Suasana istimewa terjadi di Aceh Tamiang saat Presiden Prabowo melaksanakan salat Idul Fitri diapit dua tokoh penting pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto merayakan Idul Fitri 1447 H dengan salat Id di Masjid Darussalam, Aceh Tamiang. Kehadirannya di tengah jemaah menjadi momen langka dan penuh makna, karena lokasi ini berada di kawasan huntara. Prabowo tampak khusyuk, diapit dua tokoh pemerintahan, menciptakan suasana simbolis dan kebersamaan.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kedatangan Dan Penyambutan Sang Presiden
Prabowo tiba di Masjid Darussalam sekitar pukul 07.20 WIB, menggunakan helikopter dari Lanud Soewondo, setelah menempuh perjalanan udara pagi hari. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dan peci hitam, sebagaimana busana yang lazim dipakai para jemaah pada hari raya Idul Fitri.
Kedatangan Presiden langsung disambut antusias oleh sekitar 1.300 jemaah yang memadati masjid dan halamannya. Banyak warga yang mengambil ponsel untuk mengabadikan momen, menjadikan suasana di depan mihrab seperti perpaduan antara kekhusyukan ibadah dan kegembiraan warga yang merasa bangga.
Sebelum salat dimulai, sejumlah pejabat terlihat berbaris menyambut Presiden, termasuk sejumlah menteri dan pejabat setempat. Namun, fokus utama tetap tertuju pada rangkaian takbir dan tahmid, sebagaimana perayaan Idul Fitri di tengah masyarakat Aceh Tamiang.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Saf Paling Depan, Prabowo Diapit Teddy Dan Tito
Usai sambutan awal, Prabowo langsung bergabung di saf paling depan bersama jemaah lain, menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat. Yang menarik, posisi Presiden tampak diapit oleh dua tokoh penting, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di sebelah kiri, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di sebelah kanan.
Kehadiran Teddy dan Tito di saf depan bersama Presiden tidak hanya menegaskan sinergi lembaga pemerintahan, tetapi juga menegaskan pentingnya kebersamaan di momen Idul Fitri. Pose foto yang banyak menyebar di media sosial menunjukkan ketiga figur itu berdiri berjajar, jeda Al-Fatihah tersirat dalam wajah khusyuk dan keresan “senyum Idul Fitri” yang tulus.
Salat Id berlangsung singkat namun penuh hikmat, dengan Prabowo mengikuti tiap gerakan bersama imam dan jemaah, tanpa jarak yang terasa antara kepala negara dan masyarakat. Setelah salat selesai, Prabowo tetap berada di masjid untuk silaturahmi dan jabat tangan, menyalami sebagian jemaah atas nama pemerintah dan seluruh keluarganya.
Baca Juga: Mengejutkan! Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran, Ini Alasan di Baliknya
Pesan Persatuan Dan Silaturahmi Idul Fitri
Dalam momen tersebut, Prabowo menekankan pentingnya persatuan, toleransi, dan silaturahmi sebagai inti makna Idul Fitri. Kehadirannya di Aceh Tamiang, salah satu kawasan yang sempat mengalami trauma dan kekerasan, menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat rekonsiliasi dan kebersamaan.
Presiden juga menyampaikan ucapan selamat dan permohonan maaf melalui kanal resmi Sekretariat Presiden. Ia mengajak warga menjadikan Idul Fitri sebagai momentum saling menghormati. Serta mempererat hubungan keluarga dan solidaritas sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Bagi warga Aceh Tamiang, kehadiran Presiden di masjid sederhana di kawasan huntara menjadi bentuk penghargaan dan pengakuan. Bahwa perjuangan mereka untuk pulih sangat dihargai. Mereka merasa Idul Fitri kali ini berbeda. Bukan hanya sebagai hari raya, tetapi juga hari penuh kebanggaan dan harapan masa depan.
Makna Simbolis di Tengah Masyarakat Aceh Tamiang
Pemilihan lokasi di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara, menunjukkan keberpihakan Presiden terhadap masyarakat yang selama ini berada di tepian perhatian. Ia tidak hanya hadir untuk salat. Tetapi juga menandai perhatian terhadap pembangunan dan pemulihan sosial di kawasan pedalaman Aceh, yang sering kali terlewatkan dalam narasi nasional.
Keberadaan Teddy dan Tito, dua tokoh yang kerap dihubungkan dengan pengelolaan pemerintahan dan keamanan. Semakin menegaskan bahwa perdamaian, pembangunan, dan kebersamaan adalah satu paket kebijakan yang tak boleh dipisah. Mereka hadir bukan sebagai simbol otoritas, melainkan sebagai bagian dari rangkaian kebersamaan dan kekhusyukan beribadah.
Bagi publik, momen Prabowo shalat diapit Teddy dan Tito di Aceh Tamiang menjadi simbol Idul Fitri yang berbeda. Kepala negara yang merendah dan dekat dengan jamaah. Dalam balutan takbir di Masjid Darussalam, Idul Fitri 1447 H menjadi pengingat pentingnya kebersamaan, persatuan, dan kekhusyukan di tengah keberagaman.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari cnbcindonesia.com