Sebuah mobil Brimob dilaporkan tergelincir dan terjun ke jurang di Pesisir Barat, Lampung, pada Minggu siang.

Insiden ini diduga disebabkan rem blong, meski sopir yang merupakan karyawan ekspedisi selamat dengan luka-luka ringan. Berikut ini KEPPO INDONESIA akan memberikan informasi lengkap mengenai kecelakaan sebuah mobil Brimob yang terjun ke jurang di Pesisir Barat, Lampung.
Kronologi Kecelakaan Mobil Brimob
Berdasarkan rekaman video yang diterima Lampung Geh, mobil Brimob tampak melaju tanpa kendali di jalan raya. Awalnya kendaraan menabrak sebuah truk yang sedang menepi di pinggir jalan. Diduga karena rem tidak berfungsi, mobil tersebut terus melaju dan akhirnya terjun ke jurang Tebing Batu Manula, yang memiliki kedalaman sekitar 50 meter.
Kejadian ini terjadi di perbatasan antara Lampung dan Bengkulu, yang membuat koordinasi antar aparat kepolisian di kedua provinsi menjadi penting. Kecelakaan tersebut menjadi sorotan publik karena melibatkan kendaraan dinas kepolisian, meski sopirnya bukan anggota Polri.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Penjelasan Pihak Kepolisian
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kaur, Bengkulu, AKP Ahmad Hairuman, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa wilayah kejadian masuk Provinsi Lampung, sehingga pihaknya hanya melakukan koordinasi. “Benar terjadi kecelakaan, namun wilayahnya Provinsi Lampung. Kami hanya berkoordinasi saja. Namun, kendaraan itu akan dikirim ke Brimobda Bengkulu,” ujar Ahmad dalam keterangannya pada Senin.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, memastikan peristiwa ini adalah kecelakaan tunggal. “Benar, peristiwa kecelakaan tunggal itu terjadi kemarin, itu mobil Randurlap Brimob yang akan dikirim ke Bengkulu,” jelas Yuni.
Baca Juga: Bakamla RI Perkuat Kerja Sama Maritim Dengan Coast Guard Yunani
Sopir Selamat Meski Luka-Luka

Polda Lampung menegaskan bahwa sopir mobil Brimob selamat dari kecelakaan ini, meskipun sempat mendapatkan perawatan medis karena beberapa luka yang dialami. Yuni Iswandari menjelaskan bahwa sopir adalah karyawan ekspedisi yang bertugas mengantar kendaraan, bukan anggota Polri.
“Mobil itu pengadaan dan dibawa oleh pihak ekspedisi, sopirnya bukan anggota polri melainkan karyawan ekspedisi,” tambah Yuni. Kondisi sopir kini telah stabil dan sedang menjalani observasi lebih lanjut.
Dugaan Penyebab Rem Blong
Berdasarkan keterangan awal dan rekaman video, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah rem blong. Rem yang tidak berfungsi membuat sopir kehilangan kendali saat menanjak atau menurun di jalan yang curam. Jalan di kawasan Tebing Batu Manula terkenal berliku dan rawan kecelakaan, sehingga setiap gangguan pada sistem rem kendaraan bisa berakibat fatal.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pihak ekspedisi dan instansi terkait untuk selalu memastikan kendaraan operasional dalam kondisi prima sebelum digunakan, termasuk pengecekan rem, ban, dan sistem keselamatan lainnya.
Tindakan Lanjutan dan Koordinasi Antar Polda
Setelah kecelakaan, kendaraan Brimob yang terjun ke jurang akan dievakuasi dan dikirim ke Brimobda Bengkulu. Polisi dari Lampung dan Bengkulu bekerja sama untuk memastikan evakuasi berlangsung aman dan cepat. Proses investigasi akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang turut memicu kecelakaan, seperti kondisi jalan atau faktor human error dari sopir.
Selain itu, pihak kepolisian juga menekankan perlunya protokol keselamatan yang lebih ketat bagi kendaraan yang sedang diangkut oleh pihak ekspedisi. Hal ini untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan, terutama ketika kendaraan milik instansi pemerintah atau aparat negara digunakan untuk transportasi lintas provinsi.
Simak dan ikuti terus berita-berita terupdate yang kami berikan tentunya terpercaya hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kumparan.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com