Diculik di Jimbaran, WNA Ukraina dimutilasi setelah tebusan Rp168 M tak dibayar, polisi tetapkan 6 WNA tersangka kasus mengerikan ini.
Kisah penculikan sadis terjadi di Jimbaran. WNA Ukraina jadi korban mutilasi usai tebusan Rp168 miliar gagal dibayar. Polisi kini bergerak cepat menangani kasus mengerikan ini.
Simak fakta informasi berita terupdate saat ini di hanya di KEPPO INDONESIA.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Penemuan Tragis Potongan Tubuh WN Ukraina
Tragedi menimpa Ihor Komarav (28), warga Ukraina, yang dilaporkan hilang di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan. Pada Jumat (28/2/2026), potongan tubuh manusia ditemukan di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Sukawati.
Evakuasi dilakukan tim gabungan Inafis Polda Bali, Satreskrim Polres Gianyar, dan Polsek Sukawati. Bagian tubuh korban mulai dari kepala, lengan, kaki, hingga organ dalam ditemukan tersebar di bibir pantai dan muara sungai.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menegaskan seluruh potongan tubuh dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, untuk proses autopsi. Penyidik menekankan bahwa investigasi berbasis bukti ilmiah menjadi prioritas.
Identifikasi Menguatkan Dugaan Penculikan
Tato bergambar Bunda Maria serta jam tangan di lengan korban menjadi petunjuk kuat bahwa potongan tubuh tersebut milik Ihor. Kesamaan hingga 80 persen dengan tato Ihor menguatkan dugaan.
Proses identifikasi melibatkan visum, pemeriksaan laboratorium, dan analisis DNA untuk memastikan keaslian identitas korban. Hal ini penting agar kasus ini dapat ditangani secara profesional.
Kombes Ariasandy menambahkan, setiap temuan akan dicatat secara rinci sebagai bukti hukum. Tim kepolisian juga memetakan rute terakhir korban agar penyelidikan bisa menyentuh pelaku secara tepat dan cepat.
Baca Juga: Viral! Pria Dikunci Warga di Depok Usai Diduga Curi AC Dan Rusak Ruko
Kronologi Penculikan Dan Tebusan Fantastis
Ihor Komarav hilang pada Minggu malam, 15 Februari 2026, saat berlatih motor bersama rekannya, Roman Salin (WN Rusia) dan Yermak, di Jalan Pura Batu Meguwung, Jimbaran. Sekelompok orang tak dikenal menyerang mereka.
Sebelum hilang, Ihor sempat membuat video yang viral di media sosial. Dalam rekaman itu, ia terlihat panik dan meminta keluarga menyiapkan uang tebusan sebesar USD 10 juta atau setara Rp 168 miliar.
Ancaman tebusan yang fantastis ini memicu kepanikan publik dan menekan aparat agar segera bertindak. Rekaman digital ini menjadi salah satu bukti awal bagi polisi dalam menelusuri jejak pelaku dan kronologi penculikan.
Upaya Cepat Aparat Dan Penelusuran Jejak
Polda Bali membentuk tim khusus yang memantau titik-titik rawan di Jimbaran dan Sukawati. Pencarian mencakup muara sungai, bibir pantai, jalur darat, hingga lokasi-lokasi tersembunyi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian pelaku.
Petugas menelusuri CCTV, menginterogasi warga sekitar, dan memeriksa jejak digital korban. Langkah ini mempermudah penyidik mengumpulkan bukti tambahan serta mempersempit kemungkinan pelaku.
Selain itu, polisi berkoordinasi dengan otoritas Ukraina untuk menelusuri kemungkinan jaringan internasional. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat bukti dan memudahkan penetapan tersangka dari jaringan kriminal transnasional.
Penetapan Tersangka Dan Proses Hukum
Polda Bali menetapkan enam WNA sebagai tersangka penculikan Ihor Komarav. Aparat menyiapkan seluruh berkas untuk proses hukum sesuai UU yang berlaku di Indonesia.
Penyidikan meliputi analisis forensik laboratorium, pemeriksaan pesan digital, dan interogasi saksi kunci. Semua bukti dikumpulkan agar bisa menjadi dasar persidangan dan hukuman maksimal bagi pelaku.
Kasus ini menjadi peringatan tegas bagi warga asing dan pelaku kriminal. Kepolisian menegaskan setiap tindakan penculikan dan pemerasan akan ditindak tegas, memastikan keadilan bagi korban dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari radarbadung.jawapos.com
- Gambar Kedua dari radarbali.jawapos.com