Momen menegangkan terjadi di Madiun, seorang polisi terlindas bus saat bertugas hingga mengalami patah kaki di lima titik.
Sebuah video polisi di Kota Madiun terlindas ban bus pariwisata hingga patah kaki viral di media sosial. Kejadian terjadi saat anggota Satlantas Polres Madiun Kota menegur bus yang melanggar di Simpang Lima Tugu Pendekar. Polisi tersebut kini menjalani perawatan intensif akibat patah tulang di kaki kiri.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Insiden di Simpang Lima Tugu Pendekar
Kasat Lantas Polres Madiun Kota, Nanang Cahyono, menjelaskan kejadian bermula saat petugas menegur bus pariwisata AB 7542 UA yang melintas di jalur terlarang. Bus seharusnya melalui Ring Road menuju Terminal Purboyo, bukan jalan kota, sehingga diminta berputar balik.
Saat bus berputar balik, roda kanan belakang tak sengaja melindas kaki kiri anggota Satlantas berinisial PSA yang sedang mengatur lalu lintas. Insiden ini terekam warga dan viral di media sosial, termasuk melalui Instagram Info Madiun Raya. Dalam video, bus terlihat berhenti di simpang lima, sementara polisi mengamankan kernet dan memeriksa korban.
Petugas segera mengevakuasi anggota yang terluka menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban kemudian dirawat di RSU Karima Utama Surakarta. Kepolisian juga mengamankan bus beserta sopir dan kernet untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait pelanggaran lalu lintas yang terjadi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kondisi Sang Polisi Dan Penanganan Medis
Akibat terlindas bus, kaki kiri anggota Satlantas PSA mengalami patah tulang di lima titik. Kondisi ini memerlukan perawatan serius dan kemungkinan pemulihan yang memakan waktu. Kepolisian memastikan korban mendapat perawatan optimal agar dapat kembali bertugas setelah masa penyembuhan.
Temannya sesama anggota Satlantas mengaku terkejut saat melihat rekaman insiden tersebut di media sosial. Mereka merasa peristiwa ini jadi pengingat akan risiko yang dihadapi aparat di lapangan, terutama saat berhadapan dengan kendaraan besar. Kondisi polisi yang terluka cukup membuat rekan‑rekannya di Mapolres Madiun merasa khawatir dan prihatin.
Pihak Polres Madiun juga menegaskan bahwa keselamatan anggota menjadi prioritas utama. Kapolres berjanji akan meningkatkan pelatihan dan prosedur keamanan saat penegakan lalu lintas, terutama saat menghadang dan menghentikan kendaraan besar. Kepolisian berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Baca Juga: Bikin Heboh! Polda Sumut Sita 50 Kg Sabu Dalam Operasi Penangkapan Besar
Penegakan Hukum Terhadap Sopir Bus
Kasus ini menimbulkan kritik dan kekhawatiran terhadap disiplin sopir kendaraan besar di kawasan ramai seperti kota Madiun. Menurut Nanang, sopir bus kemudian dimintai keterangan dan dikenakan sanksi penindakan karena melanggar rambu lalu lintas. Bus beserta sopir dan kernet diamankan di Satlantas Polres Madiun Kota untuk proses selanjutnya.
Penegakan hukum dipandang penting agar pelanggaran tidak dianggap biasa dan berulang. Kepolisian menegaskan bahwa tindakan peneguran tetap harus dilakukan, namun harus diimbangi dengan kewaspadaan terhadap manuver kendaraan besar. Mereka juga mengimbau sopir bus dan kendaraan besar lainnya untuk taat pada aturan jalur dan rambu, terutama di kawasan padat.
Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di masyarakat. Masyarakat diminta menghormati petugas dan aturan jalan, sehingga penegakan lalu lintas berjalan aman bagi semua pihak. Khusus sopir bus, kedisiplinan dalam mengikuti jalur dan instruksi polisi dianggap sangat penting.
Dampak Insiden Terhadap Masyarakat Dan Kepolisian
Video yang viral membuat masyarakat terkejut sekaligus prihatin melihat anggota polisi terluka saat menjalankan tugas. Banyak netizen mengungkapkan simpati kepada korban dan menuntut kehati‑hatian ekstra dari sopir kendaraan besar. Insiden ini juga memunculkan diskusi tentang perlindungan dan keselamatan aparat lalu lintas di ruang publik.
Di internal kepolisian, kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan saat menghentikan dan mengatur kendaraan besar. Polres Madiun diharapkan mengevaluasi cara menghadang dan mengarahkan bus agar tidak terjadi simulai serupa. Kepolisian juga berencana meningkatkan sosialisasi interaksi yang aman antara petugas dan sopir kendaraan besar.
Ke depan, masyarakat berharap aparat lalu lintas dilindungi lebih baik, sementara sopir kendaraan besar lebih disiplin. Dengan kerja sama antara petugas, pengemudi, dan masyarakat umum, kejadian menegangkan seperti ini diharapkan dapat diminimalkan atau bahkan dicegah sepenuhnya. Insiden ini menjadi simbol bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan kesadaran semua pihak.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari surabaya.kompas.com
- Gambar Kedua dari wartabanjar.com