Seorang pelajar SMP di Dompu membuat heboh warga setelah kedapatan membawa panah, hingga nyaris menjadi sasaran amukan massa.
Insiden mencekam terjadi di Simpasai, Woja, Dompu, saat pelajar SMP RP (16) kedapatan membawa anak panah usai Tarawih. Warga sempat geram, namun polisi sigap mengamankan pelaku Rabu malam (18/3/2026). Kejadian ini menambah trauma kasus Bakajaya, patroli Polres Dompu pun ditingkatkan jelang Lebaran.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Penemuan Senjata
RP, warga Desa Matua, ketahuan warga bawa anak panah pasca-Tarawih di masjid setempat. Situasi memanas karena sehari sebelumnya ratusan warga kepung pelaku pemanahan di Bakajaya. Massa marah ingat insiden berdarah, teriak “aniaya dia!” sambil dorong maju.
Patroli Cipta Kondisi Polres Dompu dapat laporan cepat via warga panik. Personel tiba tepat waktu, pisahkan RP dari kerumunan 50 warga geram yang mengamuk. Anak panah disita aman, pelaku bawa ke Mapolres tanpa perlawanan sedikit pun.
Kasi Humas Polres Dompu, Iptu I Nyoman Suardika, konfirmasi RP diamankan selamat tanpa cedera. “Petugas terima info remaja bawa panah hampir diamuk massa, langsung bawa beserta barang bukti,” jelasnya Kamis (19/3/2026).
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Situasi Tegang Pasca-Pemanahan
Selasa malam (17/3/2026), Desa Bakajaya heboh ratusan warga kepung pelaku pemanahan misterius. Korban luka serius bahu dan lengan, picu trauma kolektif masyarakat Woja yang ketakutan. Patroli polisi intensifkan pengamanan masjid dan jalan malam Ramadan.
Warga Simpasai trauma berat, curiga tiap remaja lewat sendirian gelap. RP jadi sasaran amarah karena bawa senjata tajam mirip kasus sebelumnya yang bikin resah. Polisi mediasi cepat cegah eskalasi jadi kerusuhan besar malam itu.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur tegas tingkatkan patroli akhir puasa penuh. “Situasi aman kondusif, himbau orang tua awasi anak malam hari dengan ketat,” pesannya tegas di konferensi pers.
Baca Juga: Arus Balik Bisa Jadi Bencana! Apakah Stok BBM Bisa Menahan Lonjakan?
Proses Hukum Dan Pemeriksaan
RP diamankan di Mapolres Dompu untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih mendalam oleh Satreskrim. Barang bukti berupa anak panah disegel dengan rapi, sementara visum psikologis dilakukan untuk mengecek kemungkinan motif tersembunyi. Diduga, barang tersebut dibawa hanya untuk gaya-gayaan remaja, bukan dengan niat jahat yang serius.
Satreskrim juga menyelidiki kemungkinan hubungan RP dengan kasus Bakajaya secara lebih teliti. Orang tua pelaku segera dipanggil untuk diberikan pemahaman, serta dilakukan konseling guna mencegah perilaku destruktif yang berbahaya. Kasus ini sementara diklasifikasikan sebagai penguasaan atau pengadangan senjata tajam.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak membawa senjata apa pun di jalan karena dapat berujung pidana berat. Orang tua juga diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, terutama usia 13–17 tahun yang rawan terlibat tawuran malam. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pencegahan Kekerasan Remaja
Polres Dompu menggelar razia senjata tajam di sekitar 15 titik rawan kota secara lebih masif. Masa libur sekolah saat Ramadan juga menjadi sasaran patroli ketat untuk mencegah balap liar dan aksi pemanahan misterius. Program “Polisi Sahabat Anak” turut mendampingi sekitar 500 remaja bermasalah yang berisiko terlibat kenakalan.
Dinas Sosial membuka posko konseling gratis selama 24 jam serta mengimbau orang tua untuk rutin berdialog dengan anak setiap hari. Warga juga mendesak adanya kurikulum anti-kekerasan di sekolah guna melatih empati sejak usia dini. Upaya ini diharapkan dapat menekan potensi konflik di kalangan remaja.
Kapolres optimis situasi keamanan akan tetap terkendali sehingga Lebaran berlangsung aman dan damai. Sinergi antara TNI, Polri, dan pihak kecamatan ditingkatkan dengan penambahan pos ronda malam yang lebih intensif. Langkah ini dilakukan untuk melindungi area rawan seperti masjid dan pasar tradisional.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari bimakini.com