Belasan hari setelah banjir dan longsor melanda Sumatera, ribuan warga masih bertahan di pengungsian dengan fasilitas terbatas.

Persediaan pangan menipis, anak balita kekurangan nutrisi, dan akses air bersih menjadi masalah utama. Pemerintah dan relawan terus menyalurkan bantuan, namun distribusi belum merata.
Simak ikutin teru berita terbaru dan terviral yang akan menamba wawasan anda hanya ada di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Berhari-hari Bertahan di Pengungsian
Sudah lebih dari dua pekan ribuan warga di sejumlah wilayah Sumatera bertahan di pengungsian akibat banjir dan longsor. Mereka terpaksa meninggalkan rumah setelah bencana menerjang puluhan kecamatan, merusak permukiman, dan menenggelamkan akses jalan.
Di banyak lokasi pengungsian, kebutuhan dasar mulai menipis. Warga harus berbagi tempat tinggal di tenda sementara yang kapasitasnya terbatas. Kondisi ini membuat para pengungsi rentan terhadap penyakit, terutama karena sanitasi yang kurang memadai. Sementara itu, bantuan yang datang belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan harian mereka.
Para pengungsi mengaku kelelahan dengan kondisi ini, namun tetap bertahan demi keselamatan keluarga. Banyak di antara mereka yang membawa anak kecil dan lansia yang membutuhkan perhatian lebih.
Stok Pangan Kritis Sejumlah Posko Masih Minim Bantuan
Di Aceh Utara, bantuan pangan masih menjadi fokus utama pemerintah daerah. Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, menyebutkan bahwa meski logistik mulai mengalir, masih ada beberapa bahan kebutuhan pokok yang kurang, terutama minyak goreng dan ikan kemasan. Dua jenis makanan ini dianggap penting karena mudah diolah.
Selain pangan, sejumlah perlengkapan untuk hunian sementara juga dibutuhkan. Kelambu, terpal, pakaian layak, obat-obatan, susu, pembalut, hingga celana dalam menjadi permintaan mendesak dari para pengungsi. Kekurangan barang-barang tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga menjadi semakin sulit.
Situasi serupa juga terlihat di Aceh Tamiang. Relawan Budi Azhari mengatakan, kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, tenda darurat, serta kelambu untuk mencegah serangan nyamuk sangat diperlukan. Ia menambahkan bahwa beberapa posko memang sudah menerima bantuan.
Baca Juga: Jerat Hukum Perusak Hutan, Kemenhut Tegas Segel Pelaku Bencana Banjir di Sumatera
Kekurangan Makanan Balita dan Air Bersih Mengemuka

Di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, kebutuhan makanan khusus balita menjadi keluhan utama para pengungsi. Posko di wilayah ini tercatat belum memiliki stok bubur bayi instan yang semestinya menjadi makanan pendamping utama untuk anak-anak. Kondisi ini membuat para ibu kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi anak mereka.
Juliandika, salah satu pengungsi, menjelaskan bahwa makanan balita sangat dibutuhkan karena banyak keluarga yang membawa bayi dan anak kecil. Tanpa makanan khusus, mereka hanya bisa memberikan makanan umum yang tidak selalu cocok untuk balita. Ia berharap bantuan berupa susu formula dan bubur bayi dapat.
Selain masalah pangan balita, para pengungsi juga kesulitan mendapatkan air bersih. Keterbatasan air bersih membuat aktivitas seperti memasak, mencuci, dan mandi menjadi sangat terbatas. Ini memperbesar risiko penyakit kulit dan gangguan kesehatan lainnya, terutama di tengah lingkungan padat pengungsi.
Pengungsi Tempuh Jarak Jauh Demi Air Bersih
Masalah air bersih semakin dirasakan oleh para pengungsi, termasuk di wilayah Pandan. Monalisa, salah satu pengungsi berusia 26 tahun, mengungkapkan bahwa warga harus berjalan hampir satu kilometer menuju SMPN 3 Matauli-satu-satunya tempat yang masih memiliki sumber air tidak tercemar.
Di lokasi pengungsian sendiri, air sungai yang meluap tidak dapat digunakan karena telah bercampur lumpur dan limbah. Akibatnya, pengungsi hanya bisa mengandalkan pasokan terbatas dari tangki air bantuan. Namun jumlahnya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan orang setiap hari.
Pemerintah daerah dan relawan terus berupaya menambah suplai air bersih ke sejumlah titik pengungsian, tetapi kondisi medan yang sulit membuat distribusi tidak selalu lancar. Para pengungsi berharap agar bantuan air bersih dapat ditingkatkan segera, karena kebutuhan ini menjadi elemen penting yang menentukan kesehatan.
Simak dan terus membaca untuk informasi lainya yang akan kami berikan yang terbaru dan terviral hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari regional.kompas.com
- Gambar Kedua dari www.arahpena.com