Aksi kejahatan ini memicu kemarahan publik setelah seorang nenek berusia 80 tahun dirampok saat menjaga warung kopi miliknya di Jambi.
Aksi sadis menimpa seorang nenek 80 tahun di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Ahuwa, pensiunan buruh sawit, menjadi korban perampokan saat menjaga warung kopi di Dermaga Apung, Kampung Singkep, Muarasabak Barat. Peristiwa terjadi Sabtu (21/3/2026) pagi saat korban berjualan seorang diri.
Temukan informasi menarik dan berita paling terviral lainnya di bawah ini yang bisa memperluas wawasan Anda, hanya di KEPPO INDONESIA.
Kronologi Kejadian Yang Mengerikan
Hari itu berawal biasa, Ahuwa menunggu pelanggan sambil menjaga warung kopi kecilnya. Tiba-tiba, dua pria datang dan membeli minuman serta mie instan. Setelah mengonsumsi pesanan, mereka berdalih ingin istirahat di dalam warung. Namun, hal yang tidak terduga terjadi selanjutnya.
Pelaku langsung menyerang Ahuwa dengan menggunakan tongkat bambu, memukulnya hingga sang nenek jatuh terkapar. Dia berusaha melawan dengan menangkis serangan, tetapi usahanya sia-sia karena usia lanjut dan keterkejutan. Wajah dan tubuhnya bersimbah darah, luka parah di kepala dan tangan.
Setelah memastikan Ahuwa tak berdaya, para perampok menggeledah laci warung dan mengambil uang tunai sekitar Rp500.000 serta beberapa bungkus rokok. Mereka kemudian kabur dengan sepeda motor merah yang sudah disiapkan untuk melarikan diri dari lokasi kejadian.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Respons Polisi Dan Pencarian Pelaku
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Sajarani, langsung membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus perampokan dan penganiayaan ini. Polisi memeriksa saksi-saksi, mengamati rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta menelusuri jejak kendaraan pelaku. Tim penyelidik bekerja cepat untuk mengungkap identitas kedua perampok.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengungkap tangkapan pelaku, tetapi pencarian intens dilakukan di wilayah Tanjung Jabung Timur dan sekitarnya. Masyarakat diminta bersabar sambil menunggu perkembangan resmi dari kepolisian. Motif pelaku diduga demi keuntungan finansial, mengingat mereka mengambil uang dan rokok Ahuwa.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat, terutama para pelaku usaha kecil yang beroperasi di area sepi. Ahuwa, yang bekerja keras demi menjalani hidup pasca-pensiunan, kini terluka dan trauma akibat ulah dua pelaku yang tak memiliki rasa kemanusiaan.
Baca Juga: Mengejutkan! Peneliti Temukan Alat Kayu Manusia Purba Berusia 430.000 Tahun
Dampak Fisik Dan Psikologis Pada Korban
Kasus kekejaman ini tak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi Ahuwa dan keluarganya. Setelah dipukul berulang kali, dia jatuh di lantai warung dengan darah mengucur dari kepala dan tangan. Kondisi ini diperparah karena usianya yang sudah lanjut, membuat tubuhnya lebih rentan terhadap cedera berat.
Keluarga menemukan Ahuwa dalam keadaan bersimbah darah dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif. Dokter menyatakan bahwa luka di kepala cukup serius dan memerlukan perawatan khusus, termasuk pengamatan berkelanjutan untuk mencegah komplikasi seperti pendarahan internal atau infeksi.
Secara psikologis, Ahuwa dipastikan mengalami trauma berat. Momen Lebaran, yang seharusnya penuh kehangatan keluarga, berubah menjadi malam terkelam dalam hidupnya. Rasanya seperti ditinggalkan di tengah sepi warung, tanpa pertahanan apapun, diserang oleh dua orang yang awalnya terlihat seperti pelanggan biasa.
Harapan Korban Dan Keluarga
Keluarga Ahuwa berharap agar pelaku segera tertangkap dan dihukum seberat mungkin sesuai hukum yang berlaku. Mereka tidak hanya menginginkan keadilan, tetapi juga rasa aman bagi korban dan masyarakat setempat. Ahuwa, yang biasanya ramah dan dermawan, kini terbaring di rumah sakit, menahan sakit dan rasa takut.
Meski mengalami luka parah, Ahuwa menunjukkan keberanian dan ketabahan. Dia menceritakan kejadian tersebut dengan rincian, membantu polisi mengumpulkan petunjuk untuk mengungkap motif pelaku. Keluarganya berharap agar Ahuwa dapat pulih sepenuhnya, baik secara fisik maupun mental, dan kembali menjalani kehidupan normalnya.
Masyarakat di sekitar juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mereka menuntut aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan di kawasan sekitar Dermaga Apung, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan peduli terhadap sesama.
Pantau selalu beragam berita terkini yang akurat, terpercaya, dan mendalam, eksklusif hanya di KEPPO INDONESIA agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.
- Gambar Utama dari tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jambiindependent.disway.id