Bentrok sengit terjadi di Nabire, Papua, ketika prajurit TNI menghadapi KKB, menimbulkan korban luka serius di lapangan.
Insiden tragis kembali melanda Kabupaten Nabire, Papua Tengah, ketika tim gabungan TNI-Polri terlibat baku tembak sengit dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Satu prajurit TNI mengalami luka serius akibat rekoset peluru, menambah daftar korban konflik di wilayah rawan ini. Operasi penegakan hukum berhasil menggagalkan basis KKB, meski ancaman masih mengintai ke depan.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Latar Belakang Insiden
Operasi dimulai Minggu malam, 1 Maret 2026, pukul 22.40 WIT, di Kampung Kali Harapan, Nabarua Atas, Nabire. Tim dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Operasi Damai Cartenz 2026 menyerbu markas KKB pimpinan Aibon Kogoya. KKB langsung melawan dengan tembakan, memaksa aparat merespons secara tegas.
Kontak senjata berlangsung singkat tapi intens. KKB kabur ke hutan setelah kalah kuasai medan, meninggalkan markas mereka. Aparat segera mengamankan lokasi untuk mencegah serangan balik. Insiden ini bagian dari rangkaian upaya tekan KKB di Papua Tengah secara berkelanjutan.
Wakil Panglima Koops Habema, Brigjen TNI Rianto, konfirmasi kejadian melalui wartawan. Ia tekankan operasi bertujuan perkuat stabilitas wilayah. Situasi seperti ini sering terjadi, mengancam warga sipil setempat secara nyata.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Jalannya Kontak Tembak
Saat aparat mendekati kamp KKB, kelompok bersenjata membuka api pertama. Baku tembak pun pecah di Kepala Air, Nabire, dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Aparat gabungan bertahan dan melakukan balasan tembakan secara profesional serta terkoordinasi dengan baik.
Pratu Mulyado Chandra dari Satgas Rajawali terluka di betis kanan akibat serpihan proyektil atau rekoset peluru. Luka ini terjadi saat ricochet dalam pertempuran sengit yang berlangsung beberapa menit. Rekan-rekannya langsung melindungi korban sambil mengejar KKB yang melarikan diri ke hutan di sekitar lokasi.
Setelah KKB mundur, aparat berhasil menguasai markas tanpa korban tambahan. Operasi lanjutan dilakukan tanpa henti untuk memastikan keamanan wilayah sepenuhnya. Kejadian ini menegaskan risiko tinggi yang dihadapi prajurit saat bertugas di medan konflik berbahaya.
Baca Juga: Geger Internasional! Iran Tutup Pintu Diplomasi, Ketegangan Dengan AS Meledak
Kondisi Korban Dan Tanggapan
Pratu Mulyado Chandra langsung mendapatkan perawatan medis darurat di lokasi kejadian. Kondisinya stabil meski mengalami luka parah, kemudian dievakuasi ke RS di Timika untuk perawatan intensif. Tim medis TNI-Polri menangani dengan cepat guna menghindari komplikasi lebih lanjut dan memastikan pemulihan optimal.
Keluarga korban memberikan dukungan moral dari jauh, sementara Brigjen Riyanto memuji ketangguhan prajurit tersebut dan menyebut luka yang dialaminya tidak sia-sia, karena demi keamanan rakyat. Proses pemulihan dipantau secara ketat oleh komando atas secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Panglima TNI menginstruksikan percepatan operasi serupa di wilayah rawan. Korban seperti Pratu Chandra menjadi simbol pengorbanan heroik aparat TNI-Polri. Doa dan apresiasi masyarakat mengalir deras melalui media sosial nasional, menegaskan dukungan publik terhadap tindakan aparat.
Hasil Operasi Dan Dampak
Aparat menyita 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 senjata api, serta magazen SS1 dan AK-101. Selain itu, diamankan juga 12 ponsel, 5 handy talky, uang tunai Rp79,9 juta, dan bendera bintang kejora. Barang bukti ini menjadi bukti bahwa markas tersebut adalah basis KKB yang masih aktif di wilayah.
Penggerebekan ini mempersempit ruang gerak KKB di Kabupaten Nabire. Operasi lanjutan terus dilakukan untuk menekan aktivitas mereka dan memberi rasa aman bagi warga sipil. Sitaan amunisi juga mengurangi potensi serangan masa depan dan melemahkan kemampuan operasional KKB.
Insiden ini meningkatkan kesadaran nasional soal konflik Papua. Pemerintah berjanji memperkuat keamanan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya solidaritas bangsa menghadapi ancaman dalam negeri.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.id