Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara pada Minggu (27/9/2026). Hujan deras sejak malam sebelumnya membuat aliran sungai meningkat hingga meluap.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu akses transportasi di beberapa titik. Longsor, abrasi, serta kerusakan jembatan membuat sejumlah jalur sulit dilalui warga. Simak ulasan lengkapnya dari KEPPO INDONESIA.
13 Desa di Tujuh Kecamatan Terendam Banjir
Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti mengatakan hujan dengan intensitas tinggi membuat debit Sungai Lawe Kisam dan Lawe Kinga meningkat signifikan. Air kemudian meluap ke kawasan permukiman.
Wilayah terdampak mencakup Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Kisam Gabungan di Kecamatan Lawe Sumur. Banjir juga mencapai Desa Maha Singkil di Kecamatan Bukit Tusam.
Di Kecamatan Bambel, air merendam Desa Terutung Seperai, Pancar Iman, Kuta Seri, Bambel Gabungan, dan Lembah Haji. Sementara itu, Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe turut mengalami dampak banjir.
BPBA mencatat sebanyak 55 kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Petugas terus memantau kondisi warga dan perkembangan genangan di sejumlah lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Longsor dan Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan
Banjir bukan satu-satunya masalah yang muncul. Badan jalan Kutacane-Blangkejeren di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, juga tertimbun longsor.
Material longsor serta pohon tumbang mengganggu perjalanan pengguna jalan. Kondisi tersebut semakin menyulitkan mobilitas warga, terutama di tengah cuaca yang masih berpotensi hujan.
Petugas BPBD kemudian bergerak membersihkan pohon yang menutup jalur nasional di kawasan Tanjakan Gurah Ketambe. Pembersihan perlu dilakukan agar kendaraan dapat kembali melintas dengan aman.
Baca Juga:Â Tertangkap di Thailand, Begini Penampakan Bos 3 Situs Judol Saat Tiba di Jakarta
Tanggul Sungai Jebol, Air Masuk ke Permukiman
Luapan air juga terjadi setelah tanggul Sungai Lawe Kisam jebol. Air mengalir menuju permukiman warga Desa Terutung Megara Lawe Pasaran dan Desa Pancar Iman di Kecamatan Bambel.
Kondisi tanggul menjadi perhatian karena debit sungai terus meningkat akibat hujan. BPBD Aceh Tenggara mengerahkan satu unit alat berat untuk membantu menutup bagian tanggul yang jebol.
Alat berat tersebut juga digunakan untuk melakukan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman. Upaya itu bertujuan mengurangi dampak luapan air dan membantu memperlancar aliran sungai.
Sejumlah Jembatan Tidak Bisa Dilewati
Arus sungai yang kuat turut menggerus beberapa akses penghubung antarkawasan. Jalan darurat dan Jembatan Natam-Simpang IV Tanjung tidak lagi dapat dilewati setelah bagian aksesnya hanyut.
Jembatan Mbarung yang menjadi salah satu akses menuju Kecamatan Lawe Alas juga mengalami kondisi serupa. Arus sungai menggerus bagian jembatan sehingga kendaraan tidak bisa melintas seperti biasa.
Oprit Jembatan Mbarung Datuk-Lawe Sikap bahkan mengalami amblas. Untuk sementara, kendaraan roda empat tidak dapat menggunakan jembatan tersebut.
Abrasi Sungai Mengancam Sejumlah Ruas Jalan
Kerusakan akses juga terjadi di Jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung. Gerusan arus Sungai Lawe Bulan menyebabkan abrasi sepanjang kurang lebih 50 meter.
Selain itu, sebagian badan jalan pada Jembatan Rangka Baja Biakmuli atau jembatan nasional mulai terlihat amblas. Kondisi tersebut membuat pemerintah dan petugas perlu memantau kawasan tersebut secara berkala.
BPBD Aceh Tenggara kini mengerahkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan pendataan di lokasi terdampak. Petugas mencatat kondisi banjir, kerusakan akses, serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Penanganan tanggul dan normalisasi sungai juga terus berjalan. Petugas berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi dampak banjir sekaligus membuka kembali akses yang terganggu akibat longsor, abrasi, dan kerusakan jembatan.