Dunia gempar! Lebih dari 8 juta warga Amerika Serikat turun ke jalan dalam aksi protes terbesar dalam sejarah, menentang kebijakan Donald Trump dan perang di Iran.
Massa berteriak “End this war” di lebih dari 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian. Protes ini mencerminkan kemarahan publik terhadap kebijakan luar negeri dan domestik Trump, termasuk imigrasi dan lonjakan harga kebutuhan pokok. Temukan rangkuman informasi menarik dan berita paling terviral lainnya yang bisa kamu jadikan wawasan terbaru yang hanya ada di KEPPO INDONESIA.
Gelombang Massa Turun ke Jalan AS
Jutaan warga Amerika Serikat turun ke jalan dalam aksi protes massal bertajuk No Kings Protest, menolak kebijakan Presiden Donald Trump dan eskalasi perang di Iran. Massa terdengar berteriak “End this war” di berbagai kota besar, menunjukkan kemarahan publik terhadap konflik yang terus memanas.
Protes ini diklaim sebagai aksi satu hari terbesar dalam sejarah AS, dengan lebih dari 8 juta peserta yang tersebar di 3.300 lokasi di seluruh 50 negara bagian. Organisasi penyelenggara, Koalisi No Kings, memperkirakan angka ini masih bisa meningkat hingga 9 juta peserta seiring gelombang protes berlanjut.
Aksi tersebut menjadi simbol penolakan publik yang masif terhadap kebijakan luar negeri Trump, terutama yang berkaitan dengan militer dan keamanan regional. Para pengamat menilai protes ini mencerminkan ketidakpuasan rakyat terhadap arah kebijakan pemerintahan saat ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Apa yang Memicu Gelombang Protes “No Kings”?
Kemarahan publik dipicu oleh serangan AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung selama empat pekan. Konflik ini menimbulkan kecemasan luas terkait risiko eskalasi militer yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Selain isu perang, kebijakan domestik Trump turut memicu gelombang protes. Kebijakan imigrasi yang agresif, ditambah dengan lonjakan harga minyak dan kebutuhan pokok, membuat masyarakat merasa terbebani dan marah terhadap pemerintahan.
Situasi ini diperparah dengan tingkat kepuasan publik terhadap Trump yang dilaporkan turun drastis, hanya 36 persen. Faktor ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi penyulut utama ketidakpuasan yang menggerakkan jutaan warga ke jalan.
Baca Juga: Geger! Dokter Muda Tiba‑Tiba Meninggal di RSUD, Benarkah Terpapar Campak?
Skala Protes dan Partisipasi Warga AS
Koalisi No Kings menyebut bahwa aksi ini mencatatkan jumlah partisipan terbesar dalam sejarah aksi protes satu hari di AS. Dengan 8 juta peserta tersebar di ribuan lokasi, protes ini melampaui skala aksi-aksi sebelumnya, termasuk protes terkait perang Irak dan kebijakan ekonomi.
Perluasan aksi hingga ke seluruh 50 negara bagian menunjukkan penyebaran kesadaran politik yang luar biasa. Demonstrasi berlangsung di kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, Chicago, hingga kota-kota kecil, memperlihatkan keterlibatan semua lapisan masyarakat.
Para penyelenggara optimis angka peserta akan terus meningkat karena momentum protes masih berlangsung, didukung kampanye media sosial dan jaringan komunitas lokal. Gelombang ini dianggap sebagai bentuk tekanan politik terbesar terhadap pemerintah dalam beberapa dekade terakhir.
Respon Publik dan Dampak Politik
Selain turun ke jalan, warga AS juga memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan protes. Tagar seperti NoKingsProtest dan EndThisWar menjadi viral, mendorong diskusi nasional dan internasional mengenai kebijakan Trump terhadap Iran.
Para analis politik menilai protes ini bisa berdampak signifikan terhadap agenda pemerintahan, terutama menjelang pemilu berikutnya. Tekanan publik dari aksi massal seperti ini dapat mempengaruhi arah kebijakan luar negeri maupun domestik.
Gelombang protes ini menjadi bukti nyata bahwa rakyat memiliki kekuatan politik yang besar. Di tengah eskalasi konflik dan kebijakan kontroversial, gerakan No Kings Protest menunjukkan perlawanan warga terhadap keputusan pemerintah yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari kompas.com