Kebakaran gedung Terra Drone mengungkap bahaya tersembunyi di perkantoran, memicu kekhawatiran serius tentang standar keselamatan.

Kebakaran gedung enam lantai Terra Drone di Kemayoran pada 9 Desember 2025 meninggalkan duka dan menimbulkan pertanyaan soal standar keselamatan. Penyelidikan intensif tengah berlangsung untuk mengungkap penyebab dan kemungkinan kelalaian di balik insiden ini.
Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Kejadian Dan Identifikasi Awal Penyebab
Api pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 12.43 WIB, memicu respons cepat petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 28 unit dikerahkan untuk mengatasi kobaran yang cepat melahap gedung Terra Drone. Upaya pemadaman berlangsung intensif dan berhasil menguasai api pukul 15.00 WIB, menandai akhir pertempuran sengit melawan jilatan api.
Berdasarkan olah TKP, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condedo, mengungkapkan kebakaran disebabkan baterai unit drone yang terbakar. Insiden terjadi di salah satu lantai gedung dan memicu api menjalar ke area lain. Tim Laboratorium Forensik masih bekerja keras menganalisis lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti.
Identifikasi awal menjadi fokus penyelidikan, dengan harapan memberi kejelasan faktor pemicu kebakaran. Informasi ini krusial untuk mencegah kejadian serupa dan menjadi dasar evaluasi prosedur keamanan penggunaan perangkat elektronik berdaya tinggi di perkantoran. Penyelidikan mendalam akan terus dilakukan untuk mengungkap setiap detail.
bergabung dengan Saluran Whatsapp, dapatkan berita terkini
Upaya Penyelidikan Dan Penegakan Hukum
Polisi sedang intensif menggali keterangan dari saksi mata dan pemilik gedung Terra Drone. Proses ini bertujuan mengidentifikasi indikasi kelalaian yang mungkin berkontribusi terhadap insiden tragis. Setiap informasi akan dianalisis cermat untuk membangun gambaran komprehensif mengenai latar belakang kejadian.
Pihak berwenang juga akan memeriksa perizinan gedung Terra Drone. Verifikasi ini penting untuk memastikan bangunan memenuhi semua standar keselamatan dan regulasi. Jika ada pelanggaran, tindakan hukum tegas akan diterapkan sesuai ketentuan.
Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condedo menegaskan polisi akan mengkaji apakah kebakaran terkait kelalaian individu atau pihak lain. Penyelidikan dilakukan transparan dan profesional, fokus pada penegakan keadilan bagi korban dan keluarganya. Hasilnya diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
Baca Juga: Belasan Hari Mengungsi, Ribuan Warga Sumatera Kekurangan Pangan dan Air
Dampak Tragis Dan Penanganan Korban

Tragedi kebakaran ini meninggalkan duka mendalam dengan jumlah korban tewas yang mencapai 22 orang hingga Selasa sore pukul 18.00 WIB. Korban terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki, menunjukkan kerugian nyawa yang sangat besar. Proses evakuasi korban berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, dengan tim penyelamat bekerja tanpa henti.
Jenazah para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim forensik bekerja keras untuk memastikan identitas setiap korban agar dapat segera diserahkan kepada keluarga. Proses ini sangat penting untuk memberikan ketenangan bagi keluarga yang berduka.
Sebagai bentuk dukungan, polisi juga telah menyediakan posko khusus bagi keluarga korban yang ingin mencari informasi atau mengurus jenazah anggota keluarga mereka. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga dalam menghadapi situasi sulit ini, sekaligus memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang layak.
Langkah Pencegahan Dan Kesadaran Keselamatan
Insiden kebakaran gedung Terra Drone menjadi pengingat serius akan pentingnya meningkatkan kesadaran akan keselamatan kebakaran di setiap institusi dan bangunan. Perlu adanya evaluasi rutin terhadap sistem proteksi kebakaran, termasuk detektor asap, alat pemadam api ringan, dan jalur evakuasi yang jelas. Pelatihan evakuasi juga harus dilakukan secara berkala.
Selain itu, penggunaan perangkat elektronik bertenaga baterai, terutama yang berkaitan dengan teknologi canggih seperti drone, memerlukan perhatian khusus. Protokol pengisian daya yang aman, penyimpanan yang tepat, dan pemeliharaan rutin baterai harus menjadi standar operasional. Edukasi mengenai risiko yang terkait dengan perangkat ini juga krusial.
Pemerintah dan pihak berwenang diharapkan dapat memperketat regulasi dan pengawasan terhadap standar keselamatan bangunan, terutama pada gedung-gedung perkantoran yang berisiko tinggi. Kerja sama antara pemerintah, pemilik gedung, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari tempo.co
- Gambar Kedua dari tribunnews.com