Bagikan

Komisi V DPR RI menegaskan kabar yang beredar soal penutupan Alfamart dan Indomaret adalah hoaks ketua Komisi V, Lasarus, menjelaskan pihaknya.

Komisi V DPR Tegaskan Tidak Dukung

Pernyataan ini merespons video yang tersebar di media sosial yang dinilai tendensius dan menyesatkan. DPR menekankan bahwa tujuan pembatasan jaringan minimarket hanya untuk mendukung pedagang lokal dan koperasi desa, bukan menutup seluruh ritel modern. Klarifikasi resmi ini penting bagi literasi media publik.

Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di KEPPO INDONESIA.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

DPR Tepis Isu Tutup Alfamart dan Indomaret

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mendukung penutupan jaringan waralaba atau ritel modern Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia. Pernyataan ini disampaikan merespons klaim yang beredar di media sosial, yang menurut Lasarus bersifat tendensius dan hoaks.

“Saya sampaikan, dan bisa disaksikan melalui rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret ditutup,” ujar Lasarus dalam keterangannya, Senin (23/2).

Video rapat yang dijadikan sumber klaim tersebut berasal dari pertemuan antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, pada 12 November 2025. Lasarus menilai penyebaran video itu memiliki niatan tertentu dan tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan informasi yang menyesatkan publik.

Klarifikasi Lasarus Soal Konten Hoaks

Lasarus menegaskan bahwa unggahan di Instagram yang menampilkan foto Ketua DPR RI Puan Maharani dengan tulisan. “DPR DUKUNG MENTERI DESA TUTUP ALFAMART-INDOMARET DEMI KOPERASI DESA” adalah hoaks dan bersifat tendensius.

Menurut Lasarus, isi rekaman rapat yang diputar berbeda dengan klaim yang beredar. Kala itu, Lasarus hanya menekankan agar jaringan Alfamart dan Indomaret cukup sampai tingkat kabupaten dan kecamatan, bukan menutup seluruh cabang di seluruh Indonesia.

“Pemikiran saya adalah memberi kesempatan kepada pedagang kelontong lokal, Bumdes, dan koperasi desa agar rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat di desa dan dusun tetap bisa berjalan. Semua bukti rekaman bisa dilihat secara terbuka di laman pemberitaan resmi DPR,” jelas Lasarus.

Baca Juga: Geger! Bus Transjakarta Adu Banteng di Jalur Langit Koridor 13 Cipulir

Alasan Pembatasan Minimarket

Alasan Pembatasan Minimarket=

Lasarus menjelaskan bahwa gagasan tersebut tidak bersifat menutup pasar, melainkan untuk menyeimbangkan persaingan antara pedagang lokal dengan jaringan waralaba besar. Pedagang kelontong di desa dan dusun sering mengalami kesulitan bersaing dengan Alfamart dan Indomaret yang tersebar luas.

Dengan membatasi jaringan waralaba hanya sampai kabupaten atau kecamatan, pemerintah memberi ruang bagi Koperasi Desa (Kopdes) dan usaha mikro lokal untuk tetap bertahan. Lasarus menekankan bahwa hal ini adalah solusi untuk memperkuat ekonomi desa, bukan menyingkirkan perusahaan ritel nasional.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memberdayakan koperasi dan usaha kecil menengah. Sekaligus menjaga keseimbangan distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah pedesaan.

Pernyataan Menteri Desa dan Dampaknya

Dalam rapat yang sama, Menteri Desa Yandri Susanto menyatakan bahwa jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan, maka penyebaran bisnis minimarket besar bisa dikontrol atau dibatasi. “Saya setuju sekali, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop di wilayah yang sudah dilayani koperasi desa,” ujarnya.

Namun, Lasarus menekankan bahwa pernyataan Yandri tidak berarti dukungan menutup semua Alfamart dan Indomaret. Melainkan terkait pemberdayaan koperasi desa di beberapa wilayah tertentu. Kedua pihak sepakat bahwa fokus utama adalah menjaga keseimbangan ekonomi lokal, bukan menutup jaringan ritel modern secara keseluruhan.

Fenomena penyebaran video hoaks ini menekankan pentingnya literasi media publik. Agar masyarakat tidak mudah terprovokasi klaim yang tidak akurat dan tendensius. Lasarus berharap klarifikasi ini bisa menjadi rujukan resmi bagi media dan masyarakat.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  2. Gambar Kedua dari beritajejakfakta.id
Analisis Ekosistem Digital Menyoroti Langkah Inovatif PG Soft dalam Mengembangkan Layanan Interaktif Berbasis TeknologiDinamika Platform Interaktif Membuka Wawasan Baru Mengenai Evolusi Mahjong Wins 3 melalui Pendekatan Sistem Digital TerpaduModernisasi Sistem Informasi Membentuk Arah Baru Perkembangan Mahjong Ways melalui Integrasi Teknologi Digital yang AdaptifPeta Perkembangan Teknologi Modern Menempatkan Mahjong Ways dalam Arus Perubahan Ekosistem Digital yang Terus BertumbuhPerjalanan Inovasi PG Soft Menjadi Sorotan dalam Kajian Transformasi Teknologi Berbasis Data dan Komputasi ModernPerubahan Lanskap Komputasi Menghubungkan Mahjong Wins 2 dengan Pendekatan Digital yang Lebih Efisien dan TerukurImplementasi Arsitektur Digital Mengubah Perspektif terhadap Mahjong Wins 2 dalam Mendukung Pengalaman Interaktif Masa KiniKonsep Data Intelligence Mengulas Perjalanan Mahjong Ways melalui Evolusi Infrastruktur Teknologi yang Semakin FleksibelKolaborasi Big Data dan Sistem Adaptif Menggambarkan Perubahan Mahjong Ways pada Lanskap Teknologi Digital BerkelanjutanPendekatan Sistem Terintegrasi Menggambarkan Transformasi Gates of Olympus dalam Perspektif Perkembangan Platform DigitalRekayasa Teknologi Modern Menempatkan Mahjong Wins 3 sebagai Bagian dari Evolusi Pengalaman Digital Berbasis InformasiTelaah Komputasi Modern Menyoroti Efisiensi Infrastruktur PG Soft dalam Menghadapi Dinamika Industri Hiburan DigitalPengembangan Kerangka Informasi Digital Membawa Gates of Olympus Memasuki Era Baru Platform Interaktif Berbasis TeknologiHarmonisasi Infrastruktur Digital Menjadi Landasan Perkembangan PG Soft dalam Menghadirkan Sistem Visual yang Lebih AdaptifKajian Dinamika Teknologi Menjelaskan Perubahan Sweet Bonanza Super Scatter melalui Perspektif Inovasi Digital KontemporerDinamika Visual Adaptif Menjadi Bagian Penting dalam Evolusi Sweet Bonanza Super Scatter di Tengah Perubahan DigitalOptimalisasi Sistem Komputasi Menghasilkan Sudut Pandang Baru terhadap Wild Bandito melalui Pendekatan Analisis TerstrukturStruktur Informasi Berbasis Analitik Membentuk Cara Baru Memahami Wild Bandito dalam Perkembangan Ekosistem Hiburan DigitalTransformasi Platform Berorientasi Data Mengulas Mahjong Ways melalui Pendekatan Teknologi Modern dan Evolusi Sistem InteraktifKajian Mendalam Infrastruktur Cloud Menjelaskan Perubahan Mahjong Wins 3 dalam Ekosistem Teknologi yang Semakin Terhubung