Dua kapal tanker Pertamina terdampak penutupan Selat Hormuz yang kembali terjadi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Dua kapal tanker PIS terjebak di Teluk Persia setelah Selat Hormuz ditutup pada Sabtu (18/4/2026) akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Pertamina memastikan kru aman dan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat. Penutupan jalur yang mengalirkan 20 persen minyak dunia ini berpotensi mengganggu pasokan BBM Indonesia, meski stok masih aman 20 hari.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Penutupan Selat Hormuz dan Tanker Terjebak
Selat Hormuz ditutup Iran usai serangan Israel ke Lebanon, blokir akses Teluk Persia-Laut Arab. Dua tanker Pertamina sedang bongkar muat di pelabuhan Arab saat penutupan terjadi. Kapal-kapal ini muat minyak mentah untuk kilang dalam negeri, kini tertahan tanpa jadwal keluar pasti.
Pertamina laporkan posisi kapal stabil di Teluk Persia per 19 April 2026. Kemenlu RI awasi situasi melalui KBRI setempat, koordinasi keselamatan kru jadi prioritas. Kronologi ini ulang penutupan sebelumnya Maret 2026 yang sempat picu panic buying BBM.
Pemantauan 24 jam dilakukan PIS, siapkan rencana pelayaran cadangan. Laporan SindoNews konfirmasi kru tercukupi logistik dasar selama masa tunggu. Situasi dinamis ini pantauan pemerintah pusat secara real-time.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Penutupan Jalur Minyak Dunia dan Risiko Tanker
Konflik Iran-Israel eskalasi jadi pemicu utama, dengan Selat Hormuz strategis kendalikan 20-21 juta barel minyak harian. Iran tutup akses balas serangan Lebanon, blokir ekspor Teluk Persia. Tanker RI terjebak karena timing pelayaran bertepatan situasi krisis.
Muhammad Baron sebut Pertamina monitor konflik dinamis Timur Tengah. “Posisi kapal Pertamina masih ber di Teluk Persia dan belum melewati Selat Hormuz,” ungkapnya 10 April lalu. Faktor geopolitik tambah risiko perompakan dan sabotase rute alternatif.
Geografis sempit selat (lebar 33 km) mudahkan blokade. Sejarah penutupan 2019 ulang, kali ini lebih lama akibat ketegangan AS-Iran. Penyebab sistemik ini tekan perusahaan tanker global cari bypass berisiko tinggi.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Tapi Harga BBM Malah Meledak, Ada Apa Sebenarnya?
Dampak Ekonomi Global dan Ancaman Pasokan BBM RI
Harga minyak Brent diprediksi tembus US$100-150 per barel, naik tajam akibat hilang 20 persen pasokan dunia. Asia (China, India, Jepang) terpukul manufaktur lumpuh, inflasi energi melonjak global. Indonesia rasakan gelombang kenaikan harga BBM.
Menteri Bahlil Lahadalia klaim stok BBM aman 20 hari, tapi impor terganggu. “Masih cukup 20 hari,” ujarnya Maret lalu. Kilang Pertamina alami tekanan muatan terlambat, potensi antrean tanker di rute panjang via Afrika.
Dampak domestik picu kenaikan JPS dan logistik naik 30 persen. Industri petrokimia terganggu, tambah defisit neraca perdagangan. Publik khawatir panic buying ulang, tekan Presiden Prabowo siapkan subsidi tambahan BBM.
Strategi Pertamina dan Pemerintah Atasi Krisis Tanker
Pertamina koordinasi otoritas Iran dan sekutu untuk pembebasan kapal. Rencana passage plan cadangan via rute aman disiapkan, pantauan satelit pastikan posisi real-time. Keselamatan kru 100 persen prioritas utama.
Kemenko Perekonomian diversifikasi impor dari AS dan non-Timur Tengah. Erlangga Hartarto sebut strategi antisipasi eskalasi konflik, stok strategis ditingkatkan 45 hari. Impor LPG prioritas via Australia dan Qatar.
Ke depan, KemenESD dorong efisiensi kilang dan blending biofuel tingkatkan ketahanan. Diplomasi Kemenlu ke GCC percepat negosiasi pembukaan selat. Penanganan komprehensif ini minimalisir disrupsi energi nasional jangka panjang.
Temukan rangkuman informasi paling menarik dan sedang viral di bawah ini yang siap menambah wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA!
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari news.detik.com
Gambar Kedua dari beritasatu.com