Banjir besar melanda Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumatera Barat, Kamis pagi, menyebabkan empat warga tewas terseret arus yang deras.

Selain korban jiwa, ribuan warga terdampak beberapa terpaksa dievakuasi karena hujan deras membuat sungai meluap, membanjiri rumah dan menimbulkan kekhawatiran keselamatan.
Berikut ini KEPPO INDONESIA akan memberikan informasi terkini mengenai banjir besar yang melanda Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat.
Hujan Deras Picu Banjir Mendadak
Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur Padang sejak dini hari membuat air sungai dan selokan naik secara tiba-tiba. Ketinggian air di Lubuk Minturun dilaporkan mencapai hingga 2 meter, membanjiri rumah warga dan membuat mereka kewalahan untuk menyelamatkan diri.
“Empat warga tidak sempat menyelamatkan diri dan terbawa arus banjir,” ujar Fizlan kepada Kompas.com. Pihak berwenang saat ini masih melakukan pendataan identitas korban. Sementara tim BPBD, SAR, TNI, dan Polri fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan warga yang terdampak.
Fenomena banjir mendadak seperti ini memang sering terjadi di wilayah perkotaan Padang yang memiliki drainase terbatas dan curah hujan tinggi pada musim hujan. Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa intensitas hujan ekstrem dapat memicu banjir bandang di kawasan permukiman padat penduduk.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ribuan Warga Terdampak Banjir
Selain korban meninggal, banjir di Lubuk Minturun juga menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat setempat. Sekitar 15.000 warga terdampak langsung oleh luapan air. Dari jumlah itu, sebanyak 800 warga harus dievakuasi karena terjebak banjir dan tidak dapat keluar dari rumah mereka.
Fizlan menambahkan, tim SAR bersama aparat keamanan dan relawan melakukan koordinasi intensif untuk mengevakuasi warga. Lokasi-lokasi yang paling parah terdampak adalah pemukiman di dataran rendah dan dekat sungai. Di mana arus banjir cukup deras dan membawa material seperti kayu dan sampah.
“Evakuasi dilakukan dengan memprioritaskan warga yang paling rentan, termasuk anak-anak dan lansia,” ujar Fizlan. Proses ini dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan kendaraan khusus untuk menembus genangan air yang tinggi.
Baca Juga: Gunung Berapi di Ethiopia Meletus Setelah 12.000 Tahun Tertidur
Upaya Penanganan Darurat Banjir

Pemerintah kota Padang bersama BPBD Sumbar telah menyiagakan posko darurat banjir di Lubuk Minturun. Tim medis juga dikerahkan untuk memberikan pertolongan pertama dan memastikan warga yang dievakuasi tetap aman dan sehat.
Selain itu, TNI dan Polri turut mengamankan lokasi, membantu evakuasi, dan memastikan tidak ada warga yang mengambil risiko menyelamatkan diri sendiri di tengah arus banjir. Relawan setempat juga aktif membagikan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk warga yang terdampak.
“Situasi saat ini masih kritis, sehingga kami menghimbau warga untuk tetap berada di tempat aman dan mengikuti arahan tim SAR,” kata Fizlan.
Bahaya Banjir Mendadak di Perkotaan
Banjir di Lubuk Minturun menjadi contoh nyata betapa berbahayanya hujan deras di perkotaan yang drainasenya terbatas. Curah hujan tinggi, saluran air tersumbat, dan topografi dataran rendah membuat banjir bandang mudah terjadi.
Ahli kebencanaan mengingatkan, masyarakat perlu selalu waspada, terutama saat hujan ekstrem terjadi. Persiapan evakuasi, pengetahuan jalur aman, dan koordinasi dengan aparat setempat menjadi hal krusial untuk mengurangi risiko korban jiwa.
Selain itu, pemerintah diharapkan meningkatkan sistem peringatan dini banjir, normalisasi sungai, dan perbaikan drainase untuk meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.
Simak dan ikuti terus berita-berita terupdate yang kami berikan tentunya terpercaya hanya di KEPPO INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari kompas.com