Rusia melancarkan serangan besar ke Ukraina dengan ratusan drone dan puluhan rudal, menargetkan kota-kota di timur dan selatan serta infrastruktur vital.
Serangan ini menewaskan 4 orang dan melukai puluhan lainnya, merusak rumah, fasilitas umum, listrik, dan air. Militer Ukraina meningkatkan pertahanan udara dan patroli, sementara warga diminta tetap berada di tempat aman.
Simak berita terbaru dan viral setiap hari, yang menghadirkan informasi menarik dan bermanfaat hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Rusia Hantam Ukraina Dengan Drone dan Rudal
Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Selasa (13 Januari 2026), menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal. Serangan ini menargetkan berbagai kota di Ukraina timur dan selatan, termasuk infrastruktur vital seperti pembangkit listrik, jaringan transportasi, dan fasilitas militer.
Kementerian Pertahanan Ukraina melaporkan bahwa serangan ini menimbulkan korban sipil. Setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat dampak langsung ledakan dan reruntuhan bangunan. Warga lokal juga dilaporkan mengalami kepanikan dan kerusakan properti signifikan.
Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa mereka bekerja keras untuk menangkis serangan menggunakan sistem pertahanan udara, namun jumlah drone dan rudal yang diluncurkan Rusia sangat banyak, sehingga menimbulkan kerusakan meski sebagian besar berhasil dihancurkan.
Detik-Detik Serangan dan Akibatnya
Serangan dimulai pada dini hari dengan gelombang drone yang menghantam kota-kota besar, diikuti oleh puluhan rudal balistik yang menargetkan infrastruktur penting. Sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian, tetapi beberapa drone berhasil menembus pertahanan dan menimbulkan kerusakan signifikan di kawasan perkotaan.
Korban sipil dilaporkan terjadi di kota Mykolaiv dan Dnipro, di mana empat warga meninggal dan beberapa bangunan rumah serta fasilitas umum rusak parah. Rumah sakit setempat kewalahan menangani korban, sementara listrik dan air di beberapa wilayah terganggu akibat kerusakan jaringan.
Pihak berwenang Ukraina menekankan bahwa serangan ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikologis bagi warga, menciptakan ketakutan dan gangguan besar dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah dan tempat kerja sempat ditutup sebagai langkah antisipasi.
Baca Juga: Polisi Bongkar Identitas Pencuri yang Seret Bocah SD di Medan
Respons Militer Ukraina
Militer Ukraina segera meningkatkan kesiapan dan melakukan peningkatan sistem pertahanan udara untuk menangkis gelombang serangan berikutnya. Pihak militer mengerahkan pasukan tambahan dan memperkuat koordinasi dengan NATO untuk mendapatkan dukungan intelijen dan sistem pertahanan modern.
Selain itu, pasukan Ukraina melakukan patroli darat dan pemantauan wilayah untuk mencegah infiltrasi dan serangan lanjutan. Pemerintah menekankan bahwa meski serangan intensif terjadi, kesiapsiagaan militer tetap tinggi dan serangan balasan akan dilakukan terhadap sasaran militer Rusia yang valid.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan pernyataan kepada publik, menyerukan ketenangan, disiplin, dan solidaritas warga. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi rakyat, memulihkan kerusakan, dan memastikan Rusia menanggung konsekuensi atas serangan tersebut.
Korban Sipil dan Peringatan Keamanan
Serangan ini menimbulkan dampak luas bagi masyarakat sipil, termasuk gangguan listrik, air, transportasi, dan komunikasi. Otoritas Ukraina menghimbau warga untuk tetap berada di tempat aman, mengikuti instruksi perlindungan sipil, dan menghindari area yang rawan serangan.
Lembaga kemanusiaan internasional juga bergerak cepat memberikan bantuan darurat, termasuk makanan, obat-obatan, dan tempat penampungan sementara bagi korban serangan. Upaya koordinasi antara pemerintah dan organisasi internasional dianggap krusial untuk menangani dampak sosial dan ekonomi dari serangan ini.
Militer Ukraina menegaskan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan dan kesiapsiagaan warga. Serangan ini menjadi pengingat akan risiko konflik yang sedang berlangsung dan kebutuhan untuk memperkuat perlindungan sipil, serta menjaga komunikasi dan bantuan logistik tetap berjalan meski dalam situasi darurat.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com