ESDM tetap berjalan sesuai arahan Presiden.