Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan perombakan besar di Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan merumahkan lima pejabat di lima pelabuhan.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kinerja, menekan kebocoran penerimaan negara, dan memperkuat sistem pengawasan di pelabuhan utama. Purbaya menegaskan penggantian pejabat akan dioptimalkan dari pegawai internal agar transisi berjalan lancar.
Simak berita terbaru dan viral setiap hari, yang menghadirkan informasi menarik dan bermanfaat hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Purbaya Siap Rombak Bea Cukai dan Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana perombakan besar-besaran di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Langkah ini ditujukan untuk menekan kebocoran penerimaan negara dan meningkatkan efektivitas pengumpulan pajak.
Purbaya mengungkapkan sebenarnya keinginan merombak sudah ada sejak tahun lalu, namun belum memungkinkan karena ia baru resmi bergabung dalam pemerintahan pada September 2025. Menurutnya, menunda perombakan demi menjaga kestabilan kementerian adalah langkah yang tepat, terutama di fase krusial penggenjotan penerimaan pajak.
“Saya sedang memperbaiki Bea Cukai dan Pajak. Ini serius, besok akan diobrak-abrik. Tujuannya memperbaiki cara kerja kedua institusi, sehingga kebocoran penerimaan negara tidak akan terjadi lagi ke depan,” ujar Purbaya saat ditemui di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Rotasi Pejabat di Lima Pelabuhan Utama
Sebagai bagian dari perombakan, Purbaya mengatakan akan merumahkan lima pejabat di jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bertugas di lima pelabuhan besar. Langkah ini dilakukan untuk memberikan pesan tegas bahwa kementerian serius dalam memperbaiki sistem pengawasan dan operasional.
“Yang jelas, beberapa pejabat itu akan dirumahkan. Pesannya jelas, kita serius tahun ini. Pejabat di lima pelabuhan besar akan diganti semua,” tegas Purbaya. Ia menambahkan, penggantian pejabat ini dioptimalkan dari pegawai yang sudah ada untuk memastikan transisi dan operasional berjalan lancar.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi kinerja yang tidak efektif. Purbaya memastikan penggantian tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga upaya konkret memperbaiki sistem kerja DJBC di pelabuhan strategis.
Baca Juga: Nekat! Maling Kabel Di Jakut Bikin Paving Block Porak-Poranda
Pegawai Internal Digenjot, SGS Siap Mengambil Alih
Ketika ditanya soal pengganti pejabat yang dirumahkan, Purbaya menjelaskan bahwa pengoptimalan pegawai internal menjadi prioritas. Ia menilai pegawai internal lebih memahami operasi Bea Cukai dibandingkan orang luar yang biasanya membutuhkan waktu adaptasi lebih lama.
“Ada yang saya tukar. Kalau dari luar biasanya tidak tahu operasi Bea Cukai, adaptasinya lebih lama. Yang jelas beberapa pejabat itu saya rumahkan saja,” terang Purbaya. Hal ini sekaligus menekankan pentingnya pengalaman dan pemahaman operasional dalam menjalankan fungsi strategis DJBC.
Purbaya menegaskan bahwa pembenahan DJBC dan DJP merupakan ancaman serius bagi pihak yang tidak bekerja efektif. Bahkan, ia menyebut, peran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bisa digantikan oleh Societe Generale de Surveillance (SGS) jika perbaikan tidak tercapai tahun ini.
Tekad Purbaya Benahi Pajak dan Bea Cukai
Menteri Purbaya menambahkan, situasi ini menunjukkan tekad pemerintah untuk menuntaskan masalah pengumpulan pajak yang belum optimal. Ia menegaskan, sebagai menteri baru, tahun ini ia tidak bisa lagi menggunakan alasan masa transisi, sehingga pembenahan harus tuntas.
“Pajak juga sama. Kalau tahun lalu pengumpulannya tidak tercapai, saya bisa bilang saya menteri baru. Tahun ini saya tidak bisa bilang begitu. Kalau tidak beres, pasti saya yang disikat duluan. Tapi sebelum saya disikat, saya sikat Dirjen Pajaknya dan Dirjen Bea Cukainya duluan,” tutur Purbaya.
Langkah tegas ini menegaskan komitmen Purbaya untuk melakukan reformasi internal di kementerian keuangan, memperkuat pengawasan, dan memastikan penerimaan negara meningkat.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainnya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari finance.detik.com
- Gambar Kedua dari finance.detik.com